ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Pengirim Tanpa Nama


__ADS_3

Flash back


Shaka pulang 2 hari lebih cepat dari yang di perkirakan, ia sengaja bekerja lebih keras untuk menyelesaikan masalah perusahaannya di Kanada agar ia bisa segera kembali ke Indonesia. Karena ia sudah sangat merindukan istrinya tercinta.


"Bos... Kau bilang kau sudah tak sabar sampai rumah dan memberi istrimu kejutan, tapi kenapa kau malah ke kantor tidak langsung pulang ke rumahmu?." Sam mengernyit heran pada lelaki yang kini satu mobil dengannya.


"Ada dokumen yang perlu ku ambil aku harus segera memeriksanya, aku tak punya waktu untuk menunda." Shaka menjawab dengan dingin, kemudian membuang nafas kasar. "Sebenarnya aku juga ingin langsung pulang kerumah, tapi dokumen itu juga sangat penting. Apa yang sedang istriku lalukan sekarang ya? Aku sungguh merindukannya."


"Pak supir tolong putar balik, kita langsung pulang ke rumah tuan muda." Sam menepuk pundak supir yang sedang menyetir di sampingnya.


Pletakk..


"Aww.. Kenapa kau memukul kepalaku bos?." Sam meringis sambil mengelus kepalanya.


"Lanjutkan mobilnya, jangan dengar perkataan orang ini." Ucap Shaka pada sang supir dengan mata menatap Sam secara sinis.


"Bos.. Kau bilang kau rindu istrimu, pulanglah biar aku saja yang mengambil dokumen itu untukmu. Aku hanya memberikan solusi dan kau malah memukul kepalaku sampai benjol." Sam masih mengelus kepalanya yang sebenarnya tak benjol sedikitpun.


Shaka diam, benar yang dikatakan Sam ia bisa langsung pulang dan menyuruh sekretarisnya itu untuk mengambil dokumen. Aaah.. apakah rindu bisa membuat orang jadi tumpul dalam berfikir, kenapa ia bisa melupakan kalau dirinya seorang bos yang punya banyak bawahan. "Sudahlah, sudah terlanjur jalan."


Selang setengah jam Shaka sampai di perusahaan terbesar di negara ini yaitu ARS Corp, ia segera masuk dan mengambil dokumen yang ia simpan di dalam ruangannya.


Setelah mendapatkan dokumen itu ia langsung bergegas pulang, namun langkah nya terhenti saat seorang wanita cantik memanggilnya. "Maaf Tuan ada titipan untuk Anda." Wanita cantik berpakaian seksi itu menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat. "Kemarin seseorang mengirimkan ini untuk Anda, karena Anda sedang di luar negeri jadi saya menyimpannya." Lanjut wanita itu dengan gaya bicara yang sensual.

__ADS_1


"Siapa pengirimnya?." Tanya Shaka dengan dingin pada wanita yang merupakan asisten dari Samuel.


"Itu.. Saya tidak tahu, di sana tidak tertera nama pengirim dan orang yang mengirimnya juga tergesa-gesa. Jadi saya tak sempat menanyakan."


Shaka menautkan dahinya, "Lain kali jangan asal menerima barang yang tak pasti."


Shaka menerima amplop itu kemudian pergi dari sana, "Sam, kau harus mengganti asistenmu dengan yang baru." Ucapnya pada Samuel yang berjalan di sampingnya.


"Bos.. Apa isinya, cepat buka bisa jadi itu sebuah hadiah dari wanita mu yang lain." Tanya Sam saat mereka sudah sampai di mobil.


Shaka menatap tajam Sam dengan sorot mata yang menyeramkan, "Aku tidak seperti dirimu yang menyimpan wanita-wanita j*lang."


Dengan perlahan Shaka membuka amplop yang ia pegang, seketika matanya membola saat melihat sesuatu yang berada di dalamnya. Tangannya mengepal kuat dan rahangnya mengeras, dia diam cukup lama sambil memandangi isi amplop itu.


