Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
my ex 2


__ADS_3

Hugo mengintip keterkejutan di wajah Mey karena bertemu dengannya kembali lewat kaca pengintai. Ia mengerti Mey akan bereaksi demikian dan itu adalah wajar karena telah tersakiti oleh dirinya. Tidak mudah bagi Mey untuk memaafkannya dan dia juga tidak akan mudah untuk melupakan Mey. Dari hari rindu itu makin menggunung tanpa bisa bilang, karena sudah pasti akan berbalas dengan benci.


Tapi ia paling tidak sabar jika melihat Mey bersama pria sumber masalah dalam hidupnya itu. Mey nya jadi terkontaminasi oleh rayuan maut sang dokter. Ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Kenapa aku harus bertemu mas lagi sih? aku gak mau lihat wajah itu lagi!" Mey histeris dan teriak. Ia baru saja akan move on dari rasa sakit yang di timbulkan Hugo sekarang pria itu datang lagi kehadapannya dan bikin masalah. Yang tadi waktu di jalanan dekat lumpur itu pasti sengaja dan ia juga curiga kalau ban motor kempes juga ulah Hugo.


"Jangan teriak-teriak Mey nanti orang nyangkanya aku ngapa-ngpain kamu lagi"


"Biarkan saja biar mas di adili massa"


"Biar di giring kayak waktu itu lagi dan di nikahin lagi?"


"Aku gak mau kawin lagi sama mas"


"Kalau aku mau"


"Mas ngeselin bangat sih. berhenti aku mau turun!! kalau gak aku lompat nih"


Ancaman Mey gak main-main ia beneren mau lompat dari jendela dan Hugo terpaksa menghentikan mobilnya yang sudah bermandikan lumpur karena percikan air jalanan.


'Ya sudah, kalau kamu mau turun" Hugo mematikan mobilnya. Mey turun dan Hugo juga ikut turun.


"Kenapa ikut juga sih, mas pergi sana!"


"Gak ada orang di sini kamu gak boleh jalan sendirian nanti kamu kenapa-napa'


"Memangnya kamu siapa aku, ha?"


"Janda kamu" Hugo menjawab dengan nada datar tidak peduli mata Mey melotot sambil nunjul-nunjuk dirinya kesal.


"Mas kenapa merecoki lagi, apa mas juga sekarang juga tertarik sama janda?"


"Iya"


Jawabannya lempeng makin membuat Mey darah tinggi "aku gak suka sama mas, jadi jauh-jauh dari hidup aku meskipun aku janda gak bakal suka sama orang kayak kamu"


"Aku tau, tapi aku yang gak bisa pisah sama kamu"


"Kita itu sudah selesai ya, teruskan hidup masing-masing bukan kembali lagi ke titik awal" telunjuk Mey lurus ke wajah Hugo di sertai dengan seringai kemarahan "kamu dengar Hugo, jangan ganggu aku lagi! pernah menikah denganmu adalah sebuah kesalahan, kesalahan terbesar aku!"


Hati Hugo bagai dipukul dengan keras saat Mey bilang pernah menikah dengannya adalah sebuah kesalahan. Pernikahah mereka memang sangat hambar dulunya tapi setidaknya ada percikan cinta di dalamnya. Apalagi akhir-akhir perpisahan mereka Hugo setengah gila melihat istrinya berlari ke pelukan pria lain untuk meredakan luka akibat ulahnya. Ia meraih telunjuk Mey yang mengarah padanya dan menurunkan dengan lembut.

__ADS_1


"Itu bagi kamu Mey, bagi aku tidak! pernah menikah dengan kamu adalah hal yang yang membahagiakan bagi aku" Hugo menatap mata perempuan itu dengan dalam dan luka "percaya sama aku Mey, aku benar-benar bahagia sama kamu, semenjak kamu pergi aku jadi kosong"


Hugo memegang kedua bahu Mey untuk melihat pada wajahnya, pada kesungguhan ucapannya.


Mey membalas tatapan dalam Hugo itu dengan celetukan "oh, jadi begini cara mas buat perempuan jatuh cinta, pantas saja mereka luluh sama mas" ujarnya sambil menepis tangan Hugo sampai terlepas dari bahunya.


"Aku serius Mey"


"Aku percaya mas serius, mas emang buaya masa muntahan mau di embat lagi"


Mulut Mey kadang memang gak ada filter, langsung ngena sasarannya. Untung saja Hugo menaggapi hal itu dengan hati kuat, sekuat baja karena gak akan lebih kuat jika Mey sampai menikah dengan pria lain.


