ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
My Name is Arshaka Zalleo


__ADS_3

"Samuel!!." Teriak Shaka lebih keras karena orang yang ia panggil tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


Dan berhasil, teriakan kerasnya mampu membuat seseorang berlari tergopoh-gopoh ke arah nya.


"Iya bos?" Tanya Sam setelah ia tepat berada di hadapan lelaki yang kini menatap bringas dirinya.


"Dari mana kau?! Lama sekali!."


"Come on bos.. Aku berada di bawah dan kau memanggilku dari lantai 2, kau pikir aku punya ilmu sulap yang langsung bisa muncul di depanmu dalam sekejap." Jawab Sam sekenanya.


"Cih! Kau selalu punya alasan. Kumpulkan semua pengawal yang ada disini." Shaka berdecih pelan, lalu membuang mukanya dan pergi begitu saja.


Sam mengerut kesal, "Bos.. Kau memanggilku dan sekarang kau meninggalkanku!."


Shaka menghentikan jalannya lalu memutar badannya ke menghadap Sam, "Cepat lakukan Samuel! Jangan banyak bicara. Aku tunggu di bawah," Ucapnya tegas.


***


Terdengar derap langkah saling beradu memasuki mansion keluarga Zalleo dan berhenti ketika tiba di hadapan seorang lelaki yang tengah duduk di sofa sambil memejamkan matanya.


"Semuanya sudah berkumpul disini, bos."


Shaka membuka mata, menegakkan badannya lalu menatap tajam ke arah semua pengawal yang berdiri di depannya, "Apa kalian sudah bosan dengan pekerjaan kalian?".


"Tidak bos." Jawab mereka serempak.


"Lalu, apa kerja kalian selama ini terlalu ringan sehingga kalian leluasa bermalas-malasan? Atau kalian tidak tahu apa yang harus kalian kerjakan sebagai pengawal?" Tanyanya lagi.


"Kami tahu bos."


"Cepat katakan! Apa tugas yang saya berikan kepada kalian!" Shaka meninggikan volumenya.


Salah satu dari pengawal menjawab dengan bibir keluh, "Menjaga nyonya dan tuan besar, memastikan keamanan mereka, dan.."


"Lalu apa kalian semua selama ini tertidur!!" Shaka menatap tajam ke arah pengawal-pengawal itu, suaranya semakin meninggi hingga urat-urat lehernya terlihat jelas.


Kali ini tak ada yang berani menjawab, bahkan pengawal yang tadi berbicara tak jadi meneruskan ucapannya. Mereke menggeleng serempak termasuk Samuel. Lelaki itu ikut tegang dengan kemarahan bosnya.


"Bagaimana bisa kalian membiarkan ayahku di serang segerombolan orang!" Suaranya semakin meninggi hingga menggema memenuhi seisi rumah.

__ADS_1


"Tak hanya itu! Bagaimana bisa kalian membiarkan peluru lolos begitu saja saat aku baru tiba di negara ini! Aku dan istriku hampir saja celaka!. Apa kalian semua buta dan tuli!!."


Seketika semua pengawal yang berada di sana menunduk dalam dan suasana menjadi hening saat lelaki itu menjeda ucapannya.


Shaka menghirup nafas dalam lalu membuang nafas kasar, "Aku ingin memperketat keamanan di sini dan di rumah sakit. Aku tak ingin kejadian yang sama terulang untuk kedua kalinya."


"Sam, atur semuanya. Dan jangan lupa tugas penting yang ku berikan untukmu."


"Tentu bos." Sam pergi dari hadapan Shaka di ikuti semua pengawal yang tadi berdiri disana.


"Aku akan menghancurkan sampai ke akar-akar mu BE'ORS, jangan panggil aku Arshaka Zalleo jika aku tak berhasil melakukannya." Gumam Shaka dengan tangan terkepal kuat.


***


"Si.. Siapa.. Kkkau." Seorang lelaki yang berumur tak jauh beda dengan ayah Shaka berbicara tergagap-gagap dengan tubuh yang sudah terkulai di lantai yang dingin.


"Heh?." Lelaki di hadapannya berseringai sebelum mengeluarkan kata-kata nya. "Kau tak mengenalku namun kau ingin menjatuhkan perusahaanku terus menerus? Mr.Be'ors?"


