ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Jamuan makan malam


__ADS_3

Tuk.. Tuk..


Shaka mengetuk meja dengan bolpen yang ia pegang, ia benar-benar penat setelah seharian meeting bersama beberapa client nya dari New York. Ia beralih memijat keningnya dan sesekali mengerakkan kepala ke kanan kiri untuk mengembalikan semangat bekerjanya karena setelah ini ia masih ada beberapa pertemuan lagi.


"Bos.. " Sam masuk keruangan Shaka dengan membawa beberapa berkas. "Ini daftar mahasiswa magang yang sudah di seleksi." Sam menaruh berkas itu di meja bos nya.


Shaka menghela nafas kasar, "aku berniat membatalkan itu." Ucap Shaka tanpa menyentuh berkas di hadapannya. Awalnya ia membuka kesempatan magang untuk mengawasi istrinya, namun wanita yang jadi sasarannya itu bahkan tak terpancing.


"Why..?."


"Kau tak perlu bertanya Sam, kau sudah tahu pasti jawabannya. Berikan keringanan biaya selama 2 semester bagi mereka yang mendaftar." Ucap Shaka menatap Sam sekilas.


"Semua? Semua yang mendaftar?" Tanya Sam memastikan.


"Ya! Semuanya. Yang lulus seleksi ataupun tidak, mereka pasti sudah sangat berharap bisa magang di ARS Corp. Mereka juga pasti kecewa karena aku membatalkannya, jadi aku akan memberi sedikit kompensasi untuk mereka."


"Okey.. Baiklah." Sam akan mengatur semua yang bosnya perintahkan.


"Dan satu lagi, buatlah jamuan makan malam sebagai permintaan maaf ku secara pribadi. Undang semua mahasiswa, semuanya yang mendaftar." Imbuh Shaka yang menyenderkan punggungnya di kursi.


"Jamuan makan malam? Kapan bos?. Tak bisa kalau malam ini, terlalu mendadak untuk membuat acara yang akan dihadiri oleh ribuan orang."


"Besok.. Besok malam. Suruh seseorang pergi ke Universitas besok pagi untuk memberitahu pihak kampus." Shaka berbicara dengan pelan, ia tak bernafsu bekerja. Seakan Ruh yang tersisa hanya separuh di tubuhnya, mungkin karena terlalu lelah, atau karena ia ingin segera pulang dan bertemu istrinya.


"Segera di laksanakan bos." Sam beranjak lalu keluar dari ruangan sang CEO.


***


Shaka terus melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya selama pertemuan dengan Mr. William dari Unique property Group, yang mengajaknya bekerjasama dalam beberapa proyek pembangunan Apartemen di luar kota.


"Anda bisa menghubungi sekretaris saya untuk pembahasan yang lain" Ucap Shaka mengakhiri perbincangannya lalu berjabat tangan.


Dengan Gagah dan penuh karisma Shaka melenggangkan kakinya keluar dari restoran bersama sekretaris nya, ia secepatnya pulang karena dipikirannya seharian ini ingin segera berjumpa dengan istrinya di rumah.


Sedangkan Sam, ia mendengus kesal karena sejak sore tadi menerima gerutuan dari Bos nya itu.


Sam melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, gendang telinganya hampir pecah mendengar teriakan bos nya yang menyuruh menginjak gas sedalam mungkin.


Waktu menunjukkan pukul 10 malam saat mobil mewah Shaka memasuki pekarangan rumahnya, "Pulanglah!" Teriak Shaka pada Sam saat ia turun dari mobil.


"Ck.." Sam berdecak lalu mengambil mobilnya di garasi rumah Shaka karena tadi siang supir Shaka membawa mobil Sam untuk pulang.

__ADS_1


"Haha, kau seharusnya berbaik hati padaku. Kalau tak ada aku siapa yang mau menjadi sekretaris bos galak sepertimu." Didalam mobil Sam tertawa mengejek Bos nya yang dingin itu.


***


"Kau belum tidur?, sayang." Ucap Shaka yang melihat Gloria fokus menatap layar laptopnya.


"Heem, aku menunggumu pulang sekalian mengerjakan tugas dari dosen." Gloria tersenyum ke arah Shaka. "Suamiku, kau pasti lelah." Gloria beranjak dari duduknya lalu membantu Shaka melepas pakaiannya.


"Lelahku hilang setelah melihatmu." Shaka meraba pipi Gloria lalu mengecupnya, kemudian ia berjongkok mengsejajarkan kepalanya dengan perut Gloria dan berkata "Juniornya ayah.. Kau pasti merindukan ayah seharian ini kan?." Cup.. Ia mencium perut Gloria seolah mencium makhluk kecil di dalamnya.


Hati Gloria tersentuh dengan perlakuan Shaka yang lembut seperti itu, membuat ia melambung beberapa saat.


"Kau jangan sering begadang, apa tak sebaiknya kau berhenti kuliah? Aku tidak mau kau kelelahan lalu terjadi sesuatu denganmu atau anak kita. Kau harus banyak istirahat dirumah, bukankah dokter menyarankan seperti itu.."


"Berhenti kuliah..?". Diam sejenak, "Aku akan memikirkan nya dulu."


Cup.. Lagi, Shaka mengecup pipi Gloria. "Tidurlah, Aku akan membersihkan badan dulu." Shaka berjalan masuk kedalam kamar mandi kemudian memulai ritual mandinya dibawah guyuran shower.


