Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
bebas


__ADS_3

Mata Ara terbuka lebar seiring terkuaknya pintu rumah itu dan sejumlah orang-orang berdiri disana bersama para wartawan yang menyorot mereka.


Herlambang menghampri putrinya dengan wajah merah karena amarah. Dengan cepat Ara berlindung kebelakang Hugo sambil menutup wajahnya ketakutan.


"Kamu membuat papa kecewa Ara, kamu berani menyewa orang untuk menyekap Hugo"


"Papa.... Ara maunya sama kak Hugo"


Herlambang merasa pusing dengan tingkah Ara yang manja dan kadang diluar kendali. Semua keinginannya harus terlaksana mungkin karena terbiasa sejak kecil. Apa yang diminta langsung datang kayak sulap. Dan sekarang saat ia ingin bersama seorang artis maka dengan segala cara ia lakukan agar keingingannya tercapai.


"Hugo!!!!" Kikan menyeruak melalui kerumunan dan berlari memeluk Hugo "kamu tidak apa-apa kan?"


Hugo menggeleng.


Sementara itu Ara di tarik tangannya oleh Herlambang dari sana tapi gadis remaja itu dengan cepat berpegangan dengan tangan Hugo.


"Ara gak mau pergi kak, tolong Ara" gadis itu meringis memohon pada Hugo. Sementara itu kamera entah dari mana datangnya makin banyak menyoroti tempat itu. Adyaka dan Adyaksa memeluk Hugo dengan nafas lega untunglah anak bandel itu tidak kenapa-napa hanya wajahnya yang lusuh seperti habis di kucek.


Vino juga tidak ketinggalan ia melebarkan tangan ingin memeluk Hugo tapi dengan cepat Hugo mundur dan Vino hanya memeluk angin. Mulutnya mengerucut "bos ih, padahal Vio cemas tau"


"Udah gak lagi Vino jadi jangan peluk-peluk" ujar Hugo galak.


"Apa benar gadis itu yang menyekap Hugo?" tanya salah seorang wartawan.


"Iya, benar sudah dua hari dia menyekap calon suami aku disini" yang menjawab Kikan


"Jadi mbak Kirana akan menikah dengan Hugo, kapan itu mbak?"


"Secepatnya" jawab Kikan di sertai senyuman manis dan tangannya memegang lengan Hugo dengan raut bahagia.


"Lalu bagaimana dengan perempuan yang bernama Mey?"


"Dia sudah pergi dari Hugo"


"Kikan, jangan mengasih pernyataan sembarangan, atau lebih baik diam" Hugo menekankan pada Kikan.


"Kenyataannya memang begitukan? Mey pergi dari kamu dan kita akan segera menikah, atau kamu sudah lupa dengan apa yang kamu lakukan padaku?"


"Tolong jangan bahas itu disini?" suara Hugo emnyeprupai bisikan.

__ADS_1


"Kenapa? itu bagian dari kisah kita kan? mereka juga penasaran dengan perjalanan cinta kita"


"Kikan, kenapa kamu bukan seperti yang aku kenal?" tanya Hugo kesal.


"Memang apa yang salah padaku? aku masih KIkan kamu kok" ujar Kikan menyeringai sinis.


"Woow rupanya mbak Kikan dan mas Hugo lagi terlibat pembicaraan seru, pasti lagi membahas masalah pernikahan kalian ya?" mik seorang wartawan mengarah pada Hugo dan Kikan.


"Aku bicara karena mencemaskan dirinya" Kikan membalas dengan senyuman.


"Apa mungkin Hugo punya hubungan dengan gadis itu dan mereka bersembunyi disini, karena selama ini Hugo kan suka gonta-ganti pasangan siapa tau Hugo sekarang tertarik pada gadis ini" ujar salah seorang wartawan lainnya karena melihat Ara memegang tangan Hugo erat sambil bersandar ke lengan Hugo.