"Aku waktu itu sangat panik Mey, Kikan bilang itu anak aku padahal ternyata tidak"


Mata Mey berkaca-kaca sambil mendorong tubuh Hugo kasar "anak sendiri saja gak tau, makanya jangan sembarangan tidur sama perempuan, nyaho kan?"


"Aku gak kayak gitu Mey"


"Mata kepala Mey sendiri yang melihat kamu tidur sama dia, masih mau ngelak?"


"Kamu?" Hugo kesal karena Mey memanggilnya dengan sebutan kamu beberapa kali sejak tadi, bukan mas seperti biasanya.


"Aku gak ngapa-ngapain sama Kikan'


"Terus aja bilang gitu, memangnya aku percaya?"


"Makanya aku buat kamu percaya"


"Gak bakalan"


"Aku gak bakal nyerah untuk membuat kamu kembali lagi Mey"


"Silahkan saja begitu sampai aku menikah"


"Aku gak bakal biarkan itu terjadi, kamu hanya boleh bersamaku"


Hugo terus mengikuti Mey dan meninggalkan mobil disana. Sebenarnya itu juga bukan mobilnya, itu adalah mobil bengkel yang di pinjamnya sebentar karena mobilnya di perbaiki disana. Ia bisa minta Vino mengurus mobil itu untuk membawa ke tempat pencucian nanti.


Mey jengah melarang Hugo terus mengikutinya sampai akhirnya meniti pematang sawah pria itu terus saja mengintil di belakang.


Bapak Mey yang melihat anaknya pulang bersama pria tempo yang sudah di taboknya sekarang datang lagi. Lalu dimana dokter itu di tinggalkan Mey bersama motor kesayangannya. Motor legend penuh kenangan walau di tukar dengan harley pun dia gak bakalan mau.

__ADS_1


Mey melihat ke Hugo dengan tawa di dalam hati, awas saja kalau berani datang kerumahnya biar pulang tinggal nama apalagi bapaknya sudah berwajah mengerikan seperti mau menelan Hugo hidup-hidup.


"Bapak, apa kabar pak?" Hugo mengambil tangan bapak bekas mertuanya untuk salaman. tapi pria itu menepis tangan Hugo dengan kasar.


"Mey, kenapa kamu bawa laki-laki ini kesini?" tanya bapak Mey pada anaknya.


"Mey gak tau pak"


"Aku tadi ketemu Mey di jalan, makanya aku antar" jawab Hugo penuh kesopanan.


"Memangnya kamu gak bisa pulang sendirian Mey, mana calon suami kamu?"


"Ada di depan bapak" jawab Hugo, penuh harap. Padahal bapak Mey bertanya penuh amarah pada anaknya tapi malah ia yang menjawab dengan tidak tau dirinya.


"Kamu sudah pernah salah menikah dengan seseorang Mey, jangan kamu ulangi lagi!!....Mey! masuk!!!" ujar bapak Mey, marah sambil menunjuk pintu.


Mey langsung menurut dan masuk kedalam. Mak Mey yang sedang sibuk dengan para cucunya ada Alfi, Rhea dan Key mendengar suara ribut-ribut di depan dan segera menghampiri. Ia melihat suaminya sedang berhadapan dengan mantan menantunya. Ia tau suami sangat marah pada Hugo karena telah menyakiti Mey.


"Ada Hugo?" sapa Sri. Melihat mantan mertuanya Hugo langsung menyalami dengan penuh hormat "apa kabar mak?"


"Baik"


Perempuan itu melihat Hugo dari ujung kaki sampai ujung kepala. Sepertinya anak itu kelelahan.


"Duduklah mak buatkan teh" Sri mempersilahkan Hugo duduk di teras.


"Terima kasih mak, aku mau bertemu Alfi"


"Sebentar, mak panggilkan atau kamu masuk saja kedalam"


"Aku disini saja mak"


Bapak Mey melihat Hugo dengan tajam. Hugo mengangguk ramah dengan tidak tau dirinya.


"Dia mau bertemu dengan anaknya, bukan bertemu dengan anakmu pak" Sri menarik tangan suaminya untuk segera masuk kedalam rumah.


"Sebentar ya Hugo, mak kedalam dulu"


"Ya mak"


Hugo duduk di kursi teras tidak lama kemudian ia melihat dokter Surya datang dengan wajah belepotan karena air becek di jalanan dan kecapekan mendorong motor. Senyuman terbit di sudut bibir Hugo dalam hati ia bekata, rasain lu dokter!

__ADS_1


__ADS_2