
Setelah sekian Jam berlalu, akhirnya Jet pribadi milik Shaka mendarat mulus di negara Spanyol.
"Angin di negeri orang memang terasa berbeda," Gloria menghirup udara yang mengelilinginya sebelum melangkahkan kaki turun dari pesawat.
"Kalau aku di sampingmu, angin nya tetap terasa sama," Saut Shaka yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Gloria dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya itu.
Benar!, seketika angin yang mengelilingi Gloria hilang begitu saja karena terhalang tubuh besar lelaki disampingnya. Tergantikan aroma khas maskulin milik Shaka.
"Ehm.. Ingat tujuan kau kesini bos! Kau kesini untuk melihat kondisi ayahmu bukan untuk bulan madu."
Suara Sam dari belakang mereka menyadarkan tujuan yang sempat ia lupakan dalam beberapa detik.
"Kau benar Sam, Ayo."
Shaka, Gloria, Samuel dan beberapa pengawal meninggalkan Bandara lalu menuju rumah sakit dimana ayah Shaka di rawat.
***
"Ibu.." Panggil Shaka pada seorang wanita yang baru saja keluar dari ruang rawat.
Wanita itu menoleh ke asal suara yang familiar di telinganya, dan di lihatnya seorang lelaki berparas tampan yang tengah berlari ke arahnya. "Shaka..."
"Ibu, bagaimana keadaan ayah?." Shaka langsung melontarkan pertanyaan pada ibunya.
"Masuklah, dokter bilang ayahmu sudah melewati masa kritisnya dan ia akan baik-baik saja. Hanya saja ayahmu belum sadar."
Ibu Shaka membuka pintu, kemudian menarik tangan anaknya agar mengikutinya masuk ke dalam ruang rawat. Sedangkan Gloria dan Samuel hanya mengekor di belakang mereka.
__ADS_1
Terlihat seorang lelaki berbaring di atas ranjang dengan mata yang masih terpejam, penuh luka lebam di wajah dan sekujur tubuhnya. Dengan sudut bibir yang di jahit karena robek dan kepala di balut perban.
Shaka tak sampai hati melihat kondisi ayahnya yang sangat memprihatinkan. Cairan bening berhasil lolos dari matanya yang memerah, disertai tangannya mengepal kencang dan rahangnya yang mengeras.
"Siapa yang melakukan ini..? Siapa yang berani menyentuh dan mencari masalah dengan keluarga Zalleo." Shaka bertanya-tanya, namun bukanlah hal mustahil jika keluarganya banyak di incar orang di luar sana. Mengingat banyak sekali saingan bisnis dan musuh yang ingin menjatuhkan ARS Corp.
"Bodoh! Mereka tak becus dalam bekerja." Shaka mengelap pelupuk matanya dan hendak melangkah keluar ruangan.
Ibu Shaka yang maksud dengan ucapan anaknya segera menghalangi Shaka, "Jangan salahkan mereka, mereka bekerja dengan sangat baik. Hanya saja ibu dan ayahmu yang tak suka di kelilingi banyak pengawal."
"Lebih baik, kau perkenalkan wanita yang kau ajak kemari. Apa kau akan terus menyembunyikan menantu ibu itu?." Ibu Shaka menunjuk Gloria dengan ekor matanya.
Tentu saja! Bagaimana bisa Shaka lupa jika ia kesini bersama Gloria. Tatapan mata Shaka kini beralih pada wanita cantik yang berdiri canggung di dekat pintu.
"Sayang.. Kemarilah," Ucap Shaka sambil mengulurkan tangannya.
Gloria mendekat dengan senyum lembut menghiasi wajahnya selalu nampak cantik.
Gloria menyapa wanita di depannya, ia begitu takjub dengan Ibu Shaka. Telapak tangannya terasa sangat lembut ketika mereka bersalaman, bahkan wajahnya masih terlihat sangat cantik meski usianya sudah tak lagi muda, begitupun juga tubuhnya yang terlihat langsing dan terawat. Matanya yang begitu sembab bahkan tak mengurangi pesona wanita lanjut usia itu.