"Tidak mungkin" bantah Kikan "Hugo sudah berjanji tidak akan mendekati perempuan lain lagi karena kami akan segera bersama, gadis itu harus di bawa ke kantor polisi karena telah melakukan tindakan kriminal" Kikan menunjuk Ara"Gadis itu adalah fans Hugo yang tergila-gila padanya"


Ara menggeleng ketakutan "tidak! Ara gak mau di bawa kekantor polisi, kak Hugo tolong Ara!" Ara memelas ketakutan "Ara janji gak akan kayak gini lagi"


"Jangan dengar Hugo, biarkan saja pihak berwajib yang menanganinya"


"Sudah lepaskan!" Hugo melepaskan pegangan tangan Ara dan Kikan. Tujuannya cuma satu, pintu yang terbuka lebar. Ia ingin secepatnya pergi dari sana mencari Mey.


"Silahkan selesaikan masalah ini di kantor polisi" ujar salah seorang polisi pada Hugo.


"Aku ada urusan penting, nanti aku menyusul" balas Hugo.


Hugo menggeleng menolak pergi kesana.


"Kamu harus menjadi saksi atas kejadian ini agar polisi bisa mengusut tuntas"


"Kalau begitu masalah ini cukup sampai disini saja, terima kasih pak telah menolong saya" ucap Hugo pada komandan polisi itu sambil menyelaminya setelah itu pergi mengabaikan semua pertanyaan yang datang padanya. Ia buru-buru pergi ke mobil yang untungnya sudah terparkir dihalaman.


"Kak Hugo!!!" Ara berlari memanggil Hugo.


"Ada apa lagi Ara?"


"Terima kasih sudah menjadi pacar Ara selama lebih dua hari, Ara gak mungkin bisa lari dari ajakan papa untuk pergi, makasih kak Hugo sudah menenami hari Ara"


Hugo yang tadinya kesal menjadi tersentuh melihat gadis itu yang berdiri di hadapannya dengan wajah sedih. Air matanya sudah menggenang di pelupuk.


"Bolehkah Ara memeluk kakak?"

__ADS_1


Hugo menghembuskan nafas lalu mengangguk. Ara menghambur kepelukan Hugo sambil menangis "Ara akan Selalu sayang sama kakak, maafkan Ara ya kak udah maksa kakak buat tinggal sama Ara"


"Kakak maafkan Ara tapi lain kali jangan diulang ya, apalagi kamu akan pindah keluar negri, kakak ngeri membayangkan kamu menyekap artis kelas dunia"


"Gak kak, Ara kapok apalagi liat mata polisi tadi, Ara takut"


"Kalau takut sama polisi jangan nakal"


"Gak lagi"


Ara menghapus air matanya "selamat tinggal ya kak, oh ya kalau benar kak Hugo mencintai kak Mey kakak jangan dekati pelakor tadi ya, dia serem"


"Sok tau bangat sih" Hugo menepuk bahu Ara.


"Ara kan stalker kakak"


"Ntar kalau kamu suka sama cowok jangan stalkerin dia ya, biar dia yang stalkerin kamu"


"Ara gak punya cowok"


"Suatu saat nanti, sekarang belajar yang rajin dulu sana"


"Iya kak, makasih ya, Ara akan ikut papa ke LA, tapi bolehkah Ara bertemu kakak lagi kalau Ara kembali"


"Boleh! tapi jangan ngaku pacar kakak lagi ya, ...ada kak Mey"


"Kak Mey?"


Hugo mengangguk.


"Cinta kakak hebat, Ara salut sama kakak"


Hugo tersenyum dan menanggapi Ara kemudian masuk kedalam mobilnya "Kamu hati-hati ya, sampai jumpa lagi" ujarnya sambil melambaikan tangan pada Ara. Gadis itu balas melambaikan tangan sambil menghapus air matanya.


"Ara akan selalu sayang sama kak Hugo!!!" teriaknya.


Gadis itu melihat mobil Hugo sampai menghilang di kegelapan.


***

__ADS_1


Hugo langsung menuju rumah dokter Surya untuk menjemput Mey dan Alfi disana. Rasanya sudah berabad-abad ia tidak bertemu mereka. Ia sangat rindu.


Semoga saja dokter itu tidak menggoda Mey dan tidak mencuri hatinya. Karena hati Mey adalah miliknya, tubuh Mey dan semua yang ada pada Mey adalah miliknya. Tidak boleh seorangpun mengusiknya. Ia tidak akan tinggal diam jika Mey nya direnggut oleh orang lain.


__ADS_2