
Shaka memeluk tubuh Gloria dari belakang, lalu menopang kan dagunya pada pundak istrinya itu. Saat ini mereka sedang bermanja di tempat favorit Gloria yang tak lain adalah balkon kamarnya.
"Sayang.. Perusahaan yang berada di Kanada ada sedikit masalah, aku harus turun tangan untuk menyelesaikan semuanya. Apakah tak apa jika aku pergi kesana dan meninggalkan mu di sini?." Ujar Shaka dengan tangan mengelus lembut tempat kesukaannya.
"Memangnya kapan kau akan pergi? Dan berapa lama?." Gloria mencoba menghentikan tangan Shaka yang semakin liar.
"Besok, mungkin sekitar 1 minggu."
"Apa! Kenapa sangat mendadak. Dan kenapa lama sekali?." Ucap Gloria sedih.
"Aku berjanji akan langsung pulang jika urusan di sana sudah selesai, sayang." Shaka membalikkan tubuh Gloria sehingga mereka berhadapan, lalu mengecup bibir mungil Gloria yang menggoda. Namun hasratnya semakin menggelora dan kecupan itu menjadi ******* yang hangat, sesaat kemudian Shaka menghentikan aktifitasnya saat merasakan air yang membasahi pipinya perlahan.
"Kenapa menangis?." Shaka menghapus cairan bening yang keluar dari kelopak mata wanita di depannya itu. "Jangan sedih, aku akan terus menghubungimu meskipun aku sesibuk apapun."
Di detik berikutnya Gloria menyatukan bibirnya dengan bibir Shaka, entah mendapatkan keberanian dari mana sehingga dia melakukan itu. Sungguh kali ini ia menjadi wanita yang sangat agresif, tentu saja Shaka malah menyukainya.
Mereka terbuai satu sama lain, tangan kekar Shaka menarik tengkuk Gloria agar lebih mendekat dengannya. Semakin lama mereka semakin tenggelam hingga Shaka tak dapat menahan lagi, kemudian membopong tubuh Gloria ke tempat tidur.
Mereka mendekap erat tubuh satu sama lain, menyatukannya perlahan dan merasakan sentuhan demi sentuhan. Malam ini untuk pertama kalinya Shaka menikmati tubuh Gloria lagi setelah wanita itu mengalami pendarahan beberapa minggu lalu, biarlah mereka menghabiskan malam terakhir sebelum Shaka pergi ke Kanada untuk menyelesaikan problem di perusahaannya.
**
Sore ini Gloria sedang mencoba resep baru yang di ajarkan oleh koki di rumah Shaka, ia ingin menguasai berbagai macam masakan barat favorit Shaka. Agar ia bisa menyiapkan makanan untuk Shaka setiap harinya, karena bagaimanapun itu adalah kewajibannya sebagai seorang istri.
"Semoga suamiku suka." Gumam wanita itu sambil mencicipi soup yang ia buat.
__ADS_1
"Eh suamiku kau sudah pulang?! apa ini sebuah kejutan, kau pulang tanpa memberi tahu ku.?." Ucap Gloria penuh suka cita ketika Shaka tiba-tiba berada di belakangnya.
Ia langsung menghambur ingin memeluk Shaka, namun Shaka menepisnya.
Gloria sedikit tersentak, namun ia segera mencari alasan yang masuk akal untuk dirinya sendiri agar tak berpikiran macam-macam. "Sayang, duduklah dulu kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Lihat aku mencoba membuat soup kesukaanmu, sebentar akan ku ambilkan mangkuk agar kau bisa mencobanya, kau harus mencicipi nya sebelum kau istirahat."
Gloria mengambil mangkuk lalu menuang soup itu ke sana, namun tiba-tiba Shaka menariknya sehingga soup panas itu tumpah mengenai paha Gloria. Dan karena kaget mangkuknya pun terjatuh dan pecah sehingga Gloria tak sengaja menginjak pecahannya.
"Aaaakhh." Pekik Gloria menahan panas di paha dan sakit di telapak kakinya yang mulai berdarah. "Su..suamiku kau kenapa?." Ucap Gloria dengan cairan bening yang mulai menggenang di pelupuk mata.
"Kau!! Beraninya kau berbohong padaku!!." Teriak Shaka penuh amarah, ia menarik paksa tubuh Gloria menuju ke kamar.
