Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
disaat menyadari


__ADS_3

Setiba dirumah anggota keluarga Adyatama menyambut Mey dan Hugo dengan diam tapi wajah mereka tidak bisa menyembunyikan betapa mereka membenci Mey terutama Kikan. Tadinya Mey yang menarik tangan Hugo dari rumah sakit tapi setelah tiba dirumah keadaan berbalik Hugo yang menyeret Mey untuk masuk kedalam rumah. Hugo menarik tangan Mey ke kamar mereka yang berada di lantai atas keluarga Adyatama dan setiba disana ia mendorong Mey masuk kedalam dan menguncinya.


"Jangan kurung Mey mas!!!" teriak Mey sambil menggedor- gedor pintu.


"Mas, setidaknya mas bisa dengar aku!!!"


Hugo tidak mau mendengar apapun ia kembali pergi menuruni tangga dan meminta pada semua orang agar jangan membuka kunci kamar itu dan pada pelayan ia meminta agar menjaga Alfi sampai ia kembali.


Tiba di halaman ponselnya berdering, dari mamanya.


"Ya ma! ada apa?"


"Apa mama bilang, perempuan itu hanya akan menghancurkan hidup kamu Hugo" sembur mamanya secara langsung. Pasti ada yang memberi tahu mamanya tentang permasalahannya dengan dokter Surya.


"Dia hanya akan merepotkan posisi kamu sebagai publik figur dan sebagai CEO di stars....."


"Sudah ya ma, kepala ku pusing" Hugo mematikan ponselnya dan memasukkan ponsel ke sakunya. Setelah itu ia masuk kemobil.


Hari ini ia lelah sekali secara fisik, fikiran dan emosi. Ia butuh udara segar untuk sejenak.


"Lo dimana?" tanya nya pada Femi lewat handsfree sambil mengemudi.


"Gua dan Roy di gedung"


Gedung yang dimaksud Femi adalah tempat olah raga futsal dimana ia dan Roy sering olahraga disana bersama klub nya.


"Kenapa lu? mau ikut?"


"Gak! kepala gua pusing"


"Suara lu kayak banyak beban, kayak nanggung utang negara" tawa Femi berderai di seberang sana.


"Sialan lu"


"Kayak lu gak pernah sial saja, wkwk"


Hugo mematikan ponselnya begitu saja kepalanya sangat mumet. Lama ia berputar-putar dalam mobil hingga akhirnya ia berhenti di sebuah club dan masuk kesana.


Hari masih belum terlalu malam tapi tempat itu sudah menyuguhkan pemandangan yang sangat luar biasa. Hugo meminta minuman pada bertender dan duduk di meja panjang didepannya.

__ADS_1


"Hugo!"


Kikan, perempuan itu datang menghampiri Hugo.


Pria itu tidak bertanya kenapa Kikan ada disana yang mungkin saja secara kebetulan atau tidak.


"Jangan minum Hugo, kamu tidak tahan dengan alkohol, masalah kamu juga gak bakalan beres dengan ini" Kikan berkata sok bijak sambil menjauhkan gelas dari Hugo.


Hugo meraih gelas itu kembali dan kembali menuangkan minuman kesana.


"Aku kasihan melihat kamu Hugo, Mey membuat kamu sekarat! seandainya aku tidak pergi dan kamu mabuk di kampungnya Mey pasti kamu tidak akan pernah bertemu dengan perempuan itu"


"Semuanya telah terjadi Kikan dan kenyataannya sekarang kepalaku sangat pusing"


Kikan duduk disebelah hugo dan meraih tangannya tak disangka Hugo menepis tangan Kikan, kasar.


"Maaf! harusnya sewaktu pertama kali bertemu setelah perpisahan itu tak kita tidak mengenang lagi kisah lima tahun lalu, aku memang pernah kecewa padamu Kikan tapi sekarang tidak lagi, perlahan aku sekarang mengerti bahwa Mey adalah pusat duniaku, selama ini aku terlalu naif untuk perasaan aku sendiri karena aku artis dan berasal dari keluarga berada sedangkan Mey adalah perempuan biasa, terlalu rendah bagiku mengakui bahwa aku cinta padanya"


Hati Kikan terpukul telak, Hugo mengakui cintanya pada Mey ?.


"Aku juga berharap Mey juga tidak mengingkari hatinya padaku, sama seperti aku tapi nyatanya dia tidak pernah menujukkan bahwa aku berarti baginya"


"Aku tidak tau"


"Kamu seorang play boy, Mey ragu menetapkan hatinya padamu dan membiarkan dirinya terbelenggu oleh rasa tanggung jawab, sama seperti kamu sebelum ini"


"Mana ada rasa tanggung jawab selama itu, aku bisa pergi tanpa kembali dan Mey juga bisa tidak menerimaku setelah sering aku tinggalkan tanpa kabar"


"Kau yakin kau cinta Mey?" rasa sesak mendera hati Kikan. Jika di hati Hugo tidak ada lagi puing kisah mereka lalu akan dibawa kemana hatinya? ia hanya ingin Hugo, itu saja.


"Kalau bukan cinta apa ini namanya Kikan? hanya dia yang aku inginkan tidak ada yang lain, aku akan berubah demi Mey, ya aku harus berubah demi dia"


"Kau telah terlambat"


"Selagi ada waktu dan selama kami bersama aku akan terus yakinkan Mey" Hugo terus minum, dan minum.


"Kau hanya tidak mau milikmu di ambil orang lain Hugo, itu harga diri bukan cinta!"


"Ini cinta Kikan, aku yakin! aku cinta Mey! tidak ada seorang pun yang boleh bersama Mey selain aku!"

__ADS_1


"Sudah banyak aku menyakiti Mey, aku menyembunyikan demi popularitas aku, aku tidak mengenalkannya pada siapapun dengan banyak alasan, dan kau tau? tangan ini sudah menyakiti Mey berkali-kali, dia jahat sama Mey, jahat!" Hugo memukulkan tangannya ke meja keras-keras. Semua pengunjung melihat kesana termasuk bartender. Pria itu mulai mabuk keadaan nya tidak akan terkendali.


"Hugo, sudah!" Kikan berusaha menghentikan Hugo yang terus meraih botol minuman dan dituangkan kegelasnya.


'Kau tau? tadi aku mengurungnya di kamar, aku harus pulang sekarang juga dokter itu tidak boleh mendekati Mey. dia adalah istriku, istriku!!!"


"Sudah Hugo..!"


Pria itu terus menceracau mabuk sehingga ia terkulai di meja itu sambil terus menceracau lemah "Aku akan pulang, Mey aku pulang! aku cinta kamu, cinta...cinta...!!!" suara itu makin lemah dan bola mata Hugo meredup.


Kikan membayar tagihan Hugo dan membawa Hugo keluar dari sana. Hugo yang childis tidak bisa berhadapan dengan alkohol berjalan sempoyongan. Kikan menyandarkan Hugo kebahunya dan membawanya kemobilnya.


