Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
boombastis


__ADS_3

"Aku mencari mu Mey" ujar dokter Surya dengan suara rendah sarat dengan percikan api rindu.


"Untuk apa? apa dokter minta uang ganti baju waktu itu? maaf ya dok, bajunya belum saya pakai, sayang"


Dokter Surya menghembuskan nafas beberapa kali. Apakah ini yang di namakan grogi? uh kayak anak abege baru jatuh cinta saja. Sadar Surya, sadar!.


"Aku mencarimu karena tidak ada teman buat ngobrol lagi"


"Oh, aku kira?" Mey tertawa "tapi aku akan ganti uang dokter kok"


"Jangan mentang kamu banyak uang trus kamu beli dengan uang kamu ya Mey, aku akan marah lho"


Lagi, Mey tertawa entah kenapa suaranya itu bagai nyanyian sahdu di telinga dokter Surya.


Mereka duduk di bangku panjang taman depan rumah.


"Kenapa kamu gak pernah pulang lagi kerumah kamu yang lama Mey?"


"Entah lah dok, tiba-tiba saya jadi perempuan ningrat, dan tidak mengenali kehidupan saya yang lama"


"Oh ya?" dokter Surya tertawa ngakak. Baru kali ini rasanya dokter Surya tertawa selepas ini. Imej dokter cool tiba-tiba berubah menjadi humoris.


"Kamu tidak pernah keluar dari sini kayaknya" ujar dokter Surya dengan mata berair.


"Udah kena pingit, bukan karena suami saya tapi karena keadaan, semuanya sudah tersedia dirumah ini jadi untuk apa saya keluar lagi dan jika saya keluar takutnya tidak akan kembali"


"Kenapa?"


"Biasa anak ayam"


"Kalau kamu mau ajak aku, Rhea dan Alfi juga, aku siap kok keliling-keliling kota"


"Pusing dok"


Saat mereka tertawa-tawa sebuah mobil memasuki pelataran. Dari sana keluar Kikan bersama Hugo. Begitu Hugo menginjakkan kaki di tanah tubuh Mey langsung membeku.


Bukan hanya Mey tapi juga dengan Hugo. Sedangkan dokter Surya memasang wajah beku dan bersiap dengan apapun yang akan terjadi.


"Istri kamu selingkuh Hugo" bisik Kikan menang.


"Kamu masuk duluan Kikan, ini masalah aku"


"Baiklah, jika kamu butuh aku, aku akan selalu ada buat kamu"

__ADS_1


Kikan masuk kedalam rumah tapi hanya sampai dekat dinding kaca bagian depan dari sana ia mengintip keluar. Perempuan itu bersiap dengan adegan yang akan di suguhkan didepan mata, pasti seru.


Tangan Hugo mengapal kuat menghampri Mey dan dokter Surya.


"Kalian mentertawakan apa? apa ada yang lucu disini?"


Mey menggeleng, takut.


"Anda tau dokter? Mey adalah istri saya, anda jangan coba-coba mendekatinya dan kau Mey, kau adalah istriku" Hugo menekan kata istri.


"Mas, jangan berlebihan dokter Surya hanya teman Mey"


Hugo tidak mau mendengar lagi berkali-kali Mey bilang teman, teman dan teman ia muak mendengar itu.


"Masuk Mey!!!!"


Mey menurut dengan wajah takut. Ia pergi masuk kedalam rumah.


Setelah Mey pergi Hugo menarik kerah baju dokter Surya. Dokter itu hanya diam tidak melawan matanya menantang Hugo dengan seringai.


"Jauhi Mey!!!"


"Kenapa aku harus menjauhinya? Mey hanyalah istri simpanan kamu, jadi untuk apa aku menyerah untuk mendapatkannya"


"Dia istri sah aku, kamu dengar itu!" sebuah pukulan menghantam wajah dokter Surya. Kaca mata dokter itu terjatuh ketanah dan pecah.


"Kehidupan istriku bukanlah urusan kamu!!!"


"Karena aku peduli"


"Kau bukan siapa-siapanya!"


"Aku mencintainya!!"