Tanpa berkata Shaka melempar amplop itu ke muka Sam hingga isinya berhamburan, dengan sedikit kesal Sam memungut kertas-kertas yang berhamburan itu, matanya membulat sempurna saat melihat foto Gloria bersama dengan seorang pria, dia juga tak kalah kaget dari Shaka. "Bos... Ini pasti tidak benar, sebaiknya kau menanyakan pada nona Gloria terlebih dulu." Sam berucap pada Shaka yang terlihat menahan amarah, ia tahu betul bos nya itu sekarang pasti sangat marah.


Dengan berbagai pertimbangan, Shaka tak langsung mempercayai foto-foto yang ia lihat.


Beberapa saat kemudian akhirnya mobil yang ia tumpangi sampai di pekarangan rumah mewah, setelah mobil terparkir ia segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah sebelum mobil itu kembali melaju untuk mengantar Sam pulang ke apartemennya. Namun baru beberapa langkah, kakinya terhenti saat kedua bola matanya menangkap sosok pelayan yang membawa rangkaian bunga berwarna merah.


"Kau, dari mana bunga itu?." Tanya Shaka penuh telisik.


"Ini.. Tadi ada kurir yang mengantar tuan, katanya bunga ini untuk nona muda." Jawab pelayanan itu dengan menunduk, ia sedikit takut apakah ia salah sudah menerima bunga itu.

__ADS_1


"Untuk nona muda? Dari siapa?." Mata Shaka semakin memerah setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh pelayan.


"Saya tidak tahu Tuan, kurirnya tidak berkata apapun juga tidak ada surat yang tertera di sini." Ucap pelayan itu semakin takut, tangannya bahkan sudah di basahi keringat dingin.


"Buang!!." Bentak Shaka dengan keras.


Api yang sudah berkobar di dadanya semakin membara setelah mendapati istrinya mendapat kiriman bunga. Apa ini! Apa wanita itu sedang mempermainkanku.!!. Begitulah isi kepalanya sekarang.


Ia berjalan dengan hati yang sudah di penuhi amarah, awalnya ia ingin memberi kejutan untuk istrinya dengan pulang lebih cepat dari luar negeri. Namun di luar dugaan, justru dia lah yang mendapat kejutan dari sang istri. Ini sungguh luar biasa.


Flash back off.


***


"Ini yang kau mau!!, segera pergi dari hadapanku dan jangan menampakkan dirimu lagi. Aku tak sudi melihat wanita murahan seperti mu!." Shaka melempar sekoper uang ke atas ranjang setelah meniduri Gloria, kemudian ia pergi meninggalkan Gloria yang sudah terbaring lemah.


Namun, tepat 5 langkah sebelum mencapai pintu ia berhenti kemudian membalikkan badan. "Aku menceraikan mu, aku akan segera mengurus surat perceraian kita dan secepatnya mengirimnya padamu." Ucap lelaki itu dengan pelan namun sangat jelas, kemudian ia kembali melanjutkan jalannya.


Gloria hanya terisak tanpa bisa mengeluarkan suaranya, tangan mungilnya meremas seprei dengan kuat hingga kuku-kukunya tampak memutih. perkataan Shaka bagaikan pisau tajam yang menusuk tepat di tengah jantungnya. Sangat menyakitkan dan mematikan, ia masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi namun dengan mudahnya suaminya berkata cerai tanpa memberi ia kesempatan untuk menjelaskan. "Kenapa jadi seperti ini..." Lirih wanita itu.


Lelaki yang ia rindukan beberapa hari ini, lelaki yang ia tunggu-tunggu kepulangannya, sekarang sudah tak mau melihat nya lagi.


Ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, luka di telapak kakinya pun semakin parah karena pecahan dari mangkuk yang ia injak masih menempel di sana. Ia mencoba bangun, namun kepalanya terasa begitu berat dan berputar-putar, sesaat kemudian penglihatannya mulai buram, "Shaka..." Lirih Gloria sebelum semua yang di depannya nampak gelap lalu ia jatuh pingsan.

__ADS_1


***


__ADS_2