
Gloria membuka matanya saat terik matahari memaksa masuk kedalam retina matanya, ia bangkit dari ranjang.
Sepertinya ia baru sadar bahwa saat ini tak ada sehelai benang pun yang menutupi kulitnya. Dilihatnya jam dinding yang menempel rapi di dinding kamar, waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. "Sudah sesiang ini ternyata." Lirih Gloria.
Tiba-tiba ia mendengar seseorang membuka pintu kamar, ternyata itu adalah Shaka yang membawa nampan berisi makanan. Segera Gloria menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih polos.
"Kau sudah bangun?, aku membawakan mu makanan. Kau pasti sudah lapar." Shaka tersenyum hangat pada Gloria, baru kali ini Shaka menampakan senyum tulusnya. "Bibi Rick bilang kau belum makan sejak semalam." Lanjutnya sambil menaruh nampan di atas meja.
"Tuan.. Kau tak perlu repot seperti ini."
"Aku tak merasa repot, aku hanya ingin menjadi suami yang baik untuk istriku." Shaka mengecup kening Gloria. Dan Gloria tak bisa menyembunyikan senyum mengembang di wajahnya. "Kau mau makan sekarang?."
"Tidak tuan, aku akan mandi dulu."
"Baiklah, ayo aku akan membantumu mandi." Shaka menyibakkan selimut lalu menggendong tubuh Gloria.
Sesampainya di kamar mandi Shaka menurunkan Gloria kedalam bathup lalu ia membuka baju yang ia pakai.
"Tuan, kenapa kau membuka bajumu." Tanya Gloria.
"Tentu saja mandi, aku juga belum mandi." Shaka meneruskan melucuti pakaiannya.
"Tapi kau bisa mandi setelah aku selesai."
"Tidak, kita bisa mandi bersama. Sudah lama aku tidak mandi bersamamu." Shaka ikut berendam disamping Gloria.
"Hanya mandi kan?." Gloria bertanya.
"Ooh apa kau mau yang lain selain mandi?." Shaka menyeringai.
"Tidak, tidak begitu." Gloria mengibaskan tangannya.
"Tidak begitu apanya? Kau yang memancingku." Shaka mencium pundak Gloria.
"Aaah.. Tuan hentikan." Muka Gloria mulai bersemu merah.
"Panggil aku Suamiku sayang, jangan panggil Tuan aku bukan tuanmu." Shaka masih menciumi pundak Gloria.
"Suamiku.. Suamiku sayang hentikan ini." Ucap Gloria
__ADS_1
"Aku tak akan berhenti, aku baru memulainya." Shaka langsung membekap mulut Gloria dengan bibirnya, lalu terjadilah pertempuran panas lagi di antara mereka.
***
Shaka turun dari tangga dengan menggandeng tangan Gloria, sungguh ini adalah pemandangan yang langka bagi para pelayan dirumah itu. Meski Tuan muda mereka selama ini memang baik terhadap istrinya, namun tak pernah menampakkan keromantisan nya. Para pelayan sempat mematung sejenak sebelum melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
"Ku ajak kau berjalan-jalan di taman, kau belum pernah mengelilingi rumah ini kan?." Shaka berucap dengan lembut.
"Iya tuan, maksudku Suamiku." Gloria tersenyum lebar ke arah Shaka, terlihat sangat cantik.
Tibalah mereka di pekarangan belakang rumah, terdapat taman yang luas disana. Bahkan Gloria hampir tak percaya dengan pemandangan hamparan bunga warna warni yang ada di depannya saat ini.
"Kau.. Bagaimana ada taman bunga seluas ini di rumahmu?." Ucap Gloria begitu senang.
"Sudah lama Bibi Rick dan beberapa pelayan wanita menanam ini ketika mereka senggang, aku tak melarang mereka. Sepertinya hobi mereka berguna juga. Hehe." Shaka terkekeh." Jika kau bosan saat dirumah kau juga boleh merawat bunga-bunga ini, Ayo kita duduk disana," Shaka menunjuk ayunan berwarna putih di tengah taman dan menarik tangan Gloria agar mengikutinya.
"Ayunan ini sangat cantik." Ucap Gloria yang duduk di atas ayunan lalu di susul oleh Shaka duduk di sampingnya.
"Ayunan ini juga Bibi Rick yang menyiapkannya." Shaka menuntun kepala Gloria untuk menyender di pundaknya. Lalu mengelus lembut dan sesekali mencium pucuk kepala istrinya itu.
