ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Murka Shaka


__ADS_3

"Gloria! Kau!" Ucap orang itu sambil mengarahkan telunjuknya ke muka Gloria.


"Joelly..." Lirih Gloria.


"Isss.. Apa kau baru saja melayani Om mu disini?." Joelly menaikan satu sudut bibirnya, "Ooh lihat pakaianmu, sepertinya Om mu itu semakin memanjakanmu ya.. " Imbuh Joelly sambil memperhatikan gaun mahal yang melekat di tubuh Gloria.


"Ck.. Benar-benar murahan!." Ucap teman Joelly yang berada di belakangnya.


"Tak tahu malu!." Sahut teman yang lain.


"Sudah guys.. Ayo kita pergi dari sini. Tuan Arshaka pasti sudah menunggu kita." Ucap Joelly dengan sombong lalu pergi dari hadapan Gloria.


Sedangkan Gloria hanya menggeleng kepalanya kemudian berjalan melanjutkan jalannya.


Disisi lain, lelaki tampan berbadan tegap dengan sorot mata tajam dan rahang yang kuat, sedang memberikan sambutan dan mengungkapkan permintaan maafnya karena telah membatalkan kegiatan magang bagi mahasiswa di Perusahaan miliknya.


Setelah selesai, ia mempersilahkan semuanya untuk menyantap hidangan serta menikmati alunan musik yang di mainkan oleh beberapa musisi.


"Sam, aku bilang jamuan makan malam. Kenapa kau malah membuat pesta!." Ucap Shaka kepada Sama dengan sorot mata tajamnya.


"Haha.. Ini yang di inginkan anak muda tuan. Lihat tuan! gadis-gadis berpakaian minim itu menatap anda tanpa berkedip. Apakah menurutmu niat mereka dari rumah hanya untuk menyantap makanan? Tidak bos! Mereka menginginkan pesta." Ucap Sam melirik teman-teman kampus Gloria yang sengaja tebar pesona untuk mencuri perhatian Shaka.


Memang acara yang di buat Samuel tidak mirip dengan jamuan makan malam, melainkan pesta kecil di tempat terbuka.


"Cih.. Bahkan aku tak tertarik sama sekali." Ketus Shaka dengan wajah dingin.


Banyak gadis-gadis berebut mendekati mereka, termasuk Joelly. Namun hanya Sam yang tampak menikmati momen ini. Sekretaris playboy itu seolah mendapatkan angin sejuk di malam hari.


Di sisi yang tak terlalu jauh juga banyak gadis yang berlomba-lomba merayu dan bergosip tentang Shaka.


"Gue yakin malam ini Tuan muda Arshaka akan melirik gue."


"Kepedean lo..! Ingat tuan muda Shaka udah punya istri."


"Ck.. aku tak percaya itu. Bahkan publik pun tak tahu rupa istrinya."


"Gue istrinya."


"Mimpi lo!."


Sedangkan Shaka mencoba memisahkan diri dari kerumunan manusia yang semakin banyak mendekat padanya. Sekelebat Shaka melihat Gloria melewati tempat ramai itu, namun sekejap wanita itu langsung menghilang dari penglihatannya karena banyaknya gadis berkerumun didepannya.


"Aku akan mencari Yuna sebentar sebelum aku ke halaman belakang." Ucap Gloria sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok sahabatnya di antara lautan manusia.


"Aku tak menyangka, ternyata sebanyak ini yang hadir. Apa cuma aku yang terlewat?." Gumamnya sambil menggeleng pelan kepala.


Tepat setelah ia berucap, seorang wanita bergaun biru menghampirinya. "Gloria! Kau disini?."

__ADS_1


"Aaah.. Kebetulan sekali. Aku mencarimu, aku hampir tak yakin bisa menemukan mu di antara mereka." Gloria menunjuk orang-orang yang menikmati pesta di hadapannya.


"Kau bodoh! Kau tinggal menelfonku." Ketus Yuna. "Eh kau sengaja kesini untuk menghampiriku? Apa kau penasaran dengan penampilanku yang cantik ini? Aah... seharusnya aku mengirimimu fotoku sehingga kau tak perlu repot-repot datang kesini. Keponakan kecilku pasti kelelahan." Lanjut Yuna dengan percaya diri.


"Iya, kau memang cantik malam ini." Ucap Gloria yang membuat sahabatnya semakin percaya diri.


"Ayo kita mencari tempat duduk dan mengobrol." Ajak Yuna.


"Tidak, sebenarnya aku kesini bersama suamiku. Aku tak bisa berlama-lama nanti dia menungguku, kau nikmati saja acara ini." Tolak Gloria.


"Suamimu? Apa aku bisa bertemu dengannya sekarang?, kau masih berhutang padaku."


"Tentu, nanti aku akan bicara kepada nya." Ucap Gloria yakin.


"Yoooo.. Sepertinya kau ada dimana-mana sugar baby.." Ucap Joelly yang tiba-tiba muncul di belakang Gloria dan Yuna, karena lelah mencari perhatian Shaka namun tak di anggap, wanita itu akhirnya menjauhkan diri dan tak sengaja melihat Gloria jadi dengan segera menghampirinya.


"Kau tak tahu malu ya! Setelah menghabiskan waktu bersama Om mu sekarang kau menghadiri pesta yang bahkan kau tak di undang!." Joelly mendorong keras bahu Gloria, hampir saja Gloria kehilangan keseimbangan nya jika Yuna tak menahannya.


"Joelly apa yang kau lakukan!." Teriak Yuna.


Byur.. Joelly menyiramkan minuman yang ia pegang ke Gloria sehingga gaun yang ia pakai basah. "Ck.. Kau tak pantas melindungi wanita murahan ini!."


