
Caleya berlari sepanjang lorong rumah sakit bersama Key. Wajah keduanya sangat cemas. Setelah mendapat kabar dari Elsa ia langsung kesana.
Selama Caleya bersama Surya berlum pernah pria itu berantem sekalipun. Surya dikenal dengan sifatnya yang baik dan cenderung pendiam namun berhati keras. Surya akan menggapai keinginannya dengan cara apapun. Contohnya saat mendapatkan restu dari kedua orang tua Caleya yang menantang anaknya untuk bersama Surya. Surya memperjuangkan Caleya dengan cara apapun termasuk mencari restu orang tua Caleya dari segala sisi.
Caleya pernah di perjuangkan Surya karena demi cinta.Rasanya ingin Caleya kembali di posisi itu lagi. Kembali dicintai sepenuh hati. Ia merindukan hal itu, lagi.
Sekarang ada seorang perempuan yang berhasil merebut hati Surya rasanya ia tak rela jika Surya nya mencintai perempuan lain selain dirinya.
Elsa bilang, wanita itu adalah istrinya Hugo? siapa dia? mengapa ada hal yang terlewat dari Hugo yang tidak ia tau. Hugo adalah seorang artis play boy yang namanya terus bersinar karena multi talentanya hanya itu yang ia tau tentang Hugo.
Caleya memasuki ruangan rawat Surya disana ada seorang perempuan yang sedang di posisi membelakang ke pintu dan Rhea berada di pangkuan wanita itu.
Surya terbaring di ranjang dengan wajah di perban dan sebelah mata lebam. Ia habis di obati dan masih bisa senyum bahagia.
"Papa kenapa pa?' Key masuk dan berlari ke tepi ranjang Surya, sedih.
"Hey Key, kamu kesini?" sambut Surya sambil mengulurkan tangan dan membawa Key ke pelukannya.
"Papa kenapa?" Key memegang luka dokter Surya di pipi.
"Papa hanya kecelakaan kecil sayang, Key gak usah cemas"
"Papa dipukuli om Hugo papanya Alfi' beritahu Rhea pada Key. Bocah itu masih duduk di pangkuan Mey sambil mempermainkan jari jemari Mey.
"Maafkan om Hugo ya Rhe, tante Mey juga" ujar Mey.
"Lhe gak benci tante Mey, Leh sayang sama tante Mey.
Surya melihat ke pintu ada Caleya disana mata perempuan itu memerah menghampiri Surya. disaat yang bersamaan perempuan yang sedang memangku Rhea juga melihat ke Caleya.
"Kamu? kenapa ada disini?" tanya Caleya pada Mey karena setaunya Mey itu adalah seorang baby sitter. Mey juga sama kagetnya perempuan yang lebay kemaren juga ada disana.
"Dia adalah Mey" ujar Surya mengenalkan pada Caleya "dan Mey dia adalah Caleya mama Rhea dan Key"
"Mey?" tanya Caleya kalau tidak salah tadi Elsa menyebut nama itu. Apakah perempuan seperti ini istri Hugo yang di sukai Surya?.
Mey tersenyum mengulurkan tangan pada Caleya perlahan Caleya mengangkat tangannya dengan mata tidak lepas dari Mey. Ia masih shock perempuan yang disangkanya baby sitter adalah perempuan yang di sukai Surya.
"Saya adalah Mey" Mey mempekenalkan diri.
'Istri Hugo?"
__ADS_1
Mey mengangguk, bibir Caleya mengunggingkan senyuman, miris.
Apa yang dilihat oleh Surya dan Hugo pada perempuan seperti ini bahkan Surya rela terbaring di ranjang rumah sakit karenanya.
"Maaf mbak Caleya, aku tidak tau apa persoalan dokter Surya sama mas Hugo, tapi saya atas nama mas Hugo beneran minta maaf"
"Kamu drama queen"
Dahi Mey berkerut "apa itu drama queen mbak?"
"Jangan didengarkan Mey, dan kamu Caleya kalau tidak ada urusan silahkan pergi dari sini"
"Kamu mengusir aku? aku kesini untuk kamu?"
