Istri Satu Juta Dolar

Istri Satu Juta Dolar
Bab.6 Dewa Penolong


__ADS_3

Melihat Prince yang semakin berjalan mendekat bersama rombongan pengawalnya membuat nyali Amora dan Essa menyiut.


"Kau tetap di motor, jika keadaannya berbahaya, kau harus cepat pergi dari sini."


"Tapi aku belum pernah pakai motor balap, Kak," ujar Amora di dekat kepala kakaknya.


"Sama seperti motor maticmu dan mengendalikannya seperti permainan tadi," jelas Essa dengan suara lirih.


"Tapi bagaimana denganmu," kata Amora cemas.


"Kau jangan khawatirkan aku," ucap Essa. "Bagiku, harga diri dan kebahagiaanmu jauh lebih penting dari nyawaku."


Essa turun dari motornya. Dia berjalan mendekat ke arah Prince.


"Untuk apa kau datang kemari?" tanyanya. Dia sebenarnya tahu jika Prince bukan lawannya. Dia adalah salah satu mafia bawah tanah yang ditakuti oleh lawannya. Menghabisi Essa adalah hal mudah baginya.


"Aku hanya ingin membawa mempelaiku ke rumah. Di sana keluarga besar Liu sedang menunggunya. Rencananya pernikahan akan dipercepat."


"Adikku tidak akan menikah denganmu!" ujar Essa.


"Aku tidak minta restumu. Aku hanya perlu dia," jawab Prince santai sambil menyesap rokoknya. Kacamata hitam yang dia pakai menyembunyikan ekspresi sebenarnya dari wajah tegas dan keras Prince.


"Sial, dia itu satu-satunya adikku. Aku akan memastikan dia berada pada orang yang tepat. Orang yang mencintainya, bukannya yang mengkhianatinya dan menjadikannya yang kedua," tolak keras Essa.


Mendengar pembelaan dari kakaknya membuat hati Amora menjadi terharu. Kakaknya sama seperti ayahnya yang mencintai dengan sepenuh hati.


"Aku hanya ingin membuat perusahaan milik kita semakin besar dan kuat dengan menikahi Luna tidak lebih dari itu. Soal Amora, bukankah kami sudah merencakan pernikahan ini dari lama. Tidak perduli dengan apa yang akan terjadi."


Amora membuang wajah ketika Prince menatapnya. Hal itu membuat Prince semakin kesal padanya.


"Lagipula, aku akan membayar Amora dengan mahal. Aku akan memberikan mahar satu juta dolar padanya. Bukankah itu lebih dari cukup," lanjut Prince dengan suara berat yang berwibawa.


Sebenarnya Essa nampak terkejut mendengarnya. Satu juta dolar jumlah uang yang banyak hanya untuk dijadikan mahar. Hanya saja, mereka punya uang yang lebih banyak dari itu dari nilai saham yang dimiliki oleh keluarga Candra.


"Sa-satu juta dolar, itu tidak sebanding dengan kebahagiaan adikku."

__ADS_1


"Kalau kau tetap melarang aku akan mengambil paksa dirinya darimu," ujar Prince meninggi.


Tanda bahaya sudah mulai terlihat. Pelan-pelan Amora memutar kunci dan mundur ke belakang.


"Amora pergi, cari tempat yang aman dari penjahat ini." Prince langsung menghalangi beberapa orang yang hendak mendekat ke arah Amora.


Amora lantas memutar motor berat itu dan mulai menjalankannya meninggalkan tempat itu.


"Sialan, kejar wanita keras kepala itu," bentak Prince pada anak buah. Seketika mobil ikut berputar arah agar bisa mengejar Amora yang sudah berjalan jauh.


Sejenak di ujung gang, Amora berhenti melihat nasib kakaknya yang sedang dipukuli oleh anak buah Prince.


Amora melihat sebuah mobil mendekat ke arahnya. Dia langsung menancapkan gas lebih cepat meliuk diantara padatnya jalanan ibukota.


Diluar dugaan Prince. Amora tidak seperti wanita lemah lainnya. Dia nampak lihai memakai kendaran ber CC tinggi itu dengan cepat menembus beberapa kendaraan di depannya.


Prince yang mengemudikan kendaraannya sendiri melajukan kendaraannya lebih cepat agar bisa mendahului Amora.


