Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
merasa di hianati


__ADS_3

Hugo mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata menikung mobil di depannya seperti pembalap formula1. Beberapa kali ia hampir menabrak pembatas dan hampir bertabrakan dengan pengendara lain tapi untungnya kecepatan itu masih terkendali.


Mey, kemana kamu Mey?


Apakah ini yang di sebut frustasi? rasanya melebihi sakit saat ditinggal Kikan. Dadanya serasa kosong dan kehilangan. Seperti separuh jiwanya mati, atau separuh jantungnya tak utuh lagi. Ia tidak bisa menjabarkan betapa sakit di dalam dadanya.


Tadi orang suruhan yang mencari Mey bilang bahwa mereka menemukan perempuan itu dirumah dokter Surya. rasa di dada Hugo makin meraung. Apa mungkin dia masih disana? Hugo mengebutkan mobilnya kerumah dokter itu.


Jarak tempuh kesana di tempuhnya dengan waktu singkat. Tapi hanya sampai taman setiba disana Hugo rem mendadak.


Ia melihat sepasang manusia saling berpelukan di taman itu. Erat sekali seolah takut terlepas satu sama lain. Si perempuan terlihat tenang di dada si pria.


Pria itu adalah dokter Surya, pria yang tempo hari di hajarnya habis-habisan. Sekarang dokter sialan itu tengah asyik memeluk Mey, istrinya.


Apa hubungan mereka sejauh itu di belakangnya? Mey yang polos itu sudah berubah menjadi perempuan murahan. Berkali-kali ia bilang pada Hugo bahwa ia tidak seperti yang dipikirkan tapi nyatanya,...


Dada Hugo memanas melihat senyuman yang seolah mengejeknya. Mey sama sekali tidak sedih dengan kejadian hari ini sama sekali malah asyik tertawa dengan dokter sialan itu.


Mey membohonginya, Mey selingkuh sama seperti dirinya. Mey juga penghianat, Mey.......


Kepala Hugo errror antara emosi, cemburu dan patah hati . Ia meninju setir dengan keras. Ia akan membuat perhitungan dengan dokter Surya dan mematahkan tangannya itu karena telah berani memeluk Mey.


Dan baru saja ia membuka pintu mobil sebuah tangan menepuk bahu Hugo ketika ia menoleh sebuah benda tumpul menghantam tubuhnya.


***


Sementara itu Mey dan dokter Surya duduk di bangku taman tidak jauh dari mereka ada Alfi dan Rhea sedang asyik bermain. Mey tidak mau kejadian tempo hari kembali terjadi pada Alfi maupun Rhea. Ia menemani kedua bocah itu tadinya sambil menangis.


"Kamu jangan sedih lagi ya Mey, jangan merasa terpuruk sendirian!" ujar dokter Surya setelah berhasil menghibur Mey.


Dokter Surya tadinya baru pulang dari rumah sakit dan lewat disana. Ia melihat Mey dengan cepat ia turun dan menyamperi rupanya Mey sedang menangis.


"Mey!!!" panggil dokter Surya. Perempuan itu menoleh dengan mata merah. Dokter Surya mendekat dan membawa Mey kedalam pelukannya. Hal itu spontan di lakukannya tanpa berpikir dua kali. Sejenak Mey menangis di dada dokter itu hingga akhinya ia menyadari ada yang salah. Mey melepaskan pelukan itu dan minta maaf.

__ADS_1


"Maaf dokter, aku khilaf"


Dokter Surya tersenyum "Aku yang minta maaf Mey karena telah berani memeluk kamu, entah mengapa aku tidak ingin air mata jatuh dipipi kamu"


"Rasanya sakit dokter"


"Aku mengerti Mey karena aku pernah berada di posisi itu"


"Mbak Caleya?"


Dokter Surya mengangguk "cinta pertamaku yang akhirnya tidak bisa menjadi cinta terakhir karena perselingkuhannya"


"Mengapa ya, orang tidak bisa setia pada satu pasangan saja, mengapa harus ada orang lain di antara mereka, pernahkah dokter membayangkan ada penyela di satu ranjang?"


