Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
kemana arah ini?


__ADS_3

Hugo mendorong tubuh Kikan yang memeluknya sehabis memukul dokter Surya. Tubuh gadis itu tersurut kebelakang


dan terperangah tidak pernah Hugo begini sebelumnya pada dirinya. Semarah apapun Hugo ia tidak pernah kasar pada seorang Kikan. Pria yang dulu sering menjatuhkan air mata karena dirinya tapi sekarang menatapnya tajam dengan nafas memburu emosi. Apa Hugonya sejauh itu berubah sejak bersama Mey?.


Pria itu lalu pergi dengan langkah panjang dan tangan terkepal.


"Hugo!!!" Kikan menghadang langkah pria itu "kamu mau kemana?"


"Aku akan cari Mey!"


" Dia telah menghianti kamu, kamu jangan lagi cari dia!"


"Aku tidak bisa melihat Mey bersama laki-laki manapun didunia ini"


Vivian, Elsa dan beberapa orang pekerja di rumah ikut mendengar apa yang dikatakan Hugo. Pria itu dalam keadaan emosi seandainya Mey tidak pergi bersama dokter itu entah apa yang akan terjadi sekarang.


"Jika Mey yang memilih, kamu bisa apa?"


"Aku akan hancurkan mereka sehancur-hancurnya"


"Untuk apa kamu mempertahankan perempuan seperti itu?!!"


Hugo tidak mengubris ia pergi kemobilnya, Kikan terus menghalangi dengan putus asa agar pria itu jangan pergi mencari Mey. Biarkan Mey bersama dokter Surya dan dia bersama Hugo. Meskipun tanpa ikatan sekalipun tidak apa-apa karena cinta itu adalah buta sama seperti dirinya tidak akan memandang apapun demi Hugo.


"Dinginkan emosi kamu Hugo, jangan pergi disaat kamu begini" ujar Vivian ikut menghalangi kepergian hugo.


"Ya Hugo jangan sampai kamu membuat masalah yang lebih besar dokter Surya bisa menuntut kamu" sambung Elsa.


"Itu lebih baik" teriak Hugo "aku akan membunuhnya sekalian"


"Astaga setan apa yang merasuki putra Adyaka" Elsa geleng kepala heran. Mending perempuan yang di perebutkan adalah perempuan high class, ini adalah perempuan dari kampung. Para pria itu sudah kena sihir Mey. Sihir kepolosan yang aslinya adalah bodoh. Hugo dan Surya telah tertipu. Elsa menceracau lalu menelpon Caleya memberitahunya bahwa Surya ternyata jatuh cinta pada istri Hugo dan barusan mereka bertengkar sehingga Surya di rawat di rumah sakit.

__ADS_1


Hugo pergi dengan mobilnya mengebut di jalan raya sedangkan Kikan kesal dan pergi masuk kedalam rumah, Vivian mengikutinya dari belakang. Tingkah Kikan sangat keterlaluan berani memeluk Hugo didepan semua orang. Ini memusingkan kepala Vivian. Nama mereka bisa tercoreng dan bisa rendah dimata Adyatama. Dirinya adalah pelakor dan anaknya juga berbakat untuk itu. Jadi pelakor itu tidaklah bahagia karena menari di atas air mata orang lain. Senyumannya semu dan tawanya pun tidak pernah lepas. Beruntung saat ini Kikan bisa tinggal bersamanya di keluarga Adyaka.


Sementara itu Hugo langsung kerumah sakit dimana dokter Surya bertugas. Ia menemukan Caleya dan anaknya menangis ke mobil. Entah apa yang terjadi tapi Hugo tidak berminat untuk bertanya karena ia sendiri dalam keadaan emosi.


"Dimana dokter Surya di rawat?" tanya Hugo pada resepsionis dengan suara sedikit menggertak.


Bukannya menjawab resepsionis perempuan itu malah tutup mulut takjub "Hugo?"


Semua orang yang ada disana mendengar kata itu sontak melihat pada Hugo dengan mata berbinar.


"Ada Hugo!! ada Hugo!!!"


