ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Lelaki di Bar


__ADS_3

"Gloria ku.. Wanitaku yang sangat kucintai.." Lirih lelaki itu sambil menenggak minuman keras langsung dari botolnya. Namun segera di rebut oleh salah satu temannya.


"Mau apa lo! Kembalikan minuman gue!." Lelaki itu berusaha meraih kembali botol minumannya dari tangan temannya.


"Stop Jacob! Lo mau mati?! Mau minum berapa botol lagi lo.!" Teriak temannya yang bernama Lucas, ia geram melihat tingkah Jacob yang seperti sekarang. Andai itu orang lain pasti orang itu sudah kehilangan nyawa karena menenggak alkohol seperti meneguk sebotol air putih. Lucas tak mengira bahwa Jacob merupakan peminum yang handal, mengingat sebelumnya ia tak pernah menyentuh botol minuman keras.


"Biarin gue mati dari pada gue hidup tanpa Gloria." Jacob berusaha meraih botol lain yang ada di depannya, namun dengan sigap lucas menyingkirkan botol-botol itu.


"Sadar lo! Dulu lo sendiri yang ninggalin Gloria." Lucas mengguncangkan tubuh Jacob.


"Benar.. Gue yang ninggalin dia. Haha." Jacob tertawa kencang, namun sesaat kemudian tawanya berganti dengan rintihan dan suara melemah. "Gue nyesel.. Gue mau dia balik lagi sama gue, tapi dia sudah kawin dengan orang kaya itu."


Benar, semua ini salahnya sendiri yang meninggalkan Gloria beberapa tahun lalu. Andai saja ia tak tergoda oleh wanita lain, ia pasti masih bersama Gloria sampai sekarang. Mana mungkin Gloria mau kembali dengan lelaki yang sudah mengecewakannya, padahal Jacob tau, saat itu Gloria begitu mencintainya.


Lucas dan teman-temannya bersitatap, "Kalo dia udah kawin ngapain lo masih berharap? Cari yang lain, banyak cewek yang ngejar-ngejar lo.!" Lucas meninggikan nada suaranya.


Jacob tertawa sumbang sambil menatap Lucas yang sudah berpindah duduk di sampingnya, "Lo gak ngerti apa-apa, gue cuma cinta sama dia!!."


"Kalo lo cinta lo harus relakan dia. Bukan malah lo mabuk kayak gini, ini bukan diri lo Jac!!." Lucas semakin meninggikan volumenya.


"Aaah.. Minggir Lo! Balikin minuman gue!." Kali ini suara Jacob tak kalah keras dari Lucas.


Lucas mencoba mengatur nafas karena ia mulai terpancing emosi, "Gak ada minum lagi buat lo, Lebih baik kita pulang sekarang. Jangan bertindak bodoh kayak gini Jac!." Lucas dan teman-teman nya menarik paksa tubuh Jacob.


"Aaah lepaskan gue, gue masih pengen minum." Jacob memberontak, kesadarannya sudah berada di luar kendalinya.


Akhirnya mereke mendudukkan kembali tubuh Jacob. "Mana minuman gue!!."

__ADS_1


Lucas memberinya sebotol air mineral yang ia bawa sebelum ia masuk ke bar, dan langsung di tenggak habis oleh Jacob. Mungkin karena ia sudah linglung jadi ia tak bisa membedakan antara minuman beralkohol dan air mineral.


"Kalian nggak tau, betapa bahagianya gue saat bertemu dengan Gloria lagi. Tapi semuanya hancur saat gue tau dia sudah nikah dan gak mau balik lagi sama gue." Ucap Jacob dengan tampang frustasi, wajahnya memerah akibat pengaruh alkohol yang terlalu banyak ia minum.


"Sebagai sahabat lo, gue kasih saran sebaiknya lo relain Gloria. Bagaimanapun statusnya sekarang sudah istri orang, gak mungkin lo merusak rumah tangga orang Jac. Coba lo buka hati buat cewek lain, gue yakin lo pasti bisa lupain dia seiring berjalannya waktu." Ujar Lucas entah Jacob mendengarkannya atau tidak dengan keadaan Jacob yang setengah sadar.


Jacob hanya terdiam dengan tatapan kosong, semua yang dikatakan Lucas ada benarnya. Namun, melupakan seseorang yang di cintai tidaklah semudah yang Lucas katakan. Baginya Gloria adalah segalanya, wanita yang ingin ia jadikan masa depannya.


