Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
my ex


__ADS_3

Satu bulan, dari jarak kepergian Mey. Bagi seseorang mungkin tidak ada perubahan sedikit pun dan ada juga yang terkesan jalan di tempat. Tapi tidak dengan keluarga Adyatama yang mengalami banyak perubahan. Hugo menjadi super sibuk dengan dunianya pergi pagi pulang malam. Mulai dari jadwalnya di kantor lalu setelah itu ia melanglang buana menjadi fotografer dadakan. Vino yang menjadi pengikut setianya menjadi bingung dengan tingkah sang boss yang rela berjam-jam menempuh jarak dan waktu untuk sampai pada objek yang di tujunya.


Si boss sudah separuh gila, gak ada capek-capeknya mengemudi dengan jarak puluhan kilometer demi mencapai semua keinginannya. Vino sering bertanya apakah tidak capek terus pergi kesana? Hugo malah menjawab dengan sumringah sambil melihat foto hasil jeptretannya. Dia berubah aneh jika tidak kesana dalam sehari.


Bossnya memang sudah gila, tepatnya makin gila semua pemikiran warasnya entah kemana. Jika di tanya apa alasannya maka ia akan menjawab, demi cintalah!.


Eaak, cinta! makan tuh cinta! ditikung baru tau rasa dan masuk ke rumah sakit jiwa. Waktu bersama kemana saja? makanya jangan di sia-siakan! baru saja berpisah sudah galau setengah mampus.


Adyaka juga berpisah akhirnya dengan Vivian dan perempuan itu angkat kaki bersama Kikan dari mansion itu. Mereka pindah ke sebuah rumah kecil di tengah kota dan mendirikan sebuah usaha jualan online disana. Sekarang Adyaka banyak menghabiskan waktu untuk olahraga bersama teman-temannya di lapangan golf kadang bersama Adyatama juga.


Sedangkan Elsa, dia gak ada saingan lagi jadi dialah menantu satu-satunya di keluarga itu. Meskipun begitu ia juga gak bakal disayang kok selain oleh Adyaksa jadi percuma selama ini saingan sama menantu lainnya. Sekarang ia merasakan suasana mansion hambar karena gak ada orang selain dirinya di sana. Semuanya sibuk dengan dunianya masing-masing. Dan jika bertemu Sarah dan Fujhi palingan mereka membahas Caleya dan nasibnya sedangkan Alexa gak masuk lagi ke kelompok itu. Persahabatan mereka putus karena perbuatan dirinya sendiri.


***


Manusia tampan yang menjadi idaman para perempuan mendadak jadi angry birds. Wajah di tekuk bawaannya gas melulu. Jika berpapasan dengan deretan para mantan biasanya pasang wajah datar dan dagu di angkat, untungnya gak tinggi kalau iya udah kayak liat langit. Angkatnya sederhana saja tanpa senyuman apalagi sapaan 'hay'. Padahal para mantan udah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan makhluk yang satu itu dengan penampilan yang sangat sempurna.


Perubahan itu membuat para penggemar menjadi penasaran. Kenapa berubah sedrastis itu? apa ia sudah mendapatkan perempuan yang maha sempurna maka dia mengabaikan pesona malaikat seperti mereka.


Andai mereka tau.


Hugo yang dulunya berkancah di dunia artis ia memilih artis yang benar-benar bertalenta bukan karena sensasi. Ia bertekad akan membangun usaha itu dengan sebaik-baiknya dan para artisnya akan go internasional. Ia akan tunjukkan bahwa Hugo itu ada, dan dia juga patut di banggakan bukan pria berkaca mata itu, eh?.


***


Kehidupan Mey tidak tenang seperti ada hantu yang selalu membayangi keberadaan dirinya padahal tidak ada siapa-siapa selain fotografer pakai topi dan kaos yang kerap memotret tidak jauh dari rumahnya. Mey jadi curiga jangan-jangan di sekitar rumahnya ada menyimpan harta karun hingga orang itu selalu datang kesana.Mey tidak melihat wajahnya karena terlihat jauh dan juga tidak tertarik melihat lebih detail.

__ADS_1


Selain itu Mey tidak punya waktu untuk memikirkan hal lain selain saran dokter Surya untuk mencoba dekat dengannya. Tiap ada jadwal libur dokter itu selalu datang kesana bersama Rhea dan Key. Kadang menginap disana dan main gaple semalaman dengan bapak Mey. Bapak Mey setuju-setuju saja jika dokter itu yang jadi calon mantunya. Semenjak dokter itu sering datang stok isi kebun berkurang di rumah Mey karena para pria yang datang kesana rada minder berhadapan dengan saingan mereka yang satu itu.


