
Semua karyawan berbaju rapi memberi hormat pada lelaki muda yang tengah berdiri penuh wibawa di depan mereka. Ya, semua karyawan yang memiliki jabatan penting di ARS Corp Hawai langsung berkumpul setelah mendapat kabar jika bos besar mereka telah sampai di perusahaan sukses itu.
"Saya tak ingin berbasa-basi, siapkan semua berkas kalian dalam 10 menit! Aku tunggu di ruang meeting." Shaka berkata dengan mantap dan tegas, sorot matanya menatap tajam semua orang yang berada di depannya saat ini.
Tak perlu menunggu lama, semua karyawan itu langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh Bos mereka.
Setelah sepuluh menit berlalu, Shaka memimpin rapat dengan penuh serius dan bijaksana.
***
"Setelah ini kita segera ke hotel Sam, kau sudah siapkan semuanya kan? Dan jangan lupa segera hubungi Mr. Darwent, atur janji temu dengannya. Aku ingin urusanku disini cepat kelar agar aku bisa segera pulang." Shaka memerintah Samuel, setelah melihat lelaki itu selesai membereskan berkas diatas meja rapat.
"Bicara soal pulang, apa kau sudah mengabari nona Gloria jika kau sudah sampai disini bos?" Samuel mengingatkan Shaka.
"Gawat! Kenapa aku bisa lupa, aku terlalu fokus pada urusan kantor hingga lupa menghubunginya." Shaka merogoh saku celananya dan tidak menemukan sesuatu yang ia cari.
"Kau menyimpan ponselku Sam?" Shaka bertanya dengan mimik wajah serius, sedangkan Samuel mengernyit bingung dengan pertanyaan Shaka.
"Tidak bos, aku melihat kau masih memegangnya saat kita turun dari pesawat. Sebentar bos, mungkin terselip di antara kertas-kertas ini." Sam mengeluarkan semua berkas yang sudah ia tata rapi di dalam tas yang ia pegang hingga kosong, namun tidak menemukan ponsel Shaka.
"Kau ingat-ingat lagi bos, apa mungkin kau menaruhnya di dalam koper?"
"Aku yakin tidak Sam.. Sial!!" Shaka mengumpat saat ia teringat sesuatu.
"Pasti terjatuh dari saku kemejaku saat di toilet Bandara, aku tak sengaja menabrak orang karena terburu-buru." Shaka masih mengumpat kesal.
"Bos, bukankah kau terlalu bodoh dan ceroboh. Bagaimana mungkin ponselmu bisa melompat keluar dari sakumu? Pasti ada orang yang sengaja mengambilnya." Samuel membereskan berkas-berkas yang ia keluarkan dari tas nya tadi.
"Jangan berburuk sangka dulu, kalau memang ada yang sengaja mengambil ponselku memangnya apa yang bisa di lakukan orang itu? Untuk membuka password nya saja ia tak akan mampu apalagi melihat isinya."
"Apa perlu aku menyuruh anak buahku untuk menghapus semua data yang tersimpan di ponselmu bos?" Tanya Samuel sungguh-sungguh.
"Tak perlu Sam, cukup kau lacak dimana keberadaan nya saja. Segera lakukan itu setelah kita sampai di hotel dan coba kita lihat siapa yang ingin bermain denganku. Sekarang pinjamkan ponselmu!"
__ADS_1
Sam segera mengambil ponsel dari balik jas yang ia pakai lalu menyodorkan nya pada Shaka, "Silahkan bos."
Shaka mengambilnya dengan sangat antusias, namun beberapa saat kemudian wajahnya berubah masam. Ia melirik Sam dan melihat ponsel yang ia pegang secara bergantian.
PRAK..
"Bos!!" Sam terpekik saat melihat ponselnya terhempas begitu saja ke lantai.
"Ponsel mati kau berikan padaku, tak berguna!" Shaka berkata dengan gampangnya setelah membuang ponsel milik Samuel.
"Tentu saja mati bos! Kau membanting nya!!" Samuel berteriak menahan kesal.
"Ponselmu mati karena itu aku membantumu membuangnya agar kau membeli ponsel baru!!" Shaka tak mau kalah.
"Sejak turun dari pesawat aku memang belum menyalakan ponselku bos! Kau hanya perlu menekan tombolnya bukan membantingnya!"