"Joelly!!. Kau keterlaluan!." Teriakan Yuna yang keras berhasil membuat orang yang didekat mereka mendekat.


"Sudah Yun.. Aku tak apa-apa." Bisik Gloria di telinga Yuna.


"Sudah, tak apa-apa. Aku lebih baik pergi dari sini." Ucap Gloria pelan, ia tak nyaman karena banyak mata yang menatapnya.


"Ayo ku antar." Yuna menawarkan diri.


"Ck ck ck, apa kau akan menemui om-om mu lagi sugar baby!. Apa kau akan menemui salah satu ayah dari anak harammu?" Ucap Joelly.


"Joelly cukup!!." Gloria sudah bersabar dari tadi, namun ia tak bisa menahannya lagi ketika Joelly menghina anak dalam kandungannya.


"Ooh kau tak terima..? Bukankah jelas anak yang di dalam perutmu adalah anak haram?.." Joelly menyeringai remeh, ia menyilangkan tangannya di depan dada dan mencondongkan badannya ke depan.


"Joelly, apa masalahmu denganku, kenapa kau selalu menggangguku." Lirih Gloria mencoba tak terpancing amarah.


"Aku hanya tak suka melihat wanita murahan sepertimu."


PLAK..


Gloria menampar pipi Joelly hingga merah, membuat orang-orang disana membulatkan matanya. "Jaga mulut kotormu Joelly." Ketus Gloria.


"Beraninya kau menamparku!!." Bentak Joelly keras sambil memang pipinya yang terasa panas, membuat orang-orang semakin banyak yang mendekat karena penasaran.


"Kau pantas mendapatkannya!." Saut Yuna dengan sinis.

__ADS_1


"Diam kau! Aku tak ada urusan denganmu." Teriak Joelly dengan wajah merah penuh amarah.


"Glo.. Ayo segera pergi dari sini, wanita ini sudah tak waras." Yuna menggandeng tangan Gloria namun tiba-tiba Joelly menarik lengan Gloria dan mendorongnya keras hingga terjatuh.


"Aww.." Pekik Gloria.


"Gloria..!." Teriak Yuna segera membantu Gloria untuk berdiri.


"Yun.. Aww.. Perutku." Gloria tak sanggup berdiri, ia merasakan sakit yang luar biasa di perutnya.


"Gloria bertahanlah! Kalian semua kenapa hanya melihat, cepat bantu aku!." Teriak Yuna panik namun orang-orang disana tak ada yang berniat membantunya.


"Yun.. Perutku.. Perutku sakit sekali." Lirih Gloria sambil memegang perutnya, suaranya sangat pelan. Wajahnya perlahan-lahan memucat.


"Glo.. bertahanlah! Tolong.. Siapapun kumohon tolong kami.!" Teriakan Yuna semakin keras, airmatanya jatuh deras membasahi pipinya. wanita itu memeluk tubuh Gloria yang bergetar menahan sakit.


Tak jauh dari sana, pengawal Gloria yang sejak tadi mencari nona mudanya karena tiba-tiba meninggalkan kamar mendengar samar teriakan seseorang yang meminta tolong, kemudian berlari menuju asal suara tersebut.


"Nona Gloria! Kenapa anda berada disini." Teriak pengawal tersebut tak kalah panik melihat nona mudanya tak berdaya.


"Pak, kumohon tolong sahabatku." Yuna memohon dengan suara yang sudah serak.


"Bertahan lah nona, saya akan memberitahu tuan muda." Pengawal itu segera menghubungi rekannya yang bertugas mengawal Shaka, sebenarnya ia ingin segera menolong nona mudanya namun ia tak berani menyentuh tubuh Gloria. Shaka pasti akan menghabisinya seketika, apalagi ia sudah lalai dalam menjaga nona mudanya itu.


Pengawal yang baru saja mendapat kabar dari rekannya pun segera berlari kehadapan Shaka. "Tuan muda, terjadi sesuatu pada nona Gloria." Pengawal itu mengatakan nya dengan cepat.


"Kenapa! Di mana dia!." Teriak Shaka.


Dengan berlari sekuat tenaga, Shaka dan Sam mengikuti pengawalnya untuk memecah kerumunan. CEO itu tak peduli dengan tatapan heran semua orang yang disana.


Sesampainya disana, matanya langsung tertuju pada wanita bergaun merah yang terkulai lemas tak berdaya, secepat kilat ia memindahkan tubuh Gloria ke dekapannya.


"Kau bodoh!! Kenapa kau berdiri disana dan tak menolong istriku segera!!!." Bentak Shaka pada pengawal Gloria.


Semua orang, terutama Joelly dan gadis-gadis lainnya terkejut luar biasa saat Shaka tiba-tiba disana, merengkuh tubuh Gloria kemudian menyebutnya istri.


"Sayang.. Apa yang terjadi." Suara Shaka bergetar.


Gloria ingin mengatakan sesuatu, namun suaranya tercekat. Ia tak mampu lagi bicara, yang ia bisa hanya menggerakkan bibirnya yang bergetar. Di detik selanjutnya matanya tertutup dan ia tak sadarkan diri.


"Gloria!!" Teriak Shaka dan Yuna dengan segala kepanikan mereka.


Shaka merasakan ada suatu cairan hangat yang membasahi tangannya, kemudian ia melihatnya. Seketika matanya membola melihat cairan berwarna merah merembes melalui gaun yang digunakan istrinya itu.


"Kerumah sakit sekarang!!!." Teriaknya hingga otot-otot lehernya menonjol keluar.


***

__ADS_1


Happy Reading..


__ADS_2