Ucapan itu bagai petir di siang bolong di telinga Hugo. Meski ujungnya ia tau arah tujuan dokter Surya kesana tapi ucapan tanpa tedeng aling-aling itu makin membuat darah Hugo menggelegak.


Dokter Surya mendapatkan pukulan bertubi-tubi dan dokter itu membiarkan dirinya terus dihantam Hugo. Hal itu membuat kemarahan Hugo memuncak karena dokter Surya tidak melawannya sama sekali.


"Akan kubunuh kau"


"Kau boleh bunuh aku tapi tidak perasaanku" ujar dokter Surya lemah disela kesakitan di sekujur tubuhnya. Darah mengucur di bibirnya dan wajahnya penuh dengan jejak biru kemerah-merahan. Hugo menjadikan dirinya samsak tinju bebas tapi ia pasrah selagi ia bisa bernafas.


"Mampuslah kau bajingan!!" Hugo terus memukul dokter Surya seperti orang kerasukan.

__ADS_1


"Papaaaaa!!!!!"


Rhea baru kembali dari dalam rumah berteriak memanggil papanya. Ia bersama Alfi dan Sean, dua anak laki-laki itu mengantar Rhea sampai kehalaman. Mereka bertiga memekik ketakutan melihat perkelahian di depan mereka.


"Ada apa Rhea?" Elsa keluar dari dalam rumah melihat apa yang terjadi. Ia kaget melihat dokter Surya tidak berdaya . Elsa memekik memanggil seluruh isi rumah.


"Dokter Surya!!!!" Mey yang ikut keluar melihat apa yang terjadi ikut memekik melihat dokter itu sekarat. Ia menghampiri dokter Surya yang tergeletak ditanah.


"Dokter, bangun dokter" Mey mengangkat kepala dokter Surya berusaha menyadarkannya.


"Aku gak apa-apa Mey"


"Dokter sekarat bagaimana bisa dokter bilang tidak apa-apa" ujar Mey cemas.


Hugo menarik Mey dengan kasar agar menjauhi dokter Surya. Perempuan itu meringis kesakitan.


Elsa meminta semua yang ada disana mengurus dokter Surya untuk segera di bawa kerumah sakit. Dokter Surya di masukkan kedalam mobil diikuti oleh Rhea yang sedang menangis sedangkan Sean dan Alfi di pegangi oleh Vivian.


"Mas apakan dokter Surya?" tanya Mey marah dan suara meninggi pada Hugo. Pria itu melihat dokter yang sekarat itu dengan sinis.


"Kenapa? kau sedih selingkuhan kamu mau mati? biar dia mati sekalian!!!!"


"Mas!! aku lelah dengan kecemburuanmu, aku capek dengan sikap kamu!!!!!"


"Ya ...itu karena kamu adalah perempuan jalang, kau dengar itu? kau jalang!!!!" teriak Hugo pada telinga Mey.


"Mas selalu menuduh aku seperti itu"


"Kau munafik!!!"


"Mas!!!!"


Kikan yang melihat itu tersenyum puas ini adalah drama terbaik sepanjang masa yang pernah ia tonton. Terus Hugo,...Mey..kalian berantem terus dan cerai agar aku berada di sisi Hugo tanpa gangguan batin Kikan bahagia.


Mey berlari kedalam mobil yang membawa dokter Surya kerumah sakit tanpa bisa di cegah Hugo. Mobil itu dengan cepat pergi dari sana.


Kikan mendekati Hugo perlahan.


"Dari pada kamu tersiksa lebih baik lepaskah Hugo, lepaskan dia" dan kembalilah padaku bisik hati Kikan kemudian.


"Pernikahan kalian tanpa cinta, percayalah! jika ia cinta maka ia tidak akan selingkuh dan jika kamu cinta maka kamu juga tidak akan mendua"


Darah Hugo membeku apakah ini balasan Mey untuknya?

__ADS_1


Hugo benci melihat dokter itu dan benci dengan semua ini. Harusnya dokter itu mati saja agar hatinya baik-baik saja tanpa kesakitan.


Kikan mendekati Hugo lebih dekat dan membawa pria itu kedalam pangkuannya dan memeluknya erat.


__ADS_2