ISTRI RAHASIA TUAN MUDA

ISTRI RAHASIA TUAN MUDA
Cemburu


__ADS_3

Disinilah Shaka dan Gloria sekarang, di sebuah ruang salah satu rumah sakit terbaik di Negerinya. Mereka menatap hasil USG dari sebuah monitor, mereka berdua tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Terutama Shaka yang tak henti-hentinya tersenyum setelah melihat calon anaknya yang masih seukuran biji jagung.


Dokter bilang usia janin Gloria baru 3 minggu, sehingga ia harus berhati-hati menjaganya karena usia kandungan muda masih sangat rentan.


Selesai melakukan pemeriksaan Shaka bermaksud langsung membawa Gloria pulang untuk beristirahat, namun tiba-tiba ponselnya berdering. Ia merogoh ponsel dari dalam saku celananya, dilihat nya nama Samuel pada layar benda pipih itu.


"Sayang, kau duduklah disini dulu. Aku akan mengangkat telfon dari Samuel." Shaka menuntun Gloria untuk duduk di kursi didepan ruang Obgyn.


"Baiklah." Gloria menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa ia tak keberatan.


Setelah Gloria duduk, Shaka mengangkat telfonnya sedikit menjauh dan menyuruh pengawalnya untuk lebih mengawasi Gloria.


Gloria membuka kembali hasil USG yang baru saja dokter berikan padanya, matanya berkaca-kaca dan kedua sudut bibirnya terangkat penuh. Sesekali ia mengelus perutnya yang masih rata, tiba-tiba ia mengalihkan pandangannya saat kertas yang ia pegang jatuh karena tersenggol seseorang yang lewat di depannya.


"I'm sorry.."


Gloria diam membeku saat mendengar suara seseorang yang ingin dia hindari. Dari sekian ratus bahkan ribu orang di rumah sakit ini kenapa ia harus bertemu dengan orang yang ia kenal.


"Gloria.. "


"Jacob.."


Mata Jacob langsung tertuju pada kertas yang baru saja Gloria pungut dari lantai.


"Kertas apa itu Gloria." Tanya Jacob, sehingga Gloria segera menyembunyikan kertas itu kebelakang punggungnya. Sontak Jacob semakin penasaran lalu matanya kembali tertuju pada tulisan yang tergantung di pintu.


"Obgyn?" Gumam Jacob seraya merebut paksa kertas yang di sembunyikan Gloria. Seketika Jacob terbelalak setelah melihat kertas itu. "USG.. Gloria kau hamil.?" Jacob seakan tak percaya.


"Kembalikan Jacob!!." Gloria merebut paksa kertas itu dari tangan Jacob.


"Katakan Gloria! Apa kau hamil dengan lelaki tua yang waktu itu!! Katakan apa lelaki brengsek itu yang menghamilimu!. Jangan diam saja Gloria cepat katakan.!!" Wajah Jacob memerah menahan amarah, tangannya mencengkram kencang bahu Gloria hingga terlihat kuku-kukunya memutih.

__ADS_1


"Apa yang kau maksud lelaki brengsek itu adalah aku?." Shaka muncul begitu saja dari belakang Jacob lalu menepis tangan Jacob dari bahu Gloria.


"Jika yang kau maksud lelaki brengsek adalah aku, maka jawabannya adalah iya." Tangan kekar Shaka bertengger ke pinggang ramping Gloria seakan mengatakan bahwa wanita ini hanyalah milikku.


Dengan jelas Jacob menggeram kesal melihat tangan Shaka yang bertengger manis di pinggang wanita yang di cintainya.


"Gloria kau tak harus hidup menjadi seorang simpanan seperti ini, kemarin kau dengan lelaki tua sekarang kau dengan lelaki ini. Kau kembalilah padaku!." Jacob menarik paksa tangan Gloria namun segera di tepis kasar oleh Shaka.


"Kau tak memiliki hak sedikitpun padanya, jadi kau jangan berani untuk mengatur hidupnya." Sorot mata Shaka begitu tajam, seakan bisa mencabik tubuh Jacob kapan saja.


"Tentu saja aku punya hak untuk mengatur hidupnya, aku kekasihnya yang sebenarnya?." Jacob berkata sombong. "Lalu apa hak mu?, kau hanya lelaki brengsek yang bersenang-senang dengannya untuk sesaat bukan?." Jacob tersenyum remeh pada Shaka.


"Sepertinya kau bermimpi terlalu jauh!!, bagaimana mungkin wanita ini memiliki kekasih di saat ia sudah punya suami sempurna sepertiku." Shaka semakin mengeratkan pelukannya pada wanita di sampingnya. "Dan juga kau harus tahu, dia sedang mengandung anakku." Shaka mengelus lembut perut Gloria.


