Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
perempuan medusa


__ADS_3

Setengah menyesal hugo datang kembali kekeluarga besarnya. Harusnya ia mempersiapkan diri sebelum beban itu jatuh kepundaknya. Dunianya adalah dunia seni dan dunia hiburan. Sekarang ia terjebak di rumah keluarga Adyatama. Tidak lain adalah keluarga besarnya sendiri. Tidak ada penerus Adyatama selain dirinya saat ini sedangkan putra Adyaksa masih kecil.


Stars entertainment berada di tangannya. Masalahnya disana adalah gudang para mantannya.


Keluarga besar Adyatama berkumpul makan malam di halaman belakang yang luas yang bertemakan out door. Adyatama ikut hadir disana makan malam besama.


Wajah anak dan menantunya yang biasanya perang dingin berubah menjadi sehangat mentari saling tertawa satu sama lain seperti keluarga yang sempurna dan bahagia. Mereka asyik menyebut tentang aset dan saham. Perkataan mereka menyambung satu sama lain tapi tidak dengan Mey, perempuan itu tidak mengerti apa yang mereka sebut. Ketika Adyatama melemparkan pertanyaan padanya perempuan itu mengerutkan dahi.


Dari penampilan saja semua orang disana sudah tau siapa istri Hugo. Dari bibit, bebet dan bobotnya sudah tertebak. Tapi mereka semua memang sengaja menyudutkan posisi Mey disamping Hugo.


Secara tidak sadar Mey di minta untuk mengukur diri, siapa Mey dan siapa Hugo. Dalam situasi itu untunglah Alfi merengek membawa Mey untuk berkeliling. Bocah itu sudah bosan berlama-lama duduk sesudah makan disana. Selain itu Sean juga tidak henti-hentinya menganggu Alfi.


Mey mengikuti langkah Alfi dan baru saja perempuan itu menjauh meja makan kembali heboh kali ini mereka menyerbu Hugo karena menikahi perempuan macam Mey yang tidak bertalenta. Keluarga Adyatama bisa malu dengan hal itu.


"Istri itu mengikut suaminya, apa salahnya Hugo menikahi Mey" bela Kikan.


"Apa kata rekan bisnis keluarga kita jika salah satu diantara keluarga ini yang menikah dengan perempuan seperti itu" ujar Elsa pedas.


"Benar apa yang dibilang Kikan Bi, jadi bibi tidak usah merendahkan Mey" Hugo berkata geram "aku tidak peduli kata orang, dia adalah ibu dari anak aku"


Adyatama yang biasanya membela Hugo sekarang diam. Ia juga agak kecewa melihat perempuan seperti apa yang dinikahi olah cucu kesayangannya.


"Kamu terkenal di kalangan wanita, kamu bisa menikah lagi dengan perempuan yang bisa kamu perkenalkan pada khalayak umum tanpa malu mengakuinya"


Sayup-sayup Mey mendengar ucapan itu karena ia dan Alfi tidak jauh main dari sana. Tanpa terasa air matanya mengalir dipipinya. Tidak ingin hatinya makin hancur Mey menarik Alfi untuk masuk kedalam rumah.


"Aku yang salah, aku yang telah membuat dia ternoda, apa aku harus menghindar dari tanggung jawab aku? aku juga tidak malu beristikan Mey hanya kalian saja yang tidak mau menerimanya" ujar Hugo geram.


"Kamu bisa....' ujar Adyaksa


"..........Kasih dia uang?" potong Hugo sinis "terima kasih telah merendahkan harga diri ku, aku terlahir sebagai laki-laki dan juga dididik menjadi laki-laki kalian yang mengajarkan itu padaku, tapi sekarang kenapa kalian mencoba merubah aku menjadi pengecut"


Hugo kesal dan marah ia meninggalkan meja makan. Tidak lama kemudian Kikan menyusul Hugo kedalam rumah.


"Hugo!" ia meraih tangan hugo.


"Ada apa lagi Kikan?"

__ADS_1


"Kamu jangan emosi gini, mereka tidak paham dengan apapun tentang kamu jadi jangan kamu dengarkan"


"Sudah lah Kikan ,aku lelah"


"Aku butuh tempat untuk berbagi Hugo, aku selalu ada untukmu"


"Harusnya kita sudahi semua ini Kikan, akan ada yang terluka nantinya"


Kikan tertawa ngakak "kamu lucu Hugo, siapa yang memperpanjang hubungan kita? aku atau kamu? tidak ada kan? aku peduli pada kamu hanya sebagai teman dan saudara tiri, jadi jangan kepedean" Kikan mendorong dada Hugo dengan telunjuknya.


"Atau kamu memang gak bisa move on dari aku?"


***


Mey merenung di dekat jendela melihat keluar. Pikirannya jauh melayang teringat perjalanan hidupnya dengan Hugo yang di penuhi dengan suka dan duka tapi lebih banyak dukanya. Di selingkuhi, di remehkan dan tak dianggap.