"Jika kamu datang untuk Key dan Rhea aku memaklumi tapi jangan pernah datang untukku"
"Perkataan kamu nyelekit bangat sih, aku peduli padamu"
Surya dan Caleya mulai berdebat. Mey merasa itu bukan ranahnya dan tidak baik untuk menguping maka ia membawa Rhea dan key keluar dari sana dengan alasan jalan-jalan.
"Elsa bilang kamu berkelahi dengan Hugo karena perempuan itu, apa benar?" tanya Caleya.
"Surya, aku dan Renzo tidak seperti dulu lagi, dia menghianati aku dan aku menyesali semua ini"
Caleya menangis dan duduk di sebelah dokter Surya "aku rasa ini adalah karma bagiku karena telah meninggalkan kamu, aku dan Key tidak bahagia seperti yang kamu pikirkan Surya"
"Aku turut prihatin dengan apa yang menimpa rumah tangga kamu Caleya" dokter Surya duduk dan bersandar di ranjangnya "tapi bukankah kamu bisa mencari cinta yang lain sesuai keahlian kamu"
Perkataan dokter Surya menghantam dinding hati Caleya, keras.
"Apa bedanya dengan kamu yang mencintai istri orang"
"Mey tidak seperti kamu, jangan samakan"
"Dia juga tidak tau kalau kau mencintainya"
"Soal rasa tidak semuanya perlu di ungkapkan, kau pernah berada di titik itu kan?"
Caleya mengangguk dan menangis Surya memang pernah demikian padanya dulu. Pria itu diam-diam jatuh cinta padanya tanpa mengungkapkannya hingga Caleya terbiasa dengan perhatian Surya dan jatuh cinta padanya. Setelah itu barulah Surya mengatakan yang sesungguhnya bahwa ia telah lama mencintai Caleya. Hubungan percintaan mereka sangat manis untuk di kenang.
Caleya menagis sesungukan dan memegang pipi Surya, dokter itu menepis tangan Caleya "jangan!"
__ADS_1
"Aku mohon kasih aku kesempatan kedua"
Surya menggeleng "tidak Caleya sejak kamu memutuskan pergi dariku maka mulai dari hari itu aku telah menutup nama kamu dalam lembaran hidup aku"
"Kau pernah mencintai aku"
"Rasa sakit itu sedalam rasa cinta itu Caleya, sama seperti cinta yang aku pertahankan dulu maka benci itu lebih dari rasa untuk melepaskan"
Caleya tidak tahan dengan semua ini ia pergi dari sana dengan tangisan penyesalan. Ia menjumpai Mey yang sedang duduk makan es krim bersama Key dan Rhea di bangku panjang lorong rumah sakit.
Caleya menarik tangan Key untuk pergi tanpa sempat menyapa seorang lagi anaknya, Rhea.
Bocah kecil itu melihat mamanya dengan sedih. Mey mengerti apa yang dirasakan Rhea. Ia kasihan pada anak itu yang di abaikan oleh mamanya sendiri. sadar atau tidak Caleya telah membuat seorang anaknya terluka.
Ia membawa Rhea kedalam pangkuannya dan mengusap kepala anak itu "Rhea pengen nambah es krim nya?"
Rhea menggeleng.
"Ketempat papa?"
Bocah itu mengangguk dan Mey menggenggam tangan Rhea kekamar dokter Surya. Setiba disana dokter itu menyambut mereka dengan senyuman "anak papa habis belanja dengan tante Mey?"
"Iya papa"
"Bagus ayo sini"
Rhea berlari ke dekat dokter Surya dan memeluknya sedih mungkin karena efek di abaikan Caleya.
'Terima kasih Mey telah menjaga Rhea"
"Aku yang justru harusnya minta maaf dokter, karena kemarahan Hugo dokter jadi begini" Mey duduk dikursi dekat ranjang dokter Surya.
"Tidak apa Mey aku memang pantas mendapatkan nya"
"Maksud dokter?"
Dokter Surya menggeleng tidak mau jujur takutnya Mey pergi setelah ini. Biarlah begini dekat dengannya tanpa tau apa yang ia rasa.
"Sudah pacarannya?"
Mey kaget Hugo tiba di belakangnya. Pria itu melihat Mey dan dokter Surya dengan sinis.
__ADS_1