Awalnya ia ingin menyerah ketika tahu Gloria sudah bersuami, namun rasa cintanya yang begitu dalam mendorongnya untuk memberontak kata hatinya. Bagi Jacob yang sudah terperangkap dalam lingkaran cinta, bukanlah kesalahan jika ia mencintai wanita yang sudah bersuami.


Entah pikiran darimana itu, namun saat ini begitulah yang ada di otaknya. Ia tak peduli dengan wanita lain yang banyak mengejarnya, baginya mereka hanyalah barang yang tak menarik. Karena di matanya hanya ada satu wanita yaitu Gloria.


"Gue harus tetap merebutnya.." Gumam Jacob dengan kesadaran yang sudah hampir hilang.


Bukk.. Lucas melayangkan pukulan tepat di wajah Jacob agar lelaki itu sadar bahwa yang ia lakukan adalah salah. "Lo sadar Jac!!." Bentak Lucas dengan darah yang semakin mendidih.


"Heh.." Jacob menyerit sambil mengusap darah yang keluar dari bibirnya akibat pukulan Lucas.


Lucas mengatur nafasnya, "Sebenernya gue sudah tahu kalo Gloria udah nikah, dan gue juga tahu siapa suaminya. Gue mukul ******** ini karena gue peduli sama dia, gue gak pengen orang bodoh ini kena masalah." Lucas menoyor kepala Jacob yang sudah tak berdaya. Lucas sudah mengenal Gloria sejak wanita itu berpacaran dengan Jacob beberapa tahun lalu, jadi sedikit banyak Lucas mengetahui tentang kehidupan wanita itu.


Temannya menatap penuh telisik, "Kau mengenal suami wanita itu?."


"Ya! Suaminya adalah Tuan Shaka. Kalian juga pasti mengenalnya, lelaki bodoh ini takkan bisa menandingi Tuan Shaka dari segi mana pun. Yang ada dia akan mendapat masalah besar jika berurusan dengan Tuan Muda itu." Ketus Lucas sambil mengurut kepalanya yang tiba-tiba pusing.


"Tuan Shaka? Maksudmu Arshaka CEO ARS Corp itu?!!." Teman-temannya sangat terkejut, dan langsung di angguki oleh Lucas.


"Dia tak hanya akan mendapat masalah, tapi mendapat kematian!." Saut temannya yang lain sambil bergidik ngeri membayangkan betapa kejam dan berkuasanya Shaka.

__ADS_1


"Sebaiknya kita bawa Jacob pulang, aku akan bicara padanya lagi besok saat otaknya sudah normal." Lucas mulai menyanggah tubuh Jacob dengan di bantu temannya.


Sedangkan Jacob sendiri sudah tak bisa membuka matanya akibat terlalu mabuk.


***


Hari-hari Gloria di lewati dengan sangat sempurna semenjak Shaka mengungkapkan rasa cintanya, hubungan mereka semakin manis dan harmonis.


Sikap Shaka semakin posesif terhadap Gloria sejak kejadian yang menimpa wanita itu tempo lalu, ia bahkan menyuruh Gloria berhenti kuliah karena tak mau kejadian itu terulang lagi. Gloria hanya bisa pasrah menerima keputusan Shaka.


Sekarang Shaka lebih banyak menghabiskan waktu bersama istri tercintanya. Seperti saat ini ia memberikan kejutan candle light dinner yang sangat romantis kepada Gloria yang sempat tertunda dulu, namun kali ini sedikit berbeda karena ia menyiapkan nya di belakang rumahnya sendiri. Ya, di taman bunga.


"Kau tidak menyukainya?." Tanya lelaki itu karena Gloria tak berbicara sedikitpun setelah beberapa menit lalu ia mengajaknya ke taman yang sudah ia hias sedemikian rupa itu.


Gloria menggeleng dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kau sungguh tak suka?."


"Aku sangat menyukainya, terimakasih suamiku." Gloria langsung menghambur ke pelukan Shaka.


"Duduklah tuan putri." Shaka mempersilahkan Gloria duduk di kursi yang sudah di siapkan. "Ini untuk menebus makan malam kita yang kacau dulu."


Senyum Gloria mengembang penuh di pipinya, "Aku tak menyangka suamiku memiliki sisi romantis seperti ini."


"Isss.. Bukankah biasanya aku selalu romantis?." Desis Shaka tak terima.


"Ya kau benar tapi malam ini sungguh berbeda. Ini lebih luar biasa." Gloria masih mengembangkan senyum di wajahnya, sungguh ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya sekarang.

__ADS_1


Shaka dan Gloria menikmati makan malam mereka dibawah cahaya bulan dan bintang, ditemani gemerlap lilin yang melengkapi ke romantisan mereka berdua.


***


__ADS_2