"Ck! Sudahlah!"
***
"Ternyata kau masih sangat mencintaiku honey.. Bahkan password ponselmu saja masih sama seperti dulu. I'm come back my honey.."
"Kau yakin priamu itu masih mencintaimu, Cassy?" Seorang wanita menyauti ucapan Cassy.
"Tentu.. Aku adalah cinta pertamanya. Britney, kau tentunya pernah dengar kan bahwa cinta pertama akan terus melekat di hatimu." Ucap Cassy dengan yakin.
"Itu hanya bualan kau tak harus mempercayainya, lagipula apa kau tak membaca biodata terbaru priamu itu? Dia sudah menikah! Dan wanita yang kau temui bersamanya saat di Spanyol pastilah istrinya. Kau tak bermaksud menggoda lelaki beristri kan? " Britney mencoba menjelaskan.
"Menggoda? No! Aku tak menggodanya, aku hanya ingin menagih janjinya."
"Janji? Cassy sadarlah.. Dulu kau yang menolak lamarannya, sebaiknya kau lupakan dia."
"Tapi.. Tapi aku sangat mencintainya, waktu itu aku tak bermaksud menolaknya, aku hanya belum siap untuk menikah. Sekarang aku sudah siap menjadi istrinya, aku yakin dia juga sangat mencintaiku buktinya dia tak mengganti password ponsel miliknya meski ia telah menikah dengan istri nya sekarang. Dia pasti tidak mencintai istrinya." Cassy melihat isi ponsel yang ia pegang.
__ADS_1
Britney membuang nafas kasar, "Terserah kau saja, sebagai orang yang peduli padamu aku sudah memperingatkanmu. Aku tahu kau tak akan berbuat hal yang tak seharusnya kau buat, kau hanya boleh bertemu dengan nya untuk mengembalikan ponsel yang kau ambil itu. Kau harus tahu batasmu, Cassy." Britney berdiri dari duduknya lalu meraih kedua tangan Cassy, gadis itu berkata dengan tulus.
"Aku..." Cassy menjeda sejenak lalu mengambil nafas dalam sebelum melanjutkan kalimatnya, "Baiklah."
***
Gloria terbangun dari tidurnya saat sinar matahari menyapanya melalui celah tirai, ia mengerjapkan matanya berulang kali ketika melihat seseorang duduk di atas ranjang di samping ia berbaring.
"Ibu?" Ucap Gloria saat melihat mertuanya tersenyum hangat padanya, lantas ia bangun dan menyandarkan badannya pada kepala tempat tidur.
"Sayang.. Bagaimana keadaanmu? Ibu membawakan sarapan untukmu." Nyonya Zalleo menunjuk nampan makanan yang ia taruh di atas meja disamping ranjang.
"Terimakasih ibu, ibu tak perlu repot-repot mengantarkan sarapan untukku. Aku sudah lebih baik, aku bisa mengambilnya sendiri di dapur." Gloria merasa tak enak hati sekaligus terharu atas kebaikan mertuanya.
"Apa yang kau katakan? Tak ada kata repot dari ibu terhadap anaknya, lagipula jika ibu tak merawatmu dengan baik suamimu yang keras kepala itu akan mengomel kepada ibu tiada henti. Apa kau mau makan sekarang sayang? Ibu akan menyuapimu." Nyonya Zalleo hendak mengambil segelas susu hangat namun terhenti saat mendengar perkataan Gloria.
"Ibu.. Apa kau tahu wanita di foto ini?"
"Foto?"
Gloria mengambil selembar foto yang ia simpan di balik bantalnya lalu menyerahkan ke Nyonya Zalleo, "Iya ibu, foto ini."
Mata nyonya Zalleo melebar sejenak setelah ia meraih foto itu, namun ia segera menetralkan kembali raut wajahnya. "Dari mana kau mendapatkan ini, sayang?"
"Bawah tempat tidur.. Aku mendapatkan ini dari bawah tempat tidur ibu, disana ada sekotak penuh foto orang sama." Jelas Gloria.
Nyonya Zalleo menghembus nafas kasar, "Dia.. Bernama Cassy."
"Cassy?"
***
Mohon maaf kepada readers tercinta karena author sering terlambat update, untuk kedepannya author usahakan akan update teratur.
__ADS_1
Thanks for reading.
See you..