
Mey tidak bisa memaksa Hugo untuk meninggalkannya. Ia sudah bicara melampaui batas tapi pria itu tetap tidak mau melepaskannya. Sebenarnya ini sangat menyiksa bagi Mey begitu juga dengan Hugo tapi mereka sama-sama tidak mengakui hal itu.
Hanya satu kata yang terucap "ya sudahlah" meski dalam hati sama-sama tidak rela untuk saling berpisah. Karena ego mereka sama besar maka jadilah begitu.
Hugo duduk di tepi ranjang ,Mey menidurkan Alfi di ayunan.
"Alfian sayang, kalau kita pulang kampung tanpa papa gak apa ya, di sana ada nenek dan kakek yang selalu ada untuk Alfi" Mey berkata pada Alfian yang sudah memejamkan mata. Mey sengaja berkata demikian agar Hugo mendengar perkataan itu dengan jelas.
"Dia gak bakal ngerti Mey, kalau mau pulang aku gak melarang, silahkan!"
Tadinya Mey berharap Hugo melarangnya pergi atau paling tidak menemaninya tapi ternyata ia salah besar. Jika demikian untuk apa Hugo menahannya dan tidak menceraikannya.
"Kalau papa kamu nikah lagi, kita cari papa baru saja ya Alf"
Hugo sakit kepala tapi istrinya terus memancing emosi. Papa dari mana? hanya dia papa Alfi satu-satunya, enak saja mencari papa baru. Ia gak bakal rela anaknya memanggil papa pada orang lain.
"Kalau Alfi punya papa baru, dia juga akan mempunyai mama baru"
Hugo gak mau kalah dan membuat mulut Mey membusa.
"Kita cari papa yang gak play boy ya"
"Kita cari mama yang cantik"
Mulut Mey makin monyong , Hugo menahan tawa melihat perempuan itu makin uring- uringan.
"Alfian sudah tidur?"
Mey tidak menjawab tapi kemudian Hugo beranjak melihat Alfi lalu diwajahnya melengkung sebuah senyuman. Mey menangkap arti senyuman itu. Mampus ! ia salah menidurkan Alfian harusnya bocah itu tidak tidur hingga senyuman di wajah Hugo tidak tercipta.
***
Berita tentang perpisahan Hugo dan Kimy makin santer. Dua kubu terdiri dari fans saling serang di media sosial. Tapi yang paling besar adalah kubu Hugo yang membela mati- matian. Kebanyakan fans Hugo adalah para perempuan mulai dari gadis hingga ibu rumah tangga. Mereka tergila- tergila dengan ketampanan artis yang satu itu. Selain itu Hugo adalah artis multitalenta yang bisa menyanyi dan berakting bagus. Menurut perhitungan statistik media sosial Hugolah yang paling banyak pengikutnya.
Fans Hugo menamakan diri mereka Hugo lovers. Mereka mendukung setiap kegiatan Hugo yang aktif di media sosial dan menshare apapun yang sedang ia lakukan. Wajah tampannya membuat para wanita menjerit.
__ADS_1
Tapi anehnya tidak bagi Mey bahkan setiap bercint* Mey tidak pernah memuji Hugo sedikutpun. Ia tidak pernah kagum pada ketampanan Hugo bahkan di perempuan desa itu sering jutek padanya. Jika Hugo datang ia hanya menyambut dengan senyuman seadanya bukan histeris. Tapi hal itulah yang membuat Hugo makin klepek- klepek apalagi sikap malu- malu Mey saat ia menggoda. Mey tidak cantik dan berkulit kinclong kayak artis yang sering di jumpai Hugo. Mey itu manis jika senyum membuat hati Hugo adem meski kenyataannya senyum Mey sangat mahal padanya.
Mey tidak pernah ganti model baju dasternya dan juga tidak pernah membawa diri kesalon tapi tidak menyentuh Mey saja dalam seminggu membuat kepalanya pusing. Ah, Mey ada apa di balik baju dastermu yang sudah mulai kumal itu?.
Ia tidak bisa jauh dari Mey dan Alfi tapi ia tidak tau bagaimana membawa mereka kedalam lingkaran kehidupannya yang keras. Ia takut Mey tidak akan sanggup. Kimy saja yang memilki fans kabarnya sampai di rawat di rumah sakit karena shock. Tidak hanya Kimy banyak para rekannya yang kadang tidak kuat menghadapi para haters yang menghujat tidak tanggung- tanggung. Di dunia artis semuanya harus tampak sempurna meski di belakang layar ada yang menangis darah.