"Bukan membayangkan lagi Mey, sudah terjadi" dokter Surya terkekeh beban didadanya rasanya tidak ada lagi "aku sudah ikhlas dengan keadaan ini mungkin Caleya hanya sekedar numpang mengisi hari-hariku setelah mendapatkan orang yang lebih dicinta maka dia pergi"


"Apakah cinta sebelumnya adalah pura- pura? sehingga hatinya berubah saat bersama seseorang"


"Hanya yang tidak berkomitmen yang seperti itu Mey"


"Ish, dokter! mesum"


Dokter Surya tertawa di katakan mesum tanpa sadar Mey ikut tersenyum.


"Nah gitu dong Mey, senyum! kayak awan mendung di geser oleh matahari trus jadi cuaca jadi cerah"


"Aku gak ngerti kenapa dokter membawa awan dan matahari " dahi Mey mengerenyit. Dokter Surya yang tadinya akan menunjukkan bakat terpendamnya menjadi pujangga menjadi tertawa.


"Ada yang lucu dokter?" Mey tidak mengerti apa yang ditertawakan dokter Surya.


"Yang lucu itu kamu Mey, itu tadi makna ungkapan"


"Oh begitu ya?" Mey tersenyum malu menyadari kebodohannya dan akhirnya ikut tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih dokter, tangan dokter selalu terulur sama saya saat saya membutuhkan pertolongan"


"Jangan bicara begitu Mey, bukankah sudah aku bilang kapanpun itu kamu butuh pertolongan aku akan selalu ada untukmu"


"Dokter baik sekali"


"Terima kasih sudah bilang aku baik meski sebenarnya aku bukanlah orang baik"


"Dokter baik kok"


"Ya, makasih sekali lagi" ujar dokter Surya tersenyum karena Mey berkata baik secara berulang.


"Tanpa dokter aku tidak tau harus apa, aku ingin pulang saja"


"Jangan pulang Mey" ujar dokter Surya cepat. Mey menoleh ke dokter itu. Dan dokter Surya gelagapan "maksud aku, kamunya jangan pulang dulu karena kamu harus berpikir lagi untuk itu"


"Pernikahan aku hancur dok, dulunya aku mengira berpisah dengan Hugo akan membuat aku bahagia begitu juga dengan dirinya tapi setelah berada hampir di jurang perpisahan entah mengapa aku merasa sangat sedih"


"Itu hanya awalnya Mey setelah semuanya terbiasa dengan luka itu maka perlahan hati kamu akan kembali pulih, aku akan bantu kamu sampai di titik itu"


"Biasanya saya dan Hugo bertengkar menyebut berpisah hanya sekedar saja kemudian hubungan kami kembali membaik dan setelah agak baikan maka Hugo akan bertingkah lagi, kali ini saya yakin tidak akan sama lagi, saya melihat kepanikan di matanya" Mey menghapus airmatanya "katakan dokter! saya harus apa?"


"Tidak ada Mey, kamu tidak usah melakukan apa-apa biarkan waktu yang menjawabnya"


Waktu? apakah waktu akan kembali lagi berpihak padanya setelah semua yang di perbuat Hugo. Pria itu berskandal dengan mantannya yang pernah menjadi sebab kehancuran Mey.


Hugo pasti akan bahagia dengan Kikan setelah melalui banyak rintangan untuk cinta mereka dan sekarang mereka kembali bersama. Tapi mengapa bayangan tatapan ketakutan Hugo saat kehilangan dirinya sangat menyiksa pikiran Mey dan menjadi alasan untuk kembali ia menjatuhkan air mata.


"Sabar ya Mey, ingat kamu punya Alfi yang selalu mencintai kamu dan membutuhkan kamu sebagai Ibunya"


Mey mengangguk membenarkan, ia punya Alfi yang selalu menguatkannya semoga saja Hugo tidak berniat membawa Alfi bersamanya. Mey melihat anaknya kejar-kejaran dengan Rhea sekeliling bunga dahlia. Dua bocah itu tertawa-tawa.


Sudut mata dokter Surya mengarah pada Mey. Rasanya sangat menyenangkan seperti ini. Duduk bersama Mey di taman sambil melihat anak-anak mereka bermain. Apalagi suasana dan cuaca mendukung. Rasanya ada nano-nano nya dan ada yang lagi berbunga -bunga tapi bukan taman.

__ADS_1


"Mey bolehkan aku berkhayal? suatu saat nanti, aku, kamu dan kita menghabiskan waktu bersama seperti ini, selalu bersama sampai menua" ujar dokter Surya dalam hati.


__ADS_2