
Apa yang aku pikirkan? kenapa aku sekejam ini?.Berkali-kali Hugo merutuki diri namun separuh jiwa iblisnya berkata bahwa itu adalah hukuman agar Mey gak macam-macam.
Ia meraih ponselnya yang tergeletak di meja ternyata sudah banyak panggilan yang tidak terjawab dari Kikan dan kakeknya. Berbagai jenis pesan masuk melalui WA dan pesan biasa menanyakan keberadaannya. Ia menoleh kesamping dimana Mey sedang tidur membelakangi dirinya.
"Mey..."
Mey pasti marah pada dirinya tapi lidah Hugo berat untuk minta maaf karena yang paling berhak marah di sini adalah dia.
"Aku keluar sebentar, kamu tunggu disini" ujar Hugo datar. ia mengumpulkan pakaiannya yang berserakan dilantai dan membawanya ke kakamar mandi. Dengan cepat ia beberes dan keluar dari sana. Mey pasti tidak akan kemana-kemana pikirnya. Karena pakaiannya sudah tidak berbentuk lagi tidak mungkin Mey memakai baju yang sudah sobek-sobek keluar dari sana.
Semua orang pasti mencarinya termasuk Alfi ia akan kembali setelah nanti. Hugo kembali ketengah pesta dan disambut oleh Kikan.
"Kemana saja kamu Hugo?" kikan menyonsong kedatangan Hugo dengan cemas. Gadis itu baru saja bergabung dengan teman-teman Hugo sesama artis di bawah stars entertainment. Ada Femi, Roy dan Kimy serta dua orang lainnya di sana.
"Tuh anak sedari tadi nyariin lu, ampe nangis dia" canda Roy.
"Hampir satu jam ngilang jangan-jangan lo ngamar ya?" kekeh Femi. Wajah para cewek artis yang pernah di pacarin Hugo bersemu merah. Bagaimanapun Hugo adalah mantan mereka. Kikan melihat wajah Hugo memang ada perubahan seperti habis mandi. Apa Hugo separah itu? berarti rumor yang beredar bahwa Hugo play boy itu adalah benar. Sekarang Kikan menyaksikan sendiri Hugo masih sempat ngamar disaat pesta seperti ini.
"Anjay!!! calon bos baru , ketipu gua! tau gini udah gua baik-baikin lo dari dulu" Roy memukul bahu Hugo.
"Ya gua salah juga sih coba gua kasih tau dari dulu hari pasti udah banyak babu gua" balas Hugo ngakak.
"Kalau gak di sorot kamera udah gua bunuh lo sekarang" Femi melihat sekeliling semua orang melihat gerak-gerik Hugo pasti untuk dimuat dalam berita malam ini juga. Dalam beberapa jam lagi akan ada
"Bunuh gua bang, bunuh!" sindir Roy sambil melihat ke para cewek mantan Hugo yang selama ini gak sadar di bohongi Hugo habis-habisan, tau-taunya Hugo udah punya anak.
"Ya, udah deh lo semua nikmatin pestanya gua kesana dulu" pamit Hugo pada semuanya termasuk pada Kikan. Gadis itu mengangguk tapi raut wajahnya terlihat kecewa karena di tinggal Hugo.
Seorang wartawan mendekati Kikan dengan kamera menjuntai di lehernya "apa hubungan mbak dengan Hugo?"
Kikan melihat sekeliling jika ia menjawab dia adalah pacarnya Hugo salah gak sih? hampir semua yang ada disni adalah mantannya Hugo.
__ADS_1
"Aku adalah temannya" jawab Kikan.
"Berarti mbak tau dengan kehidupan Hugo, kalau boleh tau siapa istri Hugo yang sesungguhnya? apa latar belakangnya? apa dia juga seorang artis atau anak dari pengusaha?"
Kikan menggeleng "maaf aku baru pulang dari luar negri jadi aku baru bertemu dengan Hugo hari ini"
"Apa mbak mempunyai hubungan spesial dengan Hugo? karena tadi aku lihat mbak sangat dekat dengannya"
***
Hugo mendatangi kakek, paman dan ayahnya disana ada Alfi yang sedang menjadi pangeran di antara mereka semua . Ada juga Sean dan seorang gadis kecil kalau tidak salah itu adalah gadis kecil yang tadi bimbing Mey. Kemana ayahnya yang seorang dokter itu?.