"Kau ternyata bisa bersikap baik terhadap orang di sekitarmu." Ucap Gloria, hari ini dirinya serasa seperti istri yang di manja suaminya.
"Kau memang baik, tapi kau galak dan dingin. Andai saja kau bisa bersikap lembut seperti ini terus."
"Terus?" Shaka mengerutkan keningnya.
"Ya, terus. Karena sikapmu padaku sering berubah. Hari ini kau bersikap lembut, keesokan harinya kau bisa saja kembali dingin dan tak peduli padaku." Gloria menatap mata coklat lelaki tampan itu.
"Apakah aku seperti itu?." Shaka mengerutkan keningnya lagi.
"Ya. Tentu saja! Apa kau tak pernah menyadarinya Suamiku?" Gloria mengerucutkan bibirnya.
"Bibirmu jangan seperti itu, haha itu sangat lucu." Shaka malah tertawa.
"Kau tak menjawab, Kau malah menertawakan istrimu.
" Gloria, sayang.. Aku memang tak menyadari kalau aku bersikap dingin padamu. Karena aku memang seperti itu sejak dulu. Mulai sekarang aku akan lebih lembut lagi terhadapmu." Shaka mengecup kening Gloria.
"Terimakasih suamiku." Gloria memeluk tubuh besar Shaka. "Kau tak pergi kerja hari ini?"
__ADS_1
"Aku akan bekerja di rumah, kau mau menemaniku bekerja?." Tanya Shaka.
"Bolehkah?"
"Tentu saja, ayo." Shaka menarik tangan Gloria, mereka meninggalkan taman dan kembali masuk kedalam rumah. Shaka membawa Gloria ke sebuah ruangan yang terdapat banyak buku tertata rapi di rak yang besar. Gloria merasa takjub dengan ruangan seperti perpustakaan di dalam rumah itu.
"Ini ruang belajar, jika dirumah aku akan menyelesaikan pekerjaanku disini. Kau duduklah disofa aku akan mengecek beberapa data sebentar. Jika kau bosan kau boleh memilih buku untuk kau baca." Ucap Shaka yang di angguki oleh Gloria.
Shaka terlihat serius menatap layar laptopnya, dengan tumpukan berkas di tangan kiri sedangkan tangan kanannya sibuk menggerakkan mouse. Dia harus menyelesaikan beberapa dokumen penting yang akan di bawa oleh Samuel ke Hawai malam ini juga. Shaka membangun beberapa Hotel lagi disana setelah Hotelnya yang sebelumnya perkembang begitu pesat.
1 Jam lamanya ia berkutik dan bekerja dalam diam hingga ia sadar saat mata coklatnya menangkap sosok seorang wanita yang sudah memejamkan matanya di atas sofa. Senyum tersungging di wajah tampan Shaka melihat pemandangan di depannya.
"Kau selalu tidur dimanapun kau berada." Shaka membelai wajah cantik Gloria sehingga wanita itu terbangun.
"Kau sudah selesai? Kau terlihat sangat sibuk tadi, jadi aku memejamkan mataku, tak ku sangka aku malah tertidur." Gumam Gloria sambil mengerjapkan matanya.
"Maafkan aku yang tak memperdulikanmu sejak tadi, aku harus menyelesaikan beberapa dokumen karena malam ini juga Samuel akan membawanya ke Hawai, setelah kuterlantarkan 2 minggu kemarin." Ucap Shaka.
"Sebenarnya kemana saja kau selama 2 minggu itu?." Lirih Gloria.
Deg.. Deg.. "Kenapa aku tadi membahas ini, dia jadi mengingatnya." Ucap Shaka dalam hati
"Itu.. Aku ada urusan pekerjaan." Shaka mengalihkan pandangannya karena bagaimanapun dia bukanlah orang yang pandai berbohong.
"Benarkah? Lalu kenapa kau memalingkan wajahmu. Aku istrimu, jadi sekarang aku juga berhak tau segala urusanmu di luar sana. Bukankah begitu suamiku?."
"Ya, kau benar sayang. Kau memang punya hak atas segala urusanku. Tapi berjanjilah tak akan marah ataupun menjauhiku jika aku mengatakan yang sebenarnya." Shaka berkata dengan serius.
"Apa kau bersama wanita lain selama 2 minggu itu sehingga kau melupakan aku saat itu?." Mata Gloria mulai berkaca-kaca.
Shaka terdiam, ia berfikir harus menjelaskan kepada Gloria mulai darimana. Beberapa saat kemudian barulah ia membuka suara.
.
.
.
.
__ADS_1