Sabtu sore dokter itu datang lagi dan Mey mengajaknya jalan pakai motor bapak Mey. Sebuah motor legend yang tempat duduknya amat kecil dan jika Mey duduk di belakangnya harus pegangan ke pinggang sang dokter. Dokter itu tidak masalah apalagi kalau ada tanjakan Mey memegang pinggangnya dengan kencang. Jalan memang banyak lobang dan becek sesudah hujan. Mereka pakai motor karena jalanan kecil dan mudah di akses dengan motor dari pada di mobil.


Mey mengajak main ke bendungan dan duduk di panorama disana yang tidak terlalu besar tapi cukuplah untuk bersantai sambil melihat air mengalir dan persawahan yang menghijau dan sesekali angin lembab berhembus menerpa wajah mereka. Bagi dokter Surya ini amazing karena jarang berada di desa jadi sekali-kali ke desa ia sangat menikmati pemandangan itu. Sedangkan motor mereka di tinggal tidak jauh dari sana, di pinggir jalan desa.


"Bagaimana Mey, kamu ikut aku ke kota kembali ya biar kita full time, aku janji gak akan mengecewakan kamu" mereka duduk berdekatan, kayak abege dan hati dokter itu juga berbunga kayak baru jatuh cinta.


"Serumah sama dokter tanpa nikah bisa di gorok bapak"


"Aku carikan kamu kontrakan yang dekat, aku juga gak bakal lancang kok, aku janji"


"Aku percaya dokter, kan kita udah lama teman"


"Makasih sih"


Yes, dokter Surya bersorak dalam hati selangkah lagi Mey, selangkah lagi! kita bakal nikah dan perjuangan aku gak sia-sia. Dokter itu senyum-senyum bahagia.


Setelah puas duduk disana mereka jalan-jalan di pematang sawah lalu menuju pulang. Tapi ketika sampai di motor mereka melihat kedua ban motor legend itu kempes. Padahal tadi bannya baik-baik saja mungkin saat mereka pergi ban motor itu buang angin.


"Bagaimana ini dokter, tambal ban jauh di depan"


"Ya sudah dorong saja"


"Aku bantu ya"

__ADS_1


Awalnya romantis dorong motor berdua tapi lama kelamaan capek juga. Dokter Surya kasihan pada Mey yang sudah lelah berjalan.


Tiba-tiba dari arah depan sebuah mobil berwarna hitam lewat dekat mereka bertepatan dekat genangan air. Begitu pas dekat , air lumpur berwarna kemerahan itu terciprat kewajah mereka.


Lengkap sudah penderitaan mereka, mulai dari dorong motor di jalanan licin sampai kena air kubangan. Kemeja dokter Surya tidak berbentuk sampai ke wajah dan kaca matanya. Begitu juga dengan Mey seperti habis main lumpur.


"Kalau ada kendaraan yang lewat kamu numpang ya Mey" usul dokter Surya karena kasihan melihat Mey yang sudah capek dan sudah dingin.


"Kita bareng saja dok"


"Nanti kamu sakit, kamu pergi saja dulu, aku akan jalan cepat kok kamu gak usah khawatir" dokter Surya tersenyum menggoda. Mey kan jadi malu.


Mobil hitam tadi kembali lewat. Mey pengen teriak pada sopir itu karena telah membuat dirinya dan dokter Surya kotor. Tapi mobil itu malah berhenti dan terdengar suara dari dalam mobil " butuh tumpangan?"


"Kamu naiklah Mey" ujar dokter Surya meminta Mey untuk naik.


"Saya kotor dokter nanti mobil orang itu ikut kotor"


"Mobilnya juga udah kotor Mey, lihat" dokter itu menunjuk badan mobil kotor karena tanah becek "aku rasa tidak apa, kamu naik ya"


"Pak tumpang pacar saya sampai depan ya" ujar dokter Surya pada sang sopir dari balik kaca mobil.


"Ya" terdengar suara berat didalam, suaranya sangat familiar tapi entah siapa. Mey ragu membuka pintu mobil dan melambaikan tangan pada dokter Surya.


"Maaf ya pak, baju saya kotor, mobil bapak kotor oleh saya"

__ADS_1


Mey berusaha melihat wajah sang sopir lewat kaca pengintai lalu mata perempuan itu melotot sambil menutup mulutnya.


"Mas Hugo?"


__ADS_2