***


Suara kicauan burung dari taman belakang kampus menjadi terapi telinga bagi para mahasiswa, tak terkecuali Gloria. Wanita cantik itu sedang duduk dibawah pohon rindang sambil memangku laptop untuk menyelesaikan tugasnya yang sempat tertunda semalam, ia duduk sendirian karena Yuna sahabat terbaiknya masih ada kelas.


"Yohooo.. Inilah sugar baby kita yang sedang terkenal di forum kampus." Seru Joelly yang tiba-tiba sudah berada di depan Gloria.


Gloria hanya melirik sekilas tanpa ingin menggubris.


"Hei sugar baby! Kau senang bukan sekarang kau menjadi artis kampus?." Joelly tersenyum remeh.


Gloria mengerutkan keningnya lalu mengalihkan pandangannya ke Joelly, "Apa maksud?."


"Hah!! Kalau kau tak tahu lihat saja di forum kampus, semua orang mengenalmu." Joelly menjeda ucapannya sejenak. "Mengenalmu sebagai wanita murahan." Lanjutnya.


Karena Gloria jarang membuka forum kampus jadi dia tak tahu tentang berita terbaru di kampusnya. Tak butuh waktu lama, Gloria mengambil ponselnya dari dalam tas. Lalu membuka forum kampus, matanya terbelalak saat melihat fotonya di sana. Di foto itu dia baru saja keluar dari ruang Obgyn sambil tersenyum lebar dan memegang perutnya.


"Cewek murahan."


"Tampangnya aja lugu, gak tahunya jadi simpanan."


"Siapa tuh bokap dari anaknya"


"Ssst.. Berarti tokcer guys, langsung jadi. Haha."

__ADS_1


Mahasiswa yang mulanya hanya menatap sinis Gloria kini melontarkan sindiran pedas, Gloria diam dan mengatur nafas sebaik mungkin agar airmatanya tak jatuh. Sindiran yang mereka lontarkan jauh lebih buruk dari yang Gloria dengar setiap harinya.


"Oh ya, kemarin gue lupa ucapin selamat buat lo. Selamat ya atas kehamilan anak haram lo." Ucap Joelly lantang kemudian berlalu meninggalkan Gloria yang masih duduk di bawah pohon.


Gloria mengelus lembut perutnya, ia sebisa mungkin menahan airmatanya meski hatinya begitu sakit mendengar kata anak haram yang baru saja joelly ucapkan.


"Sayang.. Jangan dengarkan yang orang lain katakan." Gumamnya pelan sambil pura-pura tak mendengar hujatan demi hujatan dari mahasiswa yang berada disana, hingga para mahasiswa itu lelah kemudian diam dengan sendirinya.


Beberapa saat kemudian datanglah Yuna menghampiri Gloria dengan membawa dua botol minuman di tangannya.


"Aku mencarimu kemana-mana ternyata kau asyik duduk disini, aku membeli minum untukmu." Yuna menyodorkan 1 botol minuman lalu Gloria menerimanya.


"Kau sudah selesai kelas?. Kenapa tak menelfon ku saja agar kau tak susah-susah mencariku." Ucap Gloria yang sudah berhasil mengatur nafas dan emosinya seolah-olah tak ada yang terjadi padanya.


"Eeeh iya.. Aku tak kepikiran." Yuna menggaruk rambutnya yang tak gatal. Ia terlampau tak fokus karena baru saja mendapat undangan perjamuan makan malam dari petinggi ARS Corp.


"Glo.. Are you oke?." Ucap Yuna lagi saat melihat semua mahasiswa memandang aneh ke arah Gloria, sebenarnya ia tahu tentang gosip panas tentang sahabatnya itu di forum kampus. Jadi ia tahu saat ini pasti Gloria sangat tertekan.


"Ya! Memangnya kenapa?." Jawab Gloria dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Ah tidak." Yuna membalas senyum Gloria. "Eh kau tahu Glo! Aku mendapat undangan makan malam bersama Tuan Arshaka!." Lanjut Yuna dengan girang.


"Hah? Sungguh..?."


"Ya! Tentu. Sebenarnya yang di undang bukan aku saja si.. Tapi semua mahasiswa yang mendaftar magang. Pihak kampus bilang karena ada sedikit kendala Tuan Arshaka membatalkan kegiatan magang, jadi dia memberi beasiswa bagi setiap mahasiswa yang mendaftarkan diri. Dan yang lebih baik dari itu, dia mengundang semuanya untuk makan malam bersamanya. Dia sungguh hebat bukan?." Yuna menjelaskan dengan wajah berseri.


"Kau tak sedih?." Tanya Gloria heran.


"Ah untuk apa sedih, bisa satu ruangan dan makan bersama CEO tampan itu bahkan lebih baik dari sekedar magang, bahkan aku belum tentu lulus seleksinya. Haha." Yuna menertawakan dirinya sendiri.


"Ck.. Dasar kau. Kenapa aku tak tahu dia mengadakan perjamuan makan malam." Gumam Gloria.


"Kenapa kau harus tahu, kau fikir Tuan Shaka itu suamimu yang harus memberitahu jadwalnya kepadamu? Kau bahkan tak ikut mendaftarkan diri saat itu, jadi tentu saja kau tak tahu. Ck.." Yuna berdecak.


"Hehe kau benar.." Gloria tersenyum canggung, "Yuna.. Tuan Shaka memang suamiku." Ucap Gloria dalam hati. Wanita itu terus saja mendengar ocehan Yuna yang tak penting, tentang harus memakai baju apa dan sepatu yang bagaimana.


***


Silahkan tekan like dan tulis komentar sebagai dukungan untuk Author.


Thank you.

__ADS_1


__ADS_2