"Gadis kecil itu sangat nakal dan liar. Sepertinya dia perlu diberi pelajaran agar jadi wanita anggun."


Mereka mulai melewati jalanan yang tidak terlalu ramai. Saling mengejar dengan kecepatan diatas rata-rata. Kelihaian Amora mengendalikan motornya membuat Prince berdecak kagum. Pasti akan menyenangkan jika wanita itu ada diatasnya nanti. Pikir liar Prince.


Dia seperti seekor singa betina yang sulit untuk ditaklukan oleh pejantan tangguh.


Di sisi lain nampak sebuah mobil Lamborghini putih melintasi jalanan pinggir pantai dengan santai. Pemilik kendaraan itu adalah pria dengan rambut ikal sebahu berwarna cokelat. Wajahnya sangat lembut dan cantik. Layaknya Dewa dari kayangan sedang menyamar dan memakai pakaian casual putih yang menawan.


Netranya tertuju kaca spion. Di belakangnya nampak sebuah kendaraan roda dua melesat cepat ke arahnya. Tanpa sengaja seorang anak kecil berlari cepat menyeberangi jalan.


Dave menghentikan mobilnya tiba-tiba dan pemilik motor membanting strir kemudi ke samping kanan agar tidak menabrak mobil Dave.


Sedangkan bagi Prince sudah terlalu mendadak untuk menghentikan kendaraannya. Tubrukan terjadi walau tidak terlalu keras antara kendaraan milik Dave dan Prince. Debu berterbangan diantara mereka membuat penglihatannya Amora terganggu.


Dave mengumpat dengan mengabsen seluruh nama binatang ketika akan keluar dari mobil.


Dia membuka kacamatanya dan menatap ke arah bumper mobil belakangnya yang rusak parah.

__ADS_1


"Woy, kau apa yang kau lakukan pada mobilku," teriak Dave.


Prince keluar dari mobilnya. Dia bukannya menjawab pertanyaan Dave malah mendekat ke arah Amora yang sedang bangkit dari sepeda motornya yang jatuh.


"Kau mau melarikan diri kemana lagi Amora ku sayang?" Prince sambil mengangkat sepeda motor yang mengenai tubuh Amora.


Kali ini Amora nampak pasrah. "Aku tidak mau ikut kau!" seru Amora. "Pergi kau!"


Prince mengabaikan perlawanan Amora. Dia langsung mengangkat Amora ke atas pundaknya yang kokoh.


"Hei Tuan, kau merusak mobilku dan kesenanganku, apakah kau akan bertanggung jawab?"


"Orangku akan mengurusmu," ujar Prince tenang berjalan ke mobil. Sedangkan Amora bergerak memberontak.


"Tuan, kau jangan memaksa seorang wanita yang tidak ingin ikut denganmu," ujar Dave tenang.


"Jangan campuri urusanku," ujar Prince.


"Jika ini suatu penculikan maka aku tidak akan membiarkannya karena melawan hukum," lanjut Dave menghalangi jalan Prince.


Amora berusaha melihat orang yang ingin menolongnya dengan menegakkan kepalanya.


"Tolong aku, dia pejahat kelamin yang ingin menculikku," ujarnya.


Prince terkejut dengan sebutan untuknya dari mulut Amora. Dia memukul keras pantat Amora.


"Beraninya mengatakan itu pada orang yang akan menjadi suamimu sebentar lagi."


"Aku tidak sudi menikah denganmu. Turunkan aku!"


"Kau lihat, dia mengatakan tidak ingin menikah denganmu!" ujar Dave dengan suara lembut yang enak didengar.


"Hei kau, menyingkir lah, kau itu bukan lawanku," ungkap Prince meremehkan pria di depannya.


Dave sebenarnya tidak suka ikut urusan orang lain. Hanya saja melihat wajah cantik Amora yang nampak tertekan dan ketakutan ketika dibawa Prince membuat dia ingin menolongnya. Amora menatapnya penuh harap. Membuat hati Dave tergerak untuk membantu gadis kecil itu.

__ADS_1


"Apakah lawanmu hanya seorang gadis lemah? Ck... ck...." ejek Dave membuat wajah Prince memerah. Dia lantas menurunkan Amora tapi masih menggenggam tangannya.


__ADS_2