
Mey menghampiri Dokter Surya di taman yang telah di janjikan dengan wajah sedih. Dokter Surya sedang duduk dengan Rhea di kursi taman berwarna putih.
"Apa suami kamu ketemu Mey?" tanya dokter Surya.
Mey menggeleng.
"Trus bagaimana? apa kita pergi saja?"
Mey melihat ke Rhea, gadis kecil itu pasti kelelahan dan dokter Surya juga gak bakal meninggalkan dia sendirian di sana.
"Kita pulang saja dok"
"Baiklah"
Mey melihat Rhea "sama tante saja ya sayang" Mey mengulurkan tangan untuk menggendong bocah itu. Rhea mengangguk dan menghambur kedalam gendongan Mey. Dengan begini Mey seolah bisa menggendong Alfi meski rasanya tidaklah sama. Tapi ia berharap Alfi juga di sayangi oleh semua orang yang ada didekatnya.
Dokter Surya membukakan pintu untuk Mey dan Rhea. Pria itu tidak banyak bertanya pada Mey ia tau pasti perempuan itu berada di titik terbawahnya yang ia butuhkan adalah hiburan agar sedikit mengurangi kesedihan Mey.
"Dokter tidak jadi makan siang?"
"Boleh sih tapi bagaimana kita akan makan jika kamu tidak mau makan bareng aku dan Rhea"
"Dokter tidak malu makan bareng aku?"
Dokter Surya tertawa "malu? memangnya kamu kenapa?"
"Aku perempuan yang tidak bisa di bawa kekeramaian" ujar Mey. Ia teringat dengan Hugo yang mengurungnya dalam rumah dan juga tidak pernah mengenalkan dirinya ke khalayak. Ia juga teringat dengan orang-orang yang di temuinya hari ini yang mengatakan dirinya tidak waras karena mencari Hugo dan mengaku menikah dengannya. Mereka semua menilai Mey tidak pantas untuk Hugo. Andai mereka tau apa yang terjadi di balik kehidupan Hugo.
__ADS_1
"Jangan rendah diri Mey, cantik itu bukan fisik tapi hati"
"Hanya dokter yang bilang gitu" gumam Mey.
"Aku serius Mey, atau malah kamu yang risih sama aku?"
"Gak dok, dokter adalah orang pertama yang aku kenal di kota ini"
"Maka dari itu Mey, mari kita rayakan hal ini anggap saja silaturrahmi dengan tetangga"
Mey melihat ke Rhea yang di pangkuannya ia merasa bersalah pada gadis kecil itu karena tanpa di sadari gadis kecil itu ikut pula kena imbas masalahnya.
"Baiklah dok, kita makan dulu"
Dokter Surya tersenyum "begitu dong Mey, cara menghadapi masalah itu memang harus kuat fisik telebih dahulu apalagi kamu tidak makan dari kemaren"
"Aku kan dokter Mey"
Mey melongo kagum pada dokter yang serba tau itu sedangkan dokter Surya tertawa melihat ekspresi Mey yang duduk di sebelahnya bersama Rhea.
***
Hugo mendatangkan dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan Alfi ke apartement tempat ia tinggal. Ia gelisah belum mengetahui keadaan Alfi. Malam tadi ia tidak sempat bertanya pada Mey karena kemarahan.
Tapi yang sedari tadi tidak mau diam melihat Alfi adalah Vino ia bolak-balik dekat Alfi dan sesekali memeriksa anak itu., masih tertidur lelap setelah semalaman menangis hingga ia dan Hugo kewalahan mendiamkannya. Kadang ia kasihan pada Hugo yang menanggung banyak beban masalah. Masalah yang di perbuat sang mama demi ketenanaran, masalah rumah tangganya dan masalah tentang dunia keartisannya. Hugo orangnya bertanggung jawab meski terkenal dengan play boy sebelumnya
"Dia kenapa dok? tidak pingsan kan?" tanya Vino pada dokter pria berusia empat puluh tahun yang memeriksa keadaan Alfi.
__ADS_1
"Dia hanya kelelahan, tidak apa-apa cukup kasih obat ini dua kali sehari pada luka-lukanya" dokter itu mengasihkan beberapa tablet kapsul.
Hugo bernafas lega dan mengelus kepala anaknya dengan lembut.
"Terima kasih dok"
Dokter itu mengangguk, Vino mengangat dokter itu kedepan. Tidak lama kemudian ia muncul kembali.
"Bos harus mencari pengasuh Alfi, kasian dia..eyke mau kok jadi baby sitternya"
Hugo mengusap kepalanya ini semua karena keegoisannya ia sudah terlanjur terluka karena mey yang tak kunjung mencintainya. Dimata Mey ia tetaplah seorang bajingan sampai kapanpun.
Apa yang ada dipikiran perempuan itu sekarang? mengingat Alfi? tidak, ia tidak akan mengasihkah Alfi padanya. Alfi adalah buah dari kesalahannya, Mey tidak menerima dirinya dan itu berarti Alfi juga tidak akan pernah ada bersama Mey lagi.
Diluar terdengar Vino bicara dengan seseorang suara kemayunya terdengar nyaring sampai kedalam. Tidak lama kemudian pria itu muncul.
"Ada undangan acara ulang tahun star entertainment " ujar Vino sedih sambil mengangsurkan kertas undangan ke Vino.
"Apa bos akan kesana?'
"Ya"
Vino melongo seolah tidak percaya, sebelumnya Hugo tidak pernah datang ke acara Stars apapaun jenisnya. tapi sekarang?
Pasti karena Kikan.
***
__ADS_1