ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Kencan Pertama


__ADS_3

Grep..


Seseorang menarik lengan Gloria saat ia hendak meninggalkan kampus, "Aaah.. Lepas! Lepaskan aku.!" Teriak Gloria.


"No! Kita harus bicara." Seorang lelaki berkata dengan suara lantang.


"Don't touch me Jacob!." Gloria masih mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Jacob, sehingga pria itu mengendurkan tangannya.


"Gloria.. Bisakah kita bicara berdua sebentar saja. Tidak lama, hanya beberapa menit." Jacob memohon dengan tatapan mata penuh harap.


"Jika kau menyuruhku untuk kembali padamu, lebih baik kita tak usah bicara karena kau sudah tahu jawabannya." Gloria memalingkan wajahnya.


"No, aku hanya ingin berbicara denganmu sebentar Gloria, Aku akan pindah keluar negri. Setelah ini aku berjanji tak akan menggangu mu." Lirih Jacob.


Setelah memikirkan beberapa detik, akhirnya gloria setuju. Sebenarnya ia tak tega karena bagaimanapun Jacob adalah orang pertama yang pernah mengisi hatinya.


"Kita ke cafe depan, oke.." Jacob tersenyum lembut dan di angguki oleh Gloria.


Mereka berdua berjalan kaki menuju cafe diseberang jalan kampus, sesampainya di sana Jacob mencari tempat duduk ternyaman menurutnya. Lalu memesan minuman untuk mereka berdua.


"Sekarang katakan." Ucap Gloria sedikit ketus.


"Aku sudah mengajukan pengunduran diri dan akan segera pergi ke luar negeri agar aku bisa melupakanmu, aku sadar kau tak akan kembali padaku apalagi sainganku adalah Tuan Muda yang berkuasa itu." Ucap Jacob sedangkan Gloria hanya mendengarkan.


"Bukankah kau mengajar belum lama? Kenapa secepat itu kau berhenti malah ingin pergi ke luar negeri." Gloria mengerutkan keningnya.


"Aku tak sanggup setiap hari melihat wajah ini." Jacob menyentuh wajah Gloria Namun Gloria langsung menyentak tangan Jacob.


"Aku sudah bilang jangan menyentuhku Jacob." Gloria sedikit meninggikan suaranya, ia langsung berdiri hendak pergi dari cafe itu. Namun tiba-tiba Jacob menariknya hingga ia terjerembab ke dalam dekapan Jacob.


"Jacob lepaskan!." Gloria semakin mengeraskan suaranya, membuat perhatian pengunjung cafe yang lain tertuju ke padanya.


"Kumohon, biarkan seperti ini sebentar saja. Aku sudah lama tak memelukmu seperti ini, aku sangat merindukanmu Gloria.." Lirih Jacob beberapa saat kemudian ia melepaskan pelukannya, tanpa berkata Gloria segera pergi dari cafe itu meninggalkan Jacob yang masih berdiri di sana.


Di balik kursi yang lain, seseorang menyeringai puas mengambil foto Gloria dan Jacob sedari tadi.


***


"Suamiku, apa ini?." Ucap Gloria saat Shaka menyerahkan kotak besar kepadanya.

__ADS_1


"Bukalah." Shaka berkata lembut setelah mengecup kening Gloria. Karena penasaran Gloria pun membuka kotak itu.


"Gaun??, untuk apa kau memberiku gaun, suamiku." Gloria memegang gaun cantik berwarna maroon itu.


"Bersiaplah sayang, kita akan makan malam diluar."


"Makan malam? Bukankah kau juga ada jamuan makan malam bersama teman-teman kampusku?." Tanya Gloria heran, tak mungkin kan suaminya menyuruh ia ikut bergabung bersama teman-teman nya.


"Kau tahu? Pasti sahabatmu itu yang memberitahumu ya. Aku memang mengadakan jamuan makan malam dengan mahasiswa kampus, tapi aku juga sudah menyediakan tempat khusus untuk kita berdua. Kita akan makan malam bersama setelah aku menjamu mereka terlebih dulu."


"Apa aku boleh menolak?." Gumam Gloria pelan.


"Why? Kau tak mau makan malam bersama suamimu?." Shaka menaikkan satu alisnya.


"Bukan.. Bukan begitu, bagaimana kalau ada orang lain melihat kau bersamaku. Aku pasti akan membuatmu malu." Gloria menundukkan kepalanya.


"Kenapa harus malu, aku berkencan dengan istriku sendiri. Bukan istri orang lain." Shaka merangkul pinggang ramping Gloria.


"Kencan?." Gloria memandang wajah Shaka dengan memiringkan kepalanya.


"Ya! Anggap saja ini kencan pertama kita. Sekarang bersiaplah aku akan menunggumu di bawah." Cup.. Shaka mencium bibir Gloria sekilas lalu keluar kamar meninggalkan istrinya itu yang mematung sambil memegang bibirnya yang tersenyum tipis.


***


Ia menuruni tangga dengan perlahan, agar tak menginjak gaun dan membuatnya terjatuh. Shaka yang sudah menunggunya terpukau saat melihat Gloria yang begitu cantik, ia bahkan masih terpaku ketika Gloria sudah berada di hadapannya.


"Suamiku, kenapa kau menatapku seperti itu. Apa aku terlihat aneh? Aku tidak cocok ya memakai gaun ini." Ucap Gloria meraba gaun yang ia pakai.


