Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
mabuk janda


__ADS_3

Mey tidak tau harus kemana pagi-pagi buta seperti ini. Setelah mencuri kunci di saku celana Hugo ia langsung melarikan diri dari sana menibggalkan Hugo yang terlelap.


Sekarang hidupnya seperti di teror oleh bayangan mantan suaminya itu.


Sesekali Mey melihat kebelakang untuk antisipasi kalau Hugo mengejarnya. Ia menghidupkan ponselnya dan banyak panggilan dan pesan di sana dari dokter Surya yang mencemaskan dirinya. Ia dengan cepat menelpon dokter itu.


"Hallo honey, bisa jemput aku?"


"Kamu dimana honey?" terdengar suara cemas di seberang sana.


"Aku di jalan"


"Kemu tunggu disana, aku jemput"


"Cepat ya!"


"Aku akan kesana sekarang"


Setelah panggilan itu di putus Mey berdiri gelisah disana jangan sampai Hugo menemukan dirinya sebelum dokter Surya datang. Hugo pasti akan mengurungnya lagi di kamar dan bisa jadi pria itu nekad melancarkan apa yang tertunda semalam.


Untungnya dokter Surya datang lebih cepat dan membawa Mey pergi dari sana. Pria itu khawatir melihat wajah Mey acak-acakan.


"Kamu kemana saja Mey , aku gak tidur semalaman mencemaskan kamu'


Mey tidak tau harus jujur atau bohong, dua-duanya sama-sama akan menyudutkan posisinya. Jika ia jujur dokter Surya pasti tersinggung karena semalam ia tidur dengan mantan suaminya dan jika ia bohong maka ia tidak bisa berlindung dari kejaran Hugo.


"Kejujuran itu perlu honey, aku mau kita saling jujur karena kejujuran adalah kunci suatu hubungan honey" desak dokter Surya.


Mendengar hal itu akhirnya Mey jujur. Dokter iru tercenung sejenak tapi kemudian menghembuskan nafas.

__ADS_1


"Baiklah honey aku mencoba mengerti karena itu bukan salah kamu, tapi bagaimana kalau kamu di sini dulu Mey mengurus pernikahan kita, supaya lebih mudah, aku akan bilang bapak"


Mey mengangguk setuju.


Dokter Surya geram pada Hugo yang ternyata membohongi Mey kemaren. Mengapa ia tidak curiga sama sekali dengan hal itu? padahal Hugo kemaren katanya pergi bersama Kikan, kenapa bisa bersama Mey?. Trik Hugo membodohinya sungguh sempurna tapi mulai sekarang tidak akan lagi ia bisa di bohongi. Ia tidak ingin calon istrinya tersayang jatuh lagi ketangan jandanya.


Ia mencintai Mey pada saat masih di tangan Hugo. Perpisahan Mey dengan Hugo adalah kesempatan baginya untuk memiliki Mey seutuhnya. Jika Mey bersamanya ia berjanji pada dirinya sendiri ia akan membahagiakan Mey.


Maka mulai hari itu Mey di umpetin di suatu tempat yang jauh dari jangkauan Hugo. Dokter Surya mengempatkan Mey di sebuah villa milik temannya sesama dokter.


Villa itu tidak terlalu besar tapi suasananya sangat menyenangkan karena berada di daerah berhawa dingin. Untuk keperluan Mey sendiri dokter itu menempatkan seorang asisten rumah tangga disana.


"Gak apa-apa tinggal disini dulu sebentar ya?" tanya dokter Surya sebelum pergi.


"Gak apa-apa honey, ini seperti liburan"


"Kalau ada apa-apa kasih tau aku, besok aku akan kesini lagi membawa konsep undangan"


"Rasanya pernikahan kita lama bangat, kita nikah sekarang saja yuk" wajah sang dokter memelas dan Mey tertawa melihat ekspresi itu karena lucu.


'Besok kamu mau aku bawakan apa honey?" tanya dokter Surya.


"Sepertinya aku belum butuh apa-apa"


"Bawain cinta yang banyak, boleh?"


Mey tersenyum mendengar gombalan itu.


"Makin lama aku makin gak kuat untuk pisah, baru saja berpisah aku rindu lagi, peluk dulu dong"

__ADS_1


Dokter Surya asyik menggobali Mey hingga akhirnya terdengar teriakan di mobil.


"Papa!!! cepetan, kita udah pegal!!" teriak Rhea sambil menujulurkan kepala di jendela mobil.


"Iya sayang, iya!"


***


Semangat Hugo menghilang rasanya ia tidak berjiwa lagi setelah di tinggal Mey pagi itu. Ia seperti orang gila mencari Mey kesana kemari tapi tidak menemukannya.


Mey juga tidak menanyakan Alfi. Ia bertahan di persembunyiannya tanpa mengingat anaknya sama sekali. Hugo kesal jika sebelum menikah saja Mey sudah lupa semuanya apalagi sesudah menikah.


Ia juga meminta orang-orang suruhan untuk mencari mantan istrinya itu tapi tetap nihil.


Seandainya ia tau bahwa perjuangan untuk mendapatkan kembali serumit ini mengorbankan hati dan perasaannya maka ia tidak akan menyia-nyiakan Mey dari semula. Ia terlalu menganggap remeh segala sesuatu termasuk tentang Mey. Karena tidak selamanya orang tergila-gila padanya dan juga tidak semua orang suka dengan tingkahnya. Sekarang giliran dirinya yang gila karena seseorang. Benar kata orang, kehidupan ini seperti roda yang terus berputar dan suaru saat pasti akan merasakan hal yang sama.


Ia juga sudah menyantroni rumah dokter Surya dan bertanya secara langsung padanya tapi dokter itu tidak mau mengasih tau dimana Mey.


"Untuk apa aku mengasih tau diaman calon istriku pada orang seperti kamu?" tanya dokter Surya sinis sambil melepaskan tangan Hugo dari kerah bajunya.


"Kamu tidak punya hak untuk tau, kamu hanyalah masa lalunya" balas dokter Surya tajam.


"Kembalikan Mey atau kau akan mati"


"Ancaman basi, sampai matipun aku tidak akan mengasih tau pada kamu dimana Mey" dokter itu mendorong Hugo dan menutup pintunya dari dalam.


Setelah itu keesokan harinya Hugo kembali kesana dan pintu itu terkunci. Dokter itu sepertinya sudah antisipasi dan tidak disana lagi. Dan Hugo semakin senewen takutnya Mey kembali setelah menikah dengan dokter itu. Jika begitu ia bisa apa?. Membayangkannya saja ia tidak sanggup apalagi merasakannya.


Ia tiba-tiba jadi frutasi.

__ADS_1


Ternyata beginilah rasanya di mabuk janda.


__ADS_2