Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
mohon restu


__ADS_3

Hugo menilai bapak Mey sangat paranoid dengan kehadirannya. Ia gak boleh dekat-dekat sama Mey dan tidurnya pun di kawal oleh bapak mertua. Ia di suruh tidur di kamar tamu dan bapak mertuanya tidur di depan kamar itu.


Hugo tidak bisa memejamkan mata ia ingat terus pada Mey. Ketika hampir pagi diam-diam ia membuka pintu kamar hendak menyelinap pergi dari sana tapi bapak Mey tidurnya tipis bangat. Baru saja ia membuka pintu dengan pelan, bapak Mey sudah bangun "kamu mau kemana?"


"Hmmm"


Hugo tidak tau harus menjawab apa. Ia tidak biasa berbohong apalagi sama bapak mertua, bisa kwalat.


"Jangan dekat-dekat sama anak aku, dia bukan istri kamu!" tegas bapak Mey galak. Ininih yang buat Hugo salut sama bapak Mey, ia bisa membaca pikiran Hugo. Dengan wajah kusut Hugo kembali masuk kekamarnya dan tidur di sana kembali.


Ia punya ide, Hugo mengambil ponselnya dan menelpon Mey. Dengan cepat panggilan itu di angkat setelah itu Hugo mematikan sambungan dan mengirim pesan.


'Aku gak bisa tidur'


^^^'kenapa? apa ada yang^^^


^^^sakit?'^^^


'tidak, rasanya Ada yang kurang disini'


^^^ac nya? kasurnya gak empuk^^^


Bukan itu


^^^trus apa?^^^


Aku gak bisa tidur karena gak ada kamu disini


^^^lebay!!!!^^^


Aku mau kesana, bapak rondanya serius bangat.


^^^Ya udah lompat jendela^^^


^^^saja^^^


Oh iya ya, kenapa aku gak kepikiran


^^^jangan!! aaku cuma bercanda^^^


^^^awas saja kalau kamu lakuin^^^

__ADS_1


^^^itu, bisa di pecat oleh bapak.^^^


Gak Mey, aku gak akan lakuin itu kokwalaupunaku mau juga nikah cepet sama kamu


tapi aku gak mau kita nikah seperti itu lagi.


ya sudah deh, kamu tidur lagi ya..


^^^tadi katanya mata kamu gak^^^


^^^bisa tidur^^^


Sebentar lagi pagi Mey, aku harus sabar sampai


matahari terbit, ntar kalau udah bangun peluk aku ya


^^^boleh, kalau mau di tabok bapak^^^


^^^pake sendal^^^


ha..ha.. bapak mertua lucu deh, wajah tampan menantunya


bisa rusak, kan kasihan kamunya mau nyium aku...


Mey benar-benar mematikan ponselnya dan Hugo senyum-senyum sendiri. Mey galak sama kek bapak, untung cinta.


Pagi subuh bapak sudah bangun begitu juga dengan emak. Suasana gaduh di luar terdengar kedalam kamar tidak lama kemudian terdengar pintu kamar Hugo di ketuk.


"Masih belum bangun?" tanya bapak dari luar.


Hugo membuka pintu " sudah pak"


Bapak pergi ke ruang tengah dan Hugo mengikuti dari belakang . Suara kruk terdengar berdetak di lantai.


"Tuh kopi kamu" ujar bapak sambil duduk di kuris rotan di meja di depannya ada dua gelas kopi.


"Bapak yang buatkan?" tanya Hugo. Bau kopi itu menggoda indra penciumannya.


"Siapa lagi? gak mungkin emakmu yang buatkan terus, dia kan juga lagi sibuk' bapak langsung gas.


"Makasih pak" Hugo meminum kopinya rasanya sangat nikmat dan bau kopinya sangat harum. Eh, bapak gak ngasih dia racun kan? ia belum rela kalau mati dan meningggalkan Mey, arwahnya gentayangan. Tidak lama kemudian mak datang membawa pisang goreng, teman ngopi.