"Ah tidak! Itu sangat cocok untukmu. Kau cantik sayang. Ayo kita berangkat, Sam sudah berisik menelefonku berkali-kali." Shaka melingkarkan tangannya di pinggul Gloria.


"Kenapa jalanmu seperti itu." Shaka menghentikan langkahnya dan menatap Gloria.


"Aku memakai high heels, ini sedikit tidak nyaman karena aku tak terbiasa."


Mendengar ucapan Gloria, Shaka langsung berjongkok lalu menyingkap dress panjang yang Gloria pakai. Matanya terfokus pada sepatu cantik yang menyanggah kaki mungil istrinya.


"Tunggulah disini." Ucapnya berlalu menaiki tangga, beberapa saat kemudian ia kembali dengan membawa sepasang sepatu dengan heels tipis.


"Berpegangan pada pundakku, aku akan membantu mengganti sepatu ini." Shaka berjongkok lagi di hadapan Gloria dan dengan telaten memakaikan sepatu di kakinya.

__ADS_1


Seketika hati wanita itu tersentuh dan matanya berkaca-kaca penuh haru. Ia tak menyangka Tuan Muda yang sombong bisa melakukan hal seperti ini terhadap dirinya. "Kenapa di ganti? Aku rasa yang kupakai sudah cocok dengan gaun yang kau berikan."


"Kau hamil jadi jangan memakai sepatu ber hak tinggi, itu berbahaya. Jika kau keseleo lalu terjatuh bagaimana? Kau harus lebih berhati-hati." Shaka kembali berdiri. "Sudah selesai, ayo segera pergi."


"Terimakasih, suamiku." Ucap Gloria tulus, ia merasa menjadi wanita paling beruntung karena di suaminya sangat perhatian padanya.


Didalam mobil tak henti-hentinya Shaka melirik Gloria yang duduk di sebelahnya, meski gaun yang di pakai Gloria tertutup namun penampilannya yang cantik berhasil membuat Shaka menegang dan membuang nafas berat untuk menghilangkan fikiran kotornya.


"Kita sudah sampai, ayo turun." Ucap Shaka kesal saat mobilnya tiba di parkiran sebuah hotel.


"ARS Hotel?." Gloria sedikit mengerutkan keningnya.


"Ya, halaman samping hotel di sulap Sam menjadi tempat perjamuan malam ini." ARS Hotel memiliki halaman samping dan belakang yang luas sehingga terkadang digunakan untuk berbagai acara termasuk pesta dan acara makan malam besar.


"Oh, bergegaslah ke sana. Pasti semua teman-teman ku sudah menantimu. Aku akan menunggumu di dalam mobil." Ucap Gloria tersenyum manis.


"Kenapa kau harus menunggu di dalam mobil, sebentar aku akan menghubungi Sam agar mengantarkanmu ke kamar." Shaka merogoh ponsel dari dalam saku jas nya lalu ia menelfon Samuel, sekretarisnya.


Tak butuh waktu lama, dengan sedikit berlari Samuel sudah tiba di hadapan Shaka. "Nona.. Mari saya antar ke kamar Anda." Sam tersenyum ramah pada Gloria.


"Sayang.. Ikutlah Sam agar kau bisa beristirahat, pesta kita berdua ada di halaman belakang, setelah menjamu mereka aku akan menemuimu." Shaka mengecup lembut kening Gloria lalu keluar dari mobil.


"Mari nona.. " Sam membungkukkan badannya.


"Sekretaris Sam, kau jangan bersikap formal padaku. Aku jadi merasa tak enak."


"Nona Gloria, kau memang rendah hati. Andai saja bos memiliki hati sebaik dirimu, aku pasti sangat beruntung.." Sam merengek sambil memasang wajah haru. Mereka berdua berjalan memasuki hotel, Gloria berpapasan dengan beberapa teman kerjanya dulu namun sepertinya mereka tak mengenali Gloria karena penampilan Gloria saat ini begitu berbeda dengan dulu saat ia masih menjadi pekerja kebersihan di ARS Hotel.


Karena orang-orang tak mengenali Gloria tentu saja wanita itu justru bernafas lega.


"Kita sudah sampai nona, silahkan masuk." Sam membuka pintu kamar bertuliskan nomor 0025, Shaka sengaja memesan kamar di lantai bawah yang tak terlalu jauh dari halaman belakang agar Gloria tak lelah berjalan, meski kamar itu tak semewah kamar pribadi Shaka di hotel ini.


Setelah memastikan Gloria sudah masuk kamar, Sam memberi kartu kunci kamar tersebut kepada nona mudanya itu lalu pamit menyusul Shaka ke acara perjamuan.


Gloria duduk di sofa dan menyenderkan punggungnya, namun beberapa saat kemudian ia merasa bosan sehingga ia memutuskan keluar dari kamar dan ingin berjalan-jalan ke halaman belakang hotel.


Ia meraih tas yang ia taruh di sampingnya kemudian beranjak dari sofa. Dengan pasti ia menuju pintu dan membukanya.


BRUK.. saat baru berjalan satu langkah di luar pintu kamarnya tiba-tiba ia tertabrak seseorang dan hampir membuatnya jatuh.

__ADS_1


"Gloria! Kau!!." Ucap orang itu.


***


__ADS_2