Waktu itu mama Hugo yang merendahkan dirinya dan sekarang keluarga besar papanya. Jika diungkit lagi siapa diantara mereka yang paling terluka maka yang paling luka disini adalah dirinya. Ia di paksa untuk menerima orang yang telah merenggut kesuciannya dan di paksa berdamai dengan keadaan sebagai istri yang di tuntut untuk baik pada suami. Ia telah berusaha melakukan semua itu hingga ia sudah terbiasa. Tapi sekarang hal itu kembali akan direnggutkan darinya.


sebagai seorang perempuan yang disakiti berkali-kali Mey rasanya tidak sanggup tapi sebagai istri ia juga di tuntut untuk mempertahankan keutuhan itu.


Hugo, apa yang kamu pikirkan tentang semua ini? kadang ada kilat cahaya dimata Hugo yang membuat ia terpesona. Sekejam apapun Hugo padanya ia sanggup menerima. Tapi kemudian rasa itu berganti dengan rasa rendah diri dan akhirnya menimbulkan benci.


Bahu Mey di tepuk dari belakang "memikirkan apa?"


Mey menghapus airmatanya 'tidak ada"


"Jangan bohong!"


"Aku gak nangis, cuma kelilipan'


Hugo memeriksa mata Mey anehnya yang kelilipan itu makin deras mengucurkan air mata. Mey kelihatan sekali bohongnya, ..dan bodohnya.


Harusnya Mey bilang tidak kuat, tidak sanggup mendengar keluarga Hugo meminta untuk menikah lagi. Dan harusnya ia bilang, agar Hugo jangan dekat-dekat lagi dengan Kikan ,mantan kekasihnya itu. Karena dari tatapan Kikan semuanya sudah terbaca betapa perempuan itu mendamba Hugo.


Tapi jika Mey bilang semua itu apa Hugo akan mendengarnya?.


***

__ADS_1


Di hari pertama masuk Stars hugo sibuk sangat sibuk menyiapkan segela sesuatunya termasuk Mey yang sibuk mondar-mandir sana sini menyiapkan keperluan Hugo. Mulai dari sepatu, tas dan nasi bekal.


"Taruh semuanya di meja ini Mey agar mudah tidak ada yang ketinggalan" ujar Hugo sambil memasang dasi.


Kikan yang selalu tampil menggoda ikut mendekati pasangan suami istri yang sedang sibuk tersebut.


"Mey gimana sih? masa dasi suaminya gak dipasangin, sini aku pasangin" Kikan menarik ujung dasi Hugo agar mendekat padanya. Hampir saja tubuh Hugo menabrak tubuh Kikan yang seksi itu. Kikan memasangkan dasi Hugo , tatapan mereka bertemu bahkan nafas Kikan terasa di wajah Hugo. Gadis penyebab banyak masalah di hidup Hugo itu melihat dengan wajah terluka sekaligus menggoda.


"Apa lagi yang belum mas?"


Pertanyaan Mey mengejutkan Hugo dan menjauh dari kikan.


"Mungkin semuanya sudah lengkap " ujar Hugo gugup, merasa bersalah.


"Masa ke kantor bawa bekal sih Mey, disana ada kantin yang menjual banyak macam makanan yang enak" ujar Kikan saat Mey hendak memasukkan kotak bekal itu ke tas Hugo.


"Ya Mey, gak usah aku makan siang di kantor saja"


"Ohh" Mey mengeluarkan kembali kotak itu dengan perasaan kecewa.


Alfi datang lari-larian di belakangnya ada Vino yang teriak-teriak mengejar bocah itu.


"Awas nanti jatuh Alfiii" Vino kepayahan mengimbangi lari Alfi perutnya turun naik dan nafasnya sampai sesak.


Hugo melebarkan tangan menyambut Alfi ketika bocah itu ada di pelukannya ia menggendongnya "nakal ya? hmm!" Hugo menciumi wajah Alfi.


"Papa lepaskan, Alfi udah gede gak mau di cium"


Hugo makin gemes, anaknya masih kencing di celana udah bilang dirinya gede. Ia melihat ke Mey mengasih isyarat bahwa Alfi sudah bisa punya adik. Wajah Mey memerah karena malu.


Hugo lupa ada sepasang mata disana melihat keakraban mereka. Seandainya ia mendahulukan ego karena cinta dan menyingkirkan masalah mungkin dialahlah yang berada di posisi mey saat ini . Mempunyai keluarga yang lebih bahagia dari apa yang di lihatnya karena ia dan hugo saling cinta. Bukan seperti Mey yang dinikahi karena insiden.


"Aku berangkat dulu ya Mey" Hugo menindahkan Alfi kegendongan Mey dan mencuri ciuman di kening Mey. Setelah itu mengajak Vino untuk pergi.


Kikan menyeringai benci, ia benci melihat Hugo menyentuh Mey didepan matanya. Ia benci melihat Hugo bahagia bersama perempuan lain.


Apa yang dulu di genggam akan kembali di ambilnya dan di rebut bagaimana pun caranya. Ia tidak peduli harga dirinya terkikis habis.

__ADS_1


Hugo tunggu aku! aku akan kembali masuk kedalam kehidupanmu.


__ADS_2