"Kau sudah menikah Gloria?, lalu siapa lelaki tua waktu itu? Kau menikah dan menjadi simpanan sekaligus.!" Teriak Jacob murka.


Plak.. Gloria menampar Jacob sekali lagi setelah kejadian di kampus waktu itu.


"Tidak!! Kau harus kembali padaku Gloria. Aku juga akan menerima anak yang ada di perutmu. Aku tahu kau masih berharap padaku!." Jacob mencoba menarik tangan Gloria namun Shaka langsung menyentak tangan Jacob.


"Jangan berani menyentuh istriku, ayo kita pulang sayang." Shaka menekan kalimatnya, ia berbalik dengan tangan yang masih setia melingkar di pinggang ramping istrinya.


Baru beberapa langkah, Shaka berhenti tepat di depan pengawalnya "Ingat wajahnya, Pastikan pria itu tak menemui istriku lagi!." Kalimat pelan yang keluar dari bibir Shaka terdengar jelas di telinga pengawalnya. Di detik berikutnya Shaka sudah berjalan meninggalkan Jacob yang mematung di lorong rumah sakit.


Jacob menatap kepergian Gloria dengan tatapan sendu, ia sudah tak punya hak lagi pada wanita yang ia cintai. Apakah ia harus menyerah? Tidak! Tidak semudah itu!.


Jacob menggertak rapat giginya dan mengepalkan tangannya sangat kuat hingga otot tangannya terlihat semakin jelas.


"Aku akan mengambilmu.. " Gumamnya.


***

__ADS_1


Hening.. Gloria dan Shaka tak ada yang bersuara, otak kedua manusia itu menjelajah ke alam fikiran masing-masing, entah apa yang ada di fikiran Gloria saat ini. Namun Shaka, jelas lelaki itu memikirkan kejadian dirumah sakit barusan. Cukup lama pasangan suami istri itu terdiam hingga mobil yang mereka kendarai berhenti di sebuah rumah mewah bergaya klasik.


"Tuan, kita sudah sampai." Ucapan sang sopir menyadarkan Shaka dan Gloria sehingga mereka turun dan masuk kedalam rumah.


Masih diam, mereka masih tak bersuara seperti sepasang orang asing. Hanya derap sepatu Shaka yang menggema seisi rumah sedangkan Gloria mengekor di belakang Shaka dengan kaki kecilnya yang berusaha mengimbangi langkah lebar lelaki itu.


Bug.. Gloria menabrak punggung lebar Shaka ketika lelaki itu tiba-tiba berhenti.


"Aww.." Pekik Gloria, tubuh mungilnya terpental dan hampir saja jatuh sebelum sebuah tangan kekar meraih dan mendekapnya.


"Hati-hati." Ucap Shaka.


"Aku sudah berhati-hati, kau yang tiba-tiba berhenti." Elak Gloria.


"Katakan! Siapa lelaki yang kau panggil Jacob itu?." Shaka tak tahan lagi menutup rasa ingin tahunya.


"Dia mantan kekasihku." Gloria menjawab tanpa ada keraguan sedikitpun di hatinya.


"Mantan kekasih?." Kening Shaka mengerut, "Kau masih berhubungan dengan mantan kekasihmu?." Imbuhnya.


"Tidak! Bagaimana mungkin aku berhubungan dengan pria lain sedangkan aku memiliki suami sempurna sepertimu, bukankah begitu yang kau ucapkan tadi?." Gloria berkata mantap, wajah cantiknya terlihat semakin imut.


Shaka tersenyum sambil menaikkan satu alisnya, "Bagus, lain kali jangan berbicara dengan pria lain selain aku, apalagi yang pernah menjalin hubungan dengan mu."


"Why?" Gloria memiringkan kepalanya.


Tanpa menjawab Shaka mengecup bibir cherry Gloria, ia berniat hanya mengecupnya sekali namun dorongan kuat dari dalam dirinya menuntut lebih hingga ia ******* bibir manis yang sudah menjadi candu baginya.


Tanpa sadar, tangan mungil Gloria melingkar di leher Shaka dan mulai membalas ******* itu. Hingga berhenti saat mereka sadar bahwa mereka tidak sedang di kamar melainkan masih di ruang tamu.


Dengan nafas yang masih memburu Shaka mendekatkan bibirnya di telinga Gloria yang memerah, lalu berbisik " I'm jealous..."

__ADS_1


__ADS_2