Vino ada di tengah-tengah anak kecil itu menghibur seperti badut . Gadis kecil itu tertawa mengegemaskan sambil menarik-narik pipi Vino.
"Kemana saja kamu Hugo? kamu menghilang sepanjang acara" tanya kakeknya saat Hugo baru saja duduk bersama mereka.
Paman dan bibinya melihat dengan tajam beda dengan ayah dan mama tirinya yang melihatnya dengan tatapan lembut tapi tetap saja hugo benci. Ia teringat dengan mamanya yang tersakiti karena penghianatan mereka.
"Banyak yang akan kakek tanyakan padamu Hugo termasuk tentang keluarga kamu tapi kakek tidak punya banyak waktu kakek harus ke Singapura malam ini juga"
"Itu maunya kakek kamu sebagai penerus harus memilih mana yang kamu ambil alih" kakeknya berkata santai tapi sekelilingnya yang berubah menjadi tegang apalagi wajah Elsa dan Adyaksa.
"Aku tetap memilih di dunia artis kek" Hugo melihat ke ayahnya dengan sinis.
"Kalau begitu kamu ambil saja stars entertanment"
"Stars akan hancur dengan sekejap jika Hugo yang memimpinnya ayah, terlalu banyak yang di rahasiakan Hugo dari kita termasuk tentang keluarganya, lihat bocah itu apa ayah yakin dia anaknya Hugo?" Elsa menujuk Alfi.
"Dia cucuku Elsa, jangan kamu ragukan hal itu" tepis Adyka tajam.
"Jadi ternyata kakak juga menyembunyikan semua ini dari kita?" Adyaksa berkata tak kalah tajam.
__ADS_1
"Aku harus apa? apa kalian peduli padaku? jadi untuk apa aku mengumbar kehidupanku pada kalian semua" sindir Hugo.
"Kita ini keluarga!" potong Adyaksa.
'Ya, keluarga! kalian mengucilkan aku dan mamaku, kami hidup dengan cara kami sendiri lalu sekarang paman bilang keluarga?"
BRAK!!
Adyatama melabrak meja marah seluruh tamu melihat pada mereka. "jadi kalian begini di belakang aku? kalian membuat aku malu! aku membangun usaha ini dengan kerja keras tapi kalian menghargai sesama anggota keluarga saja tidak bisa! kamu Adyaka! aku tidak melarang kamu memilih perempuan mana yang kau cintai tapi jangan kau beginikan cucuku!"
Semua anggota keluarga Adyatama terdiam dalam hati Adyaka sangat kesal pada Hugo. Demi apa putranya sendiri membuat dirinya kena marah di depan semua orang. Ingin rasanya ia menjewer telinga anak itu.
"Pantas saja Hugo tidak pernah datang setiap perayaan ulang tahun stars, jadi ini masalahnya?"
Dalam hati Hugo tertawa setidaknya ini mengurangi kekesalannya pada paman dan ayahnya.
"Sampai sekarang saja Hugo tidak mengenalkan perempuan yang di sebut istri olehnya papa" ujar Adyaksa kesal.
"Atau jangan-jangan istrinya adalah perempuan yang tidak benar, atau dia bukan perempuan yang sepadan" cibir Elsa.
Ketakutan mama Hugo sebentar lagi akan terbukti Hugo akan jadi bulan-bulanan keluarga besar papanya terutama oleh Elsa dan Adyaksa. Dua orang yang suka bikin ribut soal harta itu suka memandang remeh orang lain apalagi jika orang itu status sosialnya ada di bawah mereka.
"Rhea ayo kita pulang sayang"
Keluarga yang sedang adu urat tersebut menjadi diam. Dokter Surya menggendong anaknya buru-buru dan pamit pada semuanya.
"Apa kamu sudah menemukan orang yang kamu cari Surya?" tanya Adyksa.
"Sudah!" jawab dokter Surya sambil berlalu.
"Memangnya dia cari siapa?' tanya Vivian pada Adyksa.
__ADS_1
"Teman perempuannya yang tadi menghilang"
Hugo kaget jangan-jangan orang yang dimaksud adalah Mey. Dengan cepat Hugo meninggalkan tempaiti dan berlari kekamar dimana tempat Mey tadi berada dengan pikiran tidak karuan.