ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Masalalu Shaka 2


__ADS_3

Shaka segera meninggalkan hotel tempatnya istirahat setelah seseorang menelpon nomor Samuel menggunakan ponsel miliknya yang hilang.


Rasa penasarannya membawanya menuju sebuah restoran sepi di pinggiran hawai, "Sam, apa benar ini restoran yang di maksud orang itu?"


Tanya Shaka memastikan, karena tak biasanya restoran di tepi pantai akan se-sepi ini. Apa mungkin restoran ini sedang tutup dan orang yang menelponnya itu hanya ingin mengerjai nya saja.


"Benar bos!"


"Kau yakin Sam?"


"Aku sudah memastikan bos, sinyal dari ponselmu menunjukkan bahwa ini tempatnya." Samuel memperlihatkan laptop di pangkuannya pada Shaka.


"Baiklah aku akan masuk ke dalam, kau tunggu saja disini Sam."


Ucapan Shaka sukses membuat Sam menghentikan gerakannya yang akan bangun dari kursi mobil. "Why?"


"Jangan bertanya Sam, kau cukup duduk disini dan tunggu aku kembali." Tegas Shaka dengan wajah serius.


"But..."


Sorot mata tajam Shaka berhasil membungkam mulut Sam, sehingga sekretaris itu tak meneruskan kalimatnya.


Di detik selanjutnya Shaka sudah keluar dari mobil dan dengan langkah besarnya ia berjalan masuk ke dalam restoran yang nampak tak ada satupun lalu lalang pengunjung itu.


"Bos sangat aneh.. Biasanya dia selalu mengajakku, apa dia sengaja meninggalkanku sendiri disini karena ternyata orang yang mengambil ponselnya merupakan seorang wanita? Eh.. Kalau di pikir-pikir sepertinya aku pernah mendengar suara wanita di telpon tadi, tapi siapa ya?"


Sam mencoba mengingat-ingatnya, "Ah! Sudahlah.. Lebih baik aku mengikuti bos diam-diam, tentunya wanita itu bukan wanita baik karena ia sengaja mengambil ponsel milik oranglain."


***


Tepat setelah masuk ke dalam restoran, mata Shaka tertuju pada seseorang yang duduk di salah satu meja di sudut ruangan.

__ADS_1


Orang itu tak terlihat begitu jelas, namun ia yakin jika orang tersebut memang menunggunya karena hanya orang itu satu-satunya pengunjung di restoran tersebut.


Dengan langkah tak sabar Shaka berjalan mendekat, semakin dekat Shaka bisa melihat semakin jelas punggung orang itu. Meski memakai kaos longgar dan topi namun Shaka bisa memastikan jika orang itu seorang wanita, dan entah kenapa ia merasa begitu familiar dengan punggung yang kini ia lihat itu.


Sementara itu, orang itu segera menoleh ke belakang setelah mendengar derap sepatu yang tertuju ke arahnya, "Honey.."


Shaka terlonjak kaget dengan panggilan wanita itu kepadanya, namun ia segera memasang wajah seriusnya. "Aku tahu itu pasti kamu." Shaka berkata dengan dingin pada wanita di depannya.


"Honey, aku sangat merindukanmu." Wanita itu segera beranjak dari duduknya dan berhambur memeluk Shaka.


"Tapi aku tidak merindukanmu, Cassy." Saut Shaka langsung sambil melepas tangan Cassy.


"No..! Aku tak percaya, aku tahu kau juga merindukanku dan pastinya kau selalu ingat padaku. Buktinya password ponselmu masih sama seperti dulu, tanggal jadian kita."


Cassy kembali memeluk Shaka dan kali ini tak ada perlawanan dari Shaka, sehingga wanita itu mengeratkan tangannya dan menikmati setiap inci aroma tubuh maskulin Shaka, lelaki yang sudah sangat ia rindukan setelah sekian bulan lamanya tak berjumpa.


Dan entah kenapa, tubuh Shaka seakan punya kemauan sendiri untuk tak bisa menolak perlakuan Cassy terhadapnya sekarang.


"Aku benar-benar merindukanmu, honey.." Lirih Cassy di dada bidang Shaka.