"Apa maksudmu.. Aku tak pernah membohongi suamiku sendiri." Gloria mencoba menahan airmatanya agar tak tumpah. Ia bergidik takut melihat Shaka yang begitu marah padanya, ia tak tahu kesalahan apa yang sudah ia perbuat sehingga Shaka tiba-tiba menyeretnya begitu kasar dan tak peduli jika dirinya sedang terluka.
Dia begitu senang ketika melihat suaminya sudah pulang dari Kanada, namun entah setan dari mana yang merasuki lelaki itu hingga tiba-tiba murka kepadanya. Bukankah sebelum ia pergi ke Kanada semuanya baik-baik saja? Bahkan beberapa waktu lalu ia memberikan kejutan candle light dinner untuknya. Lalu kenapa suaminya menjadi seperti ini?.
"Se.. Selingkuh?. Aku tak pernah melakukannya." Gloria jelas mengelak karena ia memang tak pernah berbuat hal yang suaminya tuduhkan itu.
"Kau tak usah bersandiwara lagi, aku sudah tahu semuanya!!." Shaka melempar beberapa foto ke wajah Gloria hingga berhamburan, di foto itu terlihat Gloria dan Jacob yang sedang makan berdua di cafe, salah satu diantaranya mereka berdua sedang berpelukan.
Gloria sungguh kaget bukan kepalang, "Aku bisa jelasin!. Kau keliru sayang!." Gloria mulai meninggikan suaranya.
"Hah! Kau diam-diam bertemu dengan kekasihmu saat aku berada di Kanada! Itu kan yang mau kau jelaskan.!!" Shaka mencengkram kuat bahu Gloria. "Katakan! Itu memang kau kan!!."
Gloria mengangguk pelan, "Tapi aku tidak berhubungan lagi dengan dia, waktu itu kami hanya sekedar bicara. Lagipula itu sudah lama." Lirih Gloria.
__ADS_1
"Ooh.. Jadi kau mengakuinya kalau kau sering bertemu dengan lelaki itu dan sudah lama menjalin kasih dengannya!." Shaka semakin naik pitam.
"Jangan-jangan waktu itu kau memang sengaja menggodaku saat aku mabuk dan memancing ku untuk menidurimu sehingga kau hamil, dengan begitu kau bisa menaikkan martabatmu!!. Dasar wanita murahan!." Shaka semakin menguatkan cengkraman nya.
PLAK..
Gloria menampar keras pipi Shaka, air mata yang ia tahan sejak tadi kini sudah jatuh begitu saja. ketegarannya runtuh ketika lelaki itu mengatakan kata-kata hina untuk dirinya.
"Beraninya kau menamparku!." Bentak Shaka geram.
"Kau.. Kau pantas mendapatkannya setelah kau mengatai istrimu dengan kata-kata tak pantas seperti itu.!!." Bantah Gloria dengan bibir gemetar dan wajah yang di penuhi air mata.
Shaka menarik paksa rambut panjang Gloria yang tergerai, hingga wanita itu memekik kesakitan.
"Aaaakh.. Hentikan! Sa..sakit..." Gloria meraih tangan Shaka agar lelaki itu melepaskan tarikannya.
"Kau yang pantas mendapatkan ini setelah berhianat kepadaku!!. Seharusnya setelah aku menidurimu waktu itu aku tak percaya begitu saja pada wanita murahan sepertimu!."
Shaka mendorong kuat Gloria sampai tubuh wanita itu terbanting keras ke atas ranjang. "Kau suka aku tiduri kan? Dan setelah itu kau akan mendapatkan uang dariku untuk bersenang-senang bersama kekasihmu! Baiklah aku akan memberi yang kau mau!!."
Shaka merobek paksa pakaian yang melekat pada tubuh Gloria, "Brengsek! Wanita murahan!!."
Gloria tak bisa memberontak lagi karena tubuh kekar Shaka mengunci tubuh mungilnya hingga tak bisa bergerak, wanita itu hanya bisa menangis karena merasa sakit. Bukan sakit karena pahanya yang melepuh ataupun sakit karena telapak kakinya yang berdarah, melainkan ia merasakan sakit pada hatinya. Ya, hatinya begitu terluka karena suaminya tak bisa mempercayainya. Dadanya terasa sangat sesak dan nyeri.
"Bren*sek!!." Umpat Shaka dengan tubuh yang sudah berlumur keringat, senja pada hari ini menjadi saksi bahwa Shaka meniduri wanitanya dengan begitu kasar dan buas serta amarah yang memuncak. Ia sudah tak peduli lagi pada Gloria yang terisak di bawah kendalinya.
__ADS_1
***