"Jangan sesungkan itu sayang, anggap saja aku seperti ibu mu sendiri. Ibu sangat bahagia bisa bertemu denganmu," Ujar Ibu Shaka sembari memeluk Gloria.
Gloria yang mendapat perlakuan seperti itu dari Ibu Shaka tak bisa menyembunyikan senyumnya, pelukan seorang ibu memang terasa begitu hangat. "Iya.. Ibu.." Lirih Gloria.
Setelah melepas pelukannya Gloria berjalan ke arah ranjang, ia meraih tangan pucat ayah mertuanya. "Ayah.. Saya Gloria istri Shaka, maaf Gloria baru datang di saat kondisi ayah seperti ini. Cepatlah sadar agar ayah bisa melihatku, bukankah ayah sangat ingin berjumpa denganku?."
Shaka dan Ibunya yang melihat perlakuan Gloria pun merasa terharu, mereka saling memandang dan bertukar senyum.
__ADS_1
"Ayah pasti akan segera sadar." Shaka mengelus pelan pundak Gloria. "Dan kau bisa berbincang-bincang dengannya." Lanjutnya.
"Apa kau tak kan mencari tahu siapa yang mencelakai Ayah?," Tanya Gloria pada Shaka.
"Ibu sudah mencari tahu, semua ini ulah dari BE'ORS International. Perusahaan itu memang selalu mencari masalah dengan Perusahaan kita karena hampir semua investornya mencabut investasi mereka dan beralih haluan ke Perusahaan kita." Ibu Shaka menyaut pertanyaan dari Gloria.
"Aku memang sudah curiga dalang dari penyerangan Ayah adalah perusahaan licik itu, diam-diam aku menyelidiki bisnis perusahaan itu. Ternyata mereka berlaku curang pada investornya, pantas saja semua investornya lari dari mereka. Aku akan membuat perhitungan pada perusahaan itu karena sudah berani mengganggu ketenangan keluarga Zalleo."
Shaka terdiam sejenak, memutar pandangannya pada sosok yang terbaring di ranjang. "Ayah.. Aku akan membalas mereka berkali-kali lipat dengan yang Ayah rasakan sekarang."
"Kalian pasti lelah setelah perjalan jauh, ajaklah istrimu ke rumah agar kalian bisa beristirahat dan ajaklah Samuel juga. Kau juga pasti lelah kan Sam?."
"Tentu Nyonya, kau sangat perhatian padaku. Tapi.. Sepertinya seseorang tak akan mengijinkan ku ber-istirahat." Jawab Sam sambil melirik Shaka.
"Kau tak usah menyindir ku Sam!, kau tahu sendiri apa tugasmu setelah ini." Ketus Shaka menyilangkan tangannya di depan dada.
***
Setelah berdiskusi panjang lebar dengan ibunya akhirnya Shaka membawa Gloria pergi ke mansion milik ayahnya untuk istirahat.
Mobil yang mereka tumpangi melesat cepat di jalanan yang cukup lengang di tengah malam.
"Seharusnya aku di rumah sakit saja menemani ibu, kenapa kau menyetujui permintaan ibu untuk membawaku pulang ke rumah. Bukankah tujuan kita kesini untuk mengunjungi orangtuamu bukan mengunjungi rumahmu?!" Gerutu Gloria pada lelaki di sampingnya.
"Besok kau bisa ke rumah sakit lagi. Sekarang istirahatkan badanmu agar kau besok punya cukup stamina untuk menggantikan ibu menjaga ayah." Shaka mengelus lembut pucuk kepala Gloria, namun wanita itu masih tak puas dengan ucapan Shaka.
"Sayang!!" Gloria terpekik kaget kala mendengar tembakan, di ikuti mobil yang mereka tumpangi oleng dan berdecit hebat. Ia merangsak masuk kedalam pelukan suaminya.
__ADS_1
"Shiit!!"
***