Keringat dingin mengucur deras dari seluruh pori-pori orang itu saat namanya keluar dari mulut lelaki muda di hadapannya. "Kk.. Kau Zalleo, Ar..Arshaka Zalleo." Bibirnya seketika kaku.


"Benar! Sebut namaku sekali lagi." Shaka menegaskan kalimatnya.


"Arshaka Zalleo." Sebut Mr. Be'ors sambil meringis kesakitan saat Shaka menendang mulus tulang keringnya.


"Ya! My Name is Arshaka Zalleo. Ingat namaku dan ingat wajahku sebelum kau berhadapan dengan malaikat maut yang akan mencabut nyawamu," Ucap Shaka dengan aura mencekam mengelilingi tubuhnya. Seakan-akan dialah malaikat maut yang akan mencabut nyawa orang di hadapannya itu.


"Tidak! Ampuni saya!!." Mr. Be'ors mencoba bangkit meski tubuhnya sulit untuk di gerakkan.


"Cuh!" Shaka meludah ke arah Mr. Be'ors lalu menginjak perut lelaki itu.


Mr. Be'ors mengerang menahan sakit dari kaki Shaka yang bertumpu tepat di tengah perutnya. "Aku akan menghancurkan perusahaanmu," Ucap Mr. Be'ors di sela-sela erangan nya.


"Oh ya? Belum genap semenit kau memohon ampun dan sekarang kau mengancamku, kau pikir gertakan kecil mu itu bisa berpengaruh padaku! Sebaiknya kau ucapkan itu pada dirimu sendiri, karena perusahaan kotormu itu akan hancur di tanganku. Hahaha."


Shaka tertawa keras, "Tenang saja kau tak akan merasakan kebangkrutan di saat dirimu sudah tak punya apa-apa, karena aku akan melenyapkan kau sekarang juga."


Sedetik berikutnya suara tembakan menggema di ruangan itu, dan Mr. Be'ors tergeletak di lantai begitu saja dengan darah merembes dari bajunya saat peluru yang Shaka lepaskan mengenai tepat di jantung lelaki tua di hadapannya itu.


Shaka menghabisi nyawa Mr. Be'ors dengan tangannya sendiri tanpa menunggu lama. "Berterimakasih lah padaku."

__ADS_1


Ia masih menatap tajam tubuh Mr. Be'ors yang sudah tak bernyawa.


"Sam!! Bereskan semuanya!!." Teriak Shaka pada Samuel yang sedari tadi hanya menyaksikan insiden pembunuhan yang terjadi di depannya.


"Segera bos!." Jawabnya lantang.


***


Gloria menggeliat dari tidurnya karena merasa terganggu dengan seseorang yang sedang melu*mat bibirnya saat ini, sesaat kemudian ia membuka mata saat ia kehabisan oksigen untuk bernafas.


Shaka melepas ciumannya kemudian mengulum senyum karena telah berhasil membangunkan istrinya dengan cara kesukaannya.


"Sayang.. Kau sudah pulang?" Gloria tak marah atau menggerutu sedikitpun meski ia di paksa bangun dari tidurnya yang nyenyak. Ia beranjak dari baringnya dan langsung berhambur ke dada bidang milik Shaka.


"Ya!"


"Jadi, Urusanmu sudah selesai kan? Kau tak harus berurusan dengan orang yang mencelakai ayah lagi kan sayang?" Tanya Gloria memasang wajah cemas.


"Urusanku belum selesai." Jawab Shaka santai.


"Belum selesai?." Gloria menatap lekat wajah Shaka yang selalu terlihat tampan. "Jadi kau akan pergi lagi?."


"Tidak, aku tak akan pergi. Urusanku yang belum selesai ada disini." Masih dengan nada yang begitu santai.


"Disini?" Gloria terheran.


"Ya! Disini. Di atas ranjang ini.." Shaka menggantung kalimatnya sejenak, "Di atas ranjang ini bersamamu." Lanjutnya.


"Jangan katakan kau ingin--"


Belum selesai kalimat yang Gloria lontarkan Shaka sudah membungkam mulut wanita itu dengan bibirnya.


"Aku butuh vitamin.."


***


Terimakasih atas semua dukungan yang kalian berikan, salam hangat dari author.


See you..

__ADS_1


__ADS_2