Namun, dirinya saat ini seakan tak punya tenaga untuk melepas tangan mungil yang telah merengkuh tubuh kekarnya.


Dan Cassy, wanita itu tak peduli dengan lingkungan di restoran. Ia tak khawatir orang lain akan melihat tingkahnya yang sedang memeluk lelaki beristri, karena ia sudah menyewa restoran itu khusus untuk pertemuannya dengan Shaka. Yang ia mau saat ini hanya melepas rindu pada orang tercinta nya.


Cukup lama kedua orang itu terpaku pada posisi mereka, saling menikmati detik demi detik kebersamaan hingga terdengar suara bariton dari ujung pintu.


"Bos!!" Samuel berseru lantang ketika melihat Shaka hendak membalas pelukan wanita di hadapannya.


Mendengar suara keras Samuel, Shaka tersadar dan meletakkan kembali tangannya lalu mendorong tubuh Cassy. "Jangan pernah lakukan hal seperti ini lagi." Tegas Shaka.


"Wanita licik! Beraninya kau!!" Samuel tak bisa menahan umpatan yang keluar begitu saja dari bibirnya.

__ADS_1


Cassy berpura-pura tak mendengar ucapan Sam, "Honey duduklah dulu, aku akan memesankan makanan untukmu." Ia mengatur kursi untuk Shaka duduk.


"Aku kesini untuk mengambil ponselku bukan untuk makan satu meja bersamamu." Tolak Shaka langsung.


"Kita makan dulu, setelah itu aku akan kembalikan ponselmu." Cassy memasang senyum terbaiknya, ia berharap hati Shaka bisa luluh saat itu juga.


"Bosku sudah menolakmu jadi jangan terlalu banyak berharap, sebaiknya kau kembalikan ponsel milik bosku segera. Jangan mengulur waktu kami yang berharga, nona Cassy." Ketus Samuel dengan galak, entah kenapa ada rasa dendam tersendiri di hati pemuda itu pada wanita cantik yang berada di samping bos nya.


"Honey.. Aku berjanji akan mengembalikan ponselmu setelah aku bisa makan bersamamu." Cassy memasang mode memohon di wajahnya.


"Jangan percaya padanya bos, bisa saja ia menaruh sesuatu di makananmu nanti." Tegas Samuel pada Shaka, ia tahu Bosnya sekarang sedang menimbang keputusan.


"Tidak! Aku tak akan melakukan hal tercela seperti itu kepada orang yang ku cintai. Kau percaya padaku kan honey.." Cassy meraih wajah Shaka, ia mengusap lembut rahang tegas lelaki yang sejak tadi hanya diam itu.


"Oh ya?" Shaka akhirnya bersuara, ia menaikkan sebelah alisnya sambil menyingkirkan tangan Cassy dari rahangnya. "Kau sepertinya lupa dengan perbuatan mu yang dulu."


Deg.. Jantung Cassy terasa ingin berhenti, ia tak menyangka jika Shaka masih mengingat kejadian yang sudah lama berlalu. "Itu..."


"Jangan banyak omong kosong lagi di depanku, Cassy." Shaka melirik tas cantik di atas meja lalu dengan cepat ia mengambilnya.


"Kau mau apa Honey! Kembalikan tasku!" Pekik Cassy mencoba merebut kembali tas nya.


Namun Shaka lebih cepat dari yang ia duga, lelaki itu sudah menumpahkan semua isi tas itu ke atas meja. Dan ia berhasil mendapati ponsel mahal miliknya.


"Cukup Cassy, kau jangan coba membual apalagi merayuku. Kau boleh saja melakukan apapun yang kau mau, tapi itu tak akan berhasil mengembalikan posisimu seperti dulu. Karena... Semua yang pernah terjadi di antara kita hanyalah masalalu."


Tepat setelah ia selesai berucap Shaka berjalan pergi meninggalkan Cassy yang termenung.


"Tidak!! Aku akan terus mencoba Honey..! Kau hanyalah milikku! Dan selamanya akan menjadi milikku!"


***

__ADS_1


Terimakasih sudah setia membaca karya saya, dukungan kalian sangat berharga untuk author agar tetap semangat menulis.


Salam hangat.


__ADS_2