
Kikan datang ke apartement Hugo, Vino menyambutnya dengan tatapan tidak suka dan mulut manyun "sekarang aja datang lagi"
Perempuan cantik itu menguakkan Vino dan lewat masuk kedalam.
"Nona, anda cari siapa?"
Langkah Kikan terhenti saat melihat Hugo sedang sibuk mendiamkan anak kecil yang sedang menangis. Anak laki-laki berwajah chubby itu membuat Hugo dan seorang perempuan memakai seragam baby sitter kewalahan.
"Ibu,...Ibu.." Alfi menangis guling-guling di lantai.
"Ibu kamu gak ada Alfi, kamu hanya bersama papa" kepala Hugo pening mendiamkan anaknya.
Kikan memundurkan langkahnya tidak percaya dengan pendengarannya. Hugo menyebut dirinya papa? itu berarti Hugo telah menikah. Ia memegang dadanya sesak. Saat itulah Hugo tidak sengaja melihat Kikan. Mata pria itu hendak loncat melihatnya.
"Kikan? sejak kapan kamu datang?' Hugo menormalkan suaranya yang bergetar. Ia harus siap dnegan segala keputusannya bukankah Alfi akan di kenalkannya pada semua orang.
Hugo menarik Kikan menjauh dari tangisan Alfi. Ia membawa ke balkon. Vino yang berpapasan dengan mereka memonyongkan bibir jutek.
Setiba di balkon Kikan menepiskan tangan Hugo lemah "kamu ternyata telah menikah, percuma aku pulang! seandainya aku tau kamu sudah menikah aku tidak akan menginjakkan kaki lagi di kota ini" suara Kikan sangat lemah seperti awan mengandung hujan yang sudah sarat dengan beban.
Hugo menghembuskan nafas, bagaimana caranya ia mengasih tau Kikan dengan semua ini. Ia bahagia Kikan kembali dan tidak ingin melepaskan dia lagi. detak-detak didadanya masih bergetar hebat saat bersama.
Tapi bagaimana dengan Mey, ia belum menceraikan mey.
"Waktu kamu meninggalkan aku saat itu aku sangat furstasi, tidak sengaja aku melakukan kesalahan itu"
Kikan kaget dengan apa yang dikatakan Hugo.
"Jadi dia?"
__ADS_1
"Aku melakukan perbuatan hal bejat pada perempuan itu"
Kikan menutup mulutnya seakan tidak percaya.
"Kamu menikah dengannya?"
Hugo mengangguk.
Perempuan itu memegang dadanya sesak lalu tetes air mata mulai berjatuhan di pipinya.
"Aku kira kamu masih mencintai aku, aku datang kembali padamu untuk minta maaf atas keegoisan aku yang telah meninggalkan kamu tapi ternyata..."
Kikan menghapus air matanya. Hugo tidak pernah tega melihat air mata itu perlahan ia menghapus air mata Kikan dengan jari-jarinya "sudah! jangan menangis"
"Bagaimana aku tidak sedih, pria yang aku cintai telah menikah dengan perempuan lain"
Hugo membawa Kikan kedalam pelukannya. Perempuan itu menumpahkan semua kesedihannya di dada Hugo.
***
"Kasihan Alfi, dia pasti kangen" Vino menghapus airmata nya.
Hugo jengah Vino bilang itu mulu bagaimana ia akan pisah sama mey jika keadaan semraut seperti ini. Dulu Mey sering mengungkit perpisahan dan secepatnya ia akan mengabulkan hal itu.
"Dia putra bos, harusnya bos..."
"Vino, otakku lelah"
Vino mengalah sedangkan Hugo setelah menerima telepon dari Kikan dia langsung pergi. Seluruh atensi Hugo teralihkan semenjak Kikan datang bahkan ia kurang peduli pada Alfi.
__ADS_1
Hugo kembali terbuai dengan masa lalunya.
***
Diwaktu luang dokter Surya dan Rhea datang menamani Mey. Kadang ia menitipkan Rhea disana. Gadis kecil itu terlihat nyaman bersama Mey yang sangat merindukan anaknya jadi saat Alfi tidak ada ia menumpahkan semua itu pada Rhea. Dokter Surya kasihan melihat perempuan itu tapi ia tidak tau bagaimana cara untuk menolongnya. ia tidak kenal dengan suami Mey.
Mey perlahan juga betah bercerita dengan dokter Surya dan ia serasa memiliki teman baru yang menyanangkan.
Dokter itu juga sering membawa Mey kerumahnya makan malam bersama setelah itu ia dan Rhea akan mengantar Mey pulang kerumah. Dan jika sudah sampai dirumah Mey akan kembali menangis jika dokter Surya singgah keesokan paginya ia akan mendapati mata perempuan itu membengkak.
Siang itu Mey kembali mencari keberadaan Alfi di jalanan ia bertemu dengan Vino membawa Alfi jalan-jalan bersama seorang suster.
"Ibu!!!"
Alfi berlari menghampiri Mey. Perempuan itu membungkuk dan menyambut anaknya dengan tangisan.
"Alfi kangen Ibu"
"Ibu juga kangen Alfi"
"Alfi mau pulang bersama ibu"
Otak Mey berpikir dengan cepat. Ia membohongi Vino dengan alasan mengajak Alfi jalan-jalan. Vino mengizinkan mereka pergi. Dengan cepat Mey kembali kerumah mengemasi pakaiannya dan Alfi. Ia akan membawa anaknya pulang kembali ke kampung halaman.
Baru saja Mey selesai mengumpulkan pakaiannya pintu rumah terbuka. Hugo muncul dengan wajah sangat marah.
"Ini meman hobi kamu, pengen kabur membawa anakku"
Mey yang kaget dengan kehadiran Hugo meraih Alfi dan membawa kedalam pelukannya "Mey mohon jangan lagi pisahkan Mey dengan Alfi"
__ADS_1
Hugo menyeringai mana bisa ia akan melepaskan Alfi begitu saja.
"Hanya dua pilihan Mey, kamu melepaskan Alfi atau kamu boleh bersama Alfi tapi kamu harus diam turuti apa yang aku mau"