
Beberapa hari dilalui oleh amora dan dengan bahagia mereka selalu bersama setiap kesempatan bahkan Prince tidak pernah apartemen Luna lagi.
Luna marah ketika tahu Prince tidak bisa datang ke rumah. Dia memberitahu jika sedang menghadiri menghadiri pesta dengan Amora lewat sebuah chat. Handphone itu keras ke lantai.
Boris tertawa keras melihatnya. "Kau itu model papan atas dan pengalaman pula dalam hal soal pria bagaimana bisa kalah dengan anak ingusan itu?"
"Diamlah, Kak, bukannya membantu kepalaku pusing saja," gerutu Luna. Untung yang handphonenya adalah handphone dengan merk terkenal yang tidak mudah rusak serta di lantai itu ada karpet tebal diatasnya.
"Kau harus bisa menyingkirkan gadis itu Luna. Itu adalah salah satu cara untuk bisa menguasai semua harta keluarga Liu. Kau harus ingat jika Prince adalah tambang emasmu," ujar Boris.
"Aku tahu itu, Kak. Apalagi dengan kehamilan ini, aku yakin Prince tidak akan meninggalkan aku."
Luna mengelus perutnya yang besar itu.
"Semua bisa terjadi apalagi status pernikahanmu itu tidak sah di mata hukum Luna. Kau hanya simpanan dari Prince tidak lebih ibaratnya kau itu hanya seorang selir," tandas Boris.
"Kau itu bukannya menyemangati adikmu malah membuatku merasa jatuh. Aku sudah berusaha menjadi istrinya, namun pengaruh kakek itu sungguh besar. Dia membuat Prince menikahi Amora. Namun, aku yakin jika cinta Prince itu hanya untukku?'' sungut Luna.
Dia ingin dukungan penuh dari kakaknya bukannya malah kata-kata yang menyakitkan seperti ini.
"Kau jangan percaya diri dulu. Amora terlihat polos tapi dia wanita yang cerdik. Kemarin dia bisa membuat Pamannya Joko tidak berkutik," ujar Boris.
__ADS_1
Rumor tentang Amora yang berhasil menjebak Joko, itu beredar luas di kalangan pembisnis muda. Mereka penasaran seperti apa dirinya karena dia jarang terlihat.
Sejenak mereka terdiam. Perkataan Kakaknya membuat Luna berpikir ulang tentang rencananya untuk menyingkirkan Amora. Sepertinya dia harus merubah strateginya kali ini.
"Kita harus memikirkan cara untuk bisa menyingkirkan Amora dari hidup Prince."
"Bagaimana caranya, Kak? Wanita itu seperti belut yang sukar untuk kugenggam dan kusingkirkan. Kepalaku pusing memikirkan ini."
"Untuk saat ini kau hanya perlu mempengaruhi Prince. Membuat dia sadar, hanya kaulah wanita yang patut dia cintai dan dia kasihi. Jangan sekalipun membuat masalah dengannya. Pria suka wanita penurut itu yang harus kau ingat."
"Baiklah aku akan melakukan apa yang kau suruh. Soal Amora, itu akan jadi urusanku. Aku punya cara halus untuk menyingkirkan dia dari hidup Prince tanpa harus mengotori tangan kita."
Setelah kejadian itu membuat dia menjadi dendam kesumat pada pria itu. Prince akan merasakan berkali-kali lipat karena menembakinya demi seorang wanita.
Boris tersenyum licik, "Kau tidak perlu tahu."
"Sekarang pulanglah ke apartemenmu, bukankah kita sudah bersandiwara di depan Prince jika kau dibuang oleh keluarga?"
Luna mendesah dengan malas dia berjalan keluar. "
"Biar kau diantar oleh Aris."
__ADS_1
"Aris?"
"Ya, kalau Prince melihat, bilang saja kau naik ojek beli makanan di luar."
"Kak, aku harus naik motor buntut Aris? yang benar saja."
"Terlihatlah menyedihkan di depan Prince. Bilang jika kau bosan dan dia tidak pernah bisa menemanimu, dia akan luluh. Percayalah." saran dari Boris.
Luna tersenyum kecut. Dia lantas keluar dari rumah itu dengan membonceng Aris.
"Dasar Kakak tidak berperasaan."
Luna lalu memfoto dirinya sendiri dan memasang gambarnya di laman publik miliknya. Dengan Caption, 'Sendiri hanya bersama dengan Abang ojek baik hati.'
Berharap itu akan dilihat oleh Prince. Ide kakaknya itu sangat bagus karena beberapa menit kemudian banyak komentar masuk dan memuji sikap rendah dirinya yang mau naik ojek.
Ternyata sangat mudah membuat orang lain tersentuh. Luna tersenyum sendiri. Sampai di apartemen dia memberikan tips yang banyak untuk tukanv ojek palsu itu.
"Wah, bukan hanya cantik Mba ini juga baik hati. Mba itu kan artis yang sering di TV." Gambar itu di ambil oleh seseorang dengan bayaran.
Luna mengangguk. Ya video palsu itu dikirim ke toktok dan menuai banyak pujian.
__ADS_1