Istri Satu Juta Dolar

Istri Satu Juta Dolar
Bab. 27


__ADS_3

Prince menatap ke arah Amora yang baru saja pulang. Wanita itu berjalan melewatinya begitu saja tanpa menoleh dan menyapa.


"Amora kau darimana?" tanya Prince mengikuti wanita itu.


"Memang perlu menerangkan padamu kemana aku pergi?" jawabnya ketus.


Amora sedang lelah dan capai. Dia butuh dukungan. Namun, suami yang dia harapkan dukungannya malah baru saja dengan wanita lain.


Mendengar jawaban ketus Amora membuat Prince geram. Dia mengikuti Amora hingga mereka sampai ke kamar.


"Amora aku ini suamimu jadi berhak tahu kau darimana?"


"Hah, aku lupa jika aku punya suami. Aku tahunya kau itu suami wanita lain yang hanya tidur di sini karena takut tidak mendapatkan warisan!" sindir Amora.


Dia butuh dukungan seseorang. Nyatanya, dia harus melakukan semuanya sendiri. Namun, dia bisa melalui itu.


"Amora! Kau sungguh keterlaluan, jaga bicaramu jika tidak...." Prince mengatakannya dengan geram, satu tangannya seperti hendak mencengkram wanita itu.


"Kenapa? Kau ingin menampar atau memukul. Silahkan. Aku tidak takut menghadapimu karena menghadapi kematian saja aku sudah terbiasa. Sayangnya, sampai saat ini aku masih hidup dan diberi umur hanya untuk melihat diriku dilecehkan harga dirinya olehmu! Kau telah menghina keluarga besar Candra dan ayahku karena menjadikanku yang kedua. Aku diam belum tentu aku menerimanya!"


"Aku tidak pernah bertanya kau dari mana atau pulang kapan karena tahu kau sedang bersamanya. Lucunya adalah jika kau mencintainya kau tidak akan melihatku. Nyatanya, kau mencintainya tapi juga menginginkan tubuhku. Apakah itu namanya cinta?"


"Jika kau jadi aku, apakah kau masih bisa bersikap baik padamu? Pikirkan!" ucap Amora penuh dengan rasa sakit.


"Sudah!" lirih Prince dengan sorot mata tajam.


Amora masuk ke kamar mandi dan membanting pintu dengan keras. Prince terkejut. Dia mengusap wajahnya dengan tangan.


Entah apa yang dilakukan wanita itu di dalam kamar mandi tapi dia di sana dalam waktu yang lama. Hampir dua jam tanpa suara. Prince yang penasaran dan khawatir Amora terkena serangan mendadak penyakitnya membuka pintu kamar mandi.

__ADS_1


Tubuhnya membeku begitu melihat apa yang ada di depannya. Tubuh Amora yang berada di bawah guyuran air terlihat sempurna. Itu adalah sebuah keindahan. Sebagai seorang pria normal dia menelan salivanya.


Amora menoleh dan terkejut melihat Prince sedang menatapnya tanpa busana. Dia menutupi bagian terpenting tubuhnya.


"Kau mengintip!"


"Melihat tubuh istri sendiri bukan kejahatan Amora," kata Prince santai tersenyum lalu menutup pintu kembali.


Tubuh Prince tiba-tiba merasa panas.


Apa itu? batin Amora kesal. Bisa-bisa nya pria itu mengintipnya mandi dan tidak merasa bersalah.


Tidak lama kemudian Amora keluar dari kamar mandi memakai bathrobe dia lupa tidak membawa pakaian ganti sekalian tadi.


Dia melirik tajam pada Prince ketika melewati pria itu. Mengambil pakaian di lemari sebelum masuk kembali ke kamar mandi.


"Kau tidak makan malam?" tanya Prince.


"Melihatmu saja sudah membuatku kenyang," ucap Amora ketus.


"Kau tidak bertanya padaku apakah aku sudah makan atau belum? Bukankah itu yang dilakukan oleh istri?"


"Aku hanya istri diatas kertas tapi tidak di hatimu jadi jangan meminta hak mu untuk dilayani seperti suami pada umumnya jika aku juga tidak kau anggap sebagai istri."


"Aku suamimu Amora, suka atau tidak!"


"Aku sedang lelah dan enggan untuk berdebat denganmu. Jika kau mau dilayani pergilah ke tempat wanitamu sana."


Amora memunggungi Prince.

__ADS_1


Dia lama dikamar mandi karena menangisi nasibnya. Walau dia terlihat kuat di depan semua orang dalam hatinya dia juga merasa rapuh. Dulu, dia mengira jika menikah dengan Prince dia akan menemukan pelindung yang tepat dan menemukan tempat bersandar yang bisa dia jadikan tempat mencurahkan perasaannya.


Begitu besar harapan yang dia pupuk dan itu hancur ketika Prince mengatakan jika dia telah menikahi wanita lain yang baru datang dalam hidupnya. Padahal selama ini dia yang telah menunggunya datang.


Dia iri pada Luna yang bisa mengambil hati Prince dengan mudah. Apa yang dimiliki Luna yang tidak dia miliki? Kenapa mudah sekali pria itu mengkhianatinya dengan wanita lain.


Jika tidak mencintai Amora mengapa harus menikah dengannya dan membuat neraka untuknya sendiri. Jika karena Amora yang sakit maka Amora punya uang untuk membeli obat itu tanpa harus mereka menikah. Sebenarnya apa yang kau sembunyikan Prince? Tidak mungkin hanya karena harta keluarga Liu karena dia yakin hanya Prince yang patut untuk menjadi penerus Kakek Liu karena itu Kakek Liu tidak akan memberikannya pada pewaris lainnya.


Amora bukan wanita bodoh yang bisa dibohongi dengan mudah.


Amora menyeka air mata yang lolos begitu saja dari kedua matanya diam-diam namun dia terkejut ketika Prince melihatnya dari atas. Pria itu lantas membalikkan tubuh Amora ke arahnya.


"Ada apa? Kau bisa ceritakan padaku?"


Amora masih mengatupkan bibirnya dengan rapat.


"Aku dengar kau tadi menagih banyak uang pada Pamanmu tadi?"


"Essa butuh uang banyak untuk usahanya. Dia ingin menjual saham bagiannya padaku dan aku mengatakan jika aku tidak bisa membelinya. Namun, aku berjanji akan membawakan uang yang dia butuhkan."


"Jadi kau menagih uang itu? Kau berani sekali? Apakah kau tidak tahu siapa Joko? Kau bermain dengan orang yang salah Amora. Kau bisa dalam bahaya jika menyentuhnya?"


"Lalu aku harus bagaimana? Apakah aku harus menjual saham milik Papa keluar? Tidak mungkin. Atau meminta bantuanmu, itu sama sekali tidak pernah terpikir olehku?"


"Kenapa kau tidak melakukannya?"


"Aku tidak tahu seberapa licik dirimu. Kau bisa saja memanfaatkannya situasi ini untuk keuntungan pribadimu saja."


"Begitu buruk aku bagimu?"

__ADS_1


__ADS_2