Hugo ingin Mey dan Alfi berkehidupan tenang tanpa di kejar- kejar wartawan dan tanpa haters. Ia ingin kehidupan Mey berjalan normal seperti selayaknya dan Mey tetap happy memakai daster dan rambut di sanggulnya tanpa di cemooh orang lain.
Dan yang terpenting jangan sampai pihak star mengetahui tentang Mey dan Alfi sebelum waktunya tiba. Ia ingin mengasih kejutan pada pria itu dan pada perempuan yang membuat hatinya terluka.
***
"Kamu kapan menceraikan perempuan itu?" tanya mamanya saat ia pulang kerumah. Ia melihat mamanya dengan menyipit. Ia tau maksud mamanya.
Ia dan mamanya sedang duduk santai di ruang tengah yang terksan sunyi hanya di huni oleh mamanya disana beserta dengan seorang pembantu padahal rumah itu sangatlah besar.
"Apa dengan mempunyai istri seperti Mey harga diri mama jatuh di depan papa?"
"Tentu saja Hugo, papa kamu akan mengejek kamu dan mama"
"Masalahnya kita berada di bawah kekuasaan papa kamu, karir kamu terancam"
"Mama tenang saja aku akan keluar dari Gold"
"Kamu sudah sering ganti menajemen"
"Ya mau gimana lagi, janda mama ngejar aku terus, pengen bangat liat aku menjadi gembel"
"Atau kamu terima saja permintaannya"
"Aku akan merebut hak aku dengan cara yang halus bukan dengan car mengemis"
"Maksud kamu?"
"Mama cukup terima saja Alfi sebagai cucu mama"
__ADS_1
"Aku akan menyayangi Alfi kalau kamu tidak lagi bersama Mey"
"Mana bisa gitu ma, Alfi anaknya"
"Apa istimewanya perempuan itu? selain bisa melahirkan tidak ada lagi"
Hugo malas berdebat dengan mamanya. Ia memilih pergi bertemu dengan teman-temannya sesama artis. Ia mengambil motor bebeknya dan memakai masker dan helm dengan begini orang- orang tidak akan mengetahui siapa dirinya.
Sebelumnya ia sudah menelpon dulu dan berjanji akan bertemu di resto milik Femi yang terletak di dekat persimpangan area olah raga dan taman kota.
Setiba disana Hugo langsung menuju ke belakang resto disana didesain khusus oleh Femi untuknya bersantai kala jenuh dari rutinitasnya.
"Wuih akhirnya suami Mey muncul juga" sambut Roy, si pria berambut cepak kayak gaya taun sembilan puluhan dan kalau main film sering terpilih menjadi cowok flamboyan yang ada gemes- gemesnya gitu. Tapi aslinya mah, jangan di tanya. Sering bikin Hugo kesal karena ledekannya plus jahilnya.
"Kayaknya suami Mey lagi happy liat tuh wajahnya kayak udah sering di servis gitu" kekeh Femi si pria bertubuh macho berkulit coklat dan kalau main film sering jadi pria jahat perebut istri orang.
Femi dan Roy adalah teman Hugo yang menjadi saksi kejahatan Hugo pada Mey waktu itu. Mereka mengetahui Hugo demikian saat Hugo di bawa warga beramai- ramai mereka sangat panik takut di adili massa. Namun karena masalah itu sudah jauh berlalu cerita itu menjadi lucu bagi mereka dan menimbulkan tawa. Hanya mereka berdua dan Vino yang tau bahwa Hugo menikah dengan gadis desa selebihnya tidak yang mengetahui.
Hugo mendorong kaki Roy dan duduk dekatnya.
"Gak ada tempat nongkrong lagi selain ini ya? liat minumannya itu- itu mulu" Hugo mengambil segelas jus jeruk di depannya tanpa permisi.
"Itu punya gua anjir, kalau lu mau pesan sana" ujar Roy kesal.
"Udah diminum Roy itu, gua gak tanggung jawab kalo mulut lo ntar berbusa trus kejang- kejang" Kekeh Femi.
"Lu kira gua kena penyakit ayan, anjayyy" Roy menendang Femi dengan cepat Femi mengelak sambil tertawa.
"Lu gak kena ayan, tapi rabies" ralat Femi sambil tertawa bersama Hugo.
"Ngeselin amat"
"Sok an kamu mas, yang ngeselin itu kamu,...yang bawa hati aku tanpa perasaan"
Hugo dan Femi makin tertawa terpingkal- pingkal soalnya itu adalah adegan dimana Roy berperan dengan lawan mainnya di sebuah film dan celakanya lawan mainnya adalah mantannya sendiri. Hal itu kerap di curhatkan Roy bersama mereka. Karena sudah kayak adegan beneran.
__ADS_1