Sejumlah orang-orang berlari memburu Hugo untuk berfoto bersama. Disinilah emosi Hugo benar-benar diuji. Ia ingin cepat dan dalam kemarahan tapi orang-orang malah minta foto bahkan ada mencubit pipinya gemas.


"Aku mohon! katakan dimana rungan dokter Surya "tegas Hugo pada resepsionis di depannya.


"Oh ya tunggu sebentar"


Hugo aman dan mencari rungan yang di maksud.


Setiba dipintu ruangan dokter Surya ia melihat istrinya Meysarah sedang setia menunggui pria lain yang terbaring di ranjangnya. Lukanya tidak parah tapi perbuatannya yang sangat parah, dimata Hugo dokter itu selalu memuakkan.


"Sudah pacarannya?" tanya emosi. Dua orang yang membuat hatinya sakit itu serentak menoleh.


"Mas Hugo???" Mey kaget melihat Hugo datang. Raut wajahnya beubah menjadi sangat cemas.


"Kenapa ? kau terciduk lagi?" Hugo berkata sinis tapi matanya mengarah pada dokter modus itu dengan tatapan membunuh.


"Mas lihat perbuatan kamu pada dokter Surya yang menderita karena ulah kamu"


"Istriku, harusnya selingkuhan kamu ini aku bunuh saja biar kamu setia menunggunya di depan makam bukan didepan diranjang seperti ini" Hugo menyeringai geram tapi Dokter Surya membalas dengan seringai kemenangan. Seolah berkata 'terus saja Hugo semakin kau menyakitiku semakin aku mendapatkan simpati istrimu'

__ADS_1


'Mas jaga bicaramu ada Rhea" Mey menekan suaranya dan meraih tangan Hugo yang sedang beradu mata dengan dokter Surya untuk segera pergi tapi Hugo menepisnya kasar.


"Kau pergilah dulu Mey, ini urusan aku bersamanya"


"Terakhir mas juga bilang begitu tapi lihatlah mas membuat dokter Surya babak belur, sebenarnya ada apas sih mas? kenapa mas begini?"


"Kenapa apanya? dia yang memulia dan kau jadi murahan karenannya'


Mey jadi malu ribut didepan dokter Surya dan Rhea dengan sekuat tenaga Mey menarik Hugo dari sana tidak peduli tangannya di tepis dengan kasar dan rasanya sangat sakit sekali.


'Aku permisi dulu dokter, ...Rhea tante pergi dulu ya jaga papanya, dokter anda harus sembuh dan makan yang banyak serta......"


"....apa lagi ? kau pandai mengatur waktu dokter tercinta mu itu!"


Mey tidak peduli Hugo menyebutnya dengan sebutan apapun yang penting Hugo segera pergi dari sana.


"Hati-hati Mey" seru dokter Surya saat Mey hendak berlalu dekat pintu tidak peduli Hugo akan berbalik dan menghantamnya. Ia melihat perempuan itu sampai menghilang dari balik pintu.


"Kamu sangat mencemaskan selingkuhan kamu itu?"


'Mey capek! mas tuduh terus selingkuh dengan dokter Surya apalagi melihat mas memukulnya hingga seperti itu"


"Jika saja kamu tidak menjadi jalang maka dia tidak akan seperti itu"


"Terus saja hina Mey dengan sebutan apapun" Mey sangat sedih Hugo mengatakan dirinya jalang. Tanpa terasa air matanya sudah menggenang di pelupuk.


"Kamu pasti sedih meninggalkan selingkuhan kamu sendirian di sini, ayo nangis! ayo!!" Hugo berkata sinis dengan hati terburai pedih.


"Dokter Surya orang baik mas, dia gak mungkin suka sama Mey!


Mey yang naif, dokter itu sendiri yang bilang pada Hugo bahwa dia cinta sama Mey. Dari tatapan dan perlakuannya semua orang juga tau. Dokter Surya tidak memberitahu Mey agar perempuan itu tidak menjauh darinya. Taktik dokter Surya memang sangat jenius.

__ADS_1


Dokter Surya, aku membencimu!!!!! teriak Hugo dalam hati.


__ADS_2