__ADS_1


Makan pisang goreng dan ngopi di pagi hari dengan suasana beda rasanya sangat asyik. Kalau di mansion sarapan mereka roti pake selai. Tapi kalau di sini suasananya sangat adem apalagi bersama keluarga mertua.


Mak mertua juga ikut bergabung disana bertanya tentang kondisi Hugo dan kronologis kecelakaan yang di alaminya. Hugo menceritakan kejadiannya dan mak ngeri sendiri mendengarnya. Untung calon menantunya itu selamat.


Setelah bicara dan minum kopi sejenak. Tiba-tiba Hugo maju kedepan bapak dan mak mertua, bersimpuh di depan mereka sambil menyatukan tangan di dadanya "aku minta maaf pak, mak! telah menyakiti Mey waktu itu, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, dan untuk kedua kalinya aku meminta restu sama bapak dan mak untuk menikah dengan Mey kembali"


Bapak mertua diam dan Hugo masih belum beranjak dari depan pria itu. Ia masih tetap sama sampai bapak merestuinya. Tidak apa kalau bapak mau menabok kepalanya asal mengasih restu.


"Bangunlah nak, kita bicarakan ini baik-baik" ujar mak mertua lembut. Tapi si bapak mertua kemudian bicara dan bicaranya pasti nyelekit.


"Kamu telah menghancurkan anak saya waktu itu dan juga berjanji dengan ucapan yang sama, kamu tau? dia itu adalah anak aku satu-satunya meskipun kamu kaya, aku tidak suka anakku kau sakiti, biarlah aku bermenantukan orang miskin asal dia menyayangi anak aku"


"Maksud bapak, aku berubah menjadi orang miskin saja?"


Pertanyaan Hugo sangat bodoh. Hampir saja sendok yang di pegang bapak mendarat di kepala Hugo untung ada sisa perban disana dan bapak ingat kalau pria asem itu lagi sakit, jadi taboknya tidak jadi.


Hugo masih belum bangkit di sana sampai akhirnya Mey bangun dan melihat Hugo bersimpuh di depan kedua orang tuanya.


Tujuan Hugo untuk datang kesana meskipun belum sembuh hanya ingin minta restu. Ia akan awali semuanya dari nol lagi untuk membawa Mey ke sisinya. Ia tidak ingin gagal.


"Sekarang perjanjian apa lagi yang kau ucapkan dan kemudian kamu ingkari?' tanya bapak, galak.


"Aku tidak akan berjanji apa-apa selain mencintai Mey"


"Cinta, cinta...akhirnya anak aku kamu sakiti lagi!'


"Gak pak, aku berjanji "


"Ya setelah kamu lukai trus janji lagi"


"Sudah pak" lerai mak dan menyuruh Hugo untuk duduk kembali ke kursi. Tapi Hugo keras kepala dan masih duduk disana.


'"Mungkin asam uratnya kambuh mak makanya gak bisa bangkit dari sana" celetuk Mey. Hugo melihat ke perempuan yang baru bangun tidur itu dengan sebal. Awas saja Mey kalau aku dapat restu, habis kamu!. Enak saja bilang aku sudah tua, masih banyak generasi Hugo junior yang akan lahir.


Bapak mertua melihat Hugo dengan sudut matanya. Anak itu sangat keras kepala. Pantas saja semua orang menyerah menghadapinya termasuk dirinya sekarang "ya sudah!'


"Ya sudah apa pak?" tanya Hugo cemas karena si bapak bicaranya nanggung.


"Aku restui kamu"


"Makasih pak, makasih!" Hugo bangkit dari simpuhannya dan langsung memeluk bapak.

__ADS_1


"Ih jangan peluk-peluk" ujar bapak Mey kesal tapi Hugo tidak peduli, ia sedang gembira dan memeluk bapak kemudian emak setelah itu hendak beralih ke Mey tapi tak jadi karena bapak melotot padanya "ingat kamu bukan suaminya!!"


Hugo menggaruk kepala sambil menahan senyum, padahal udah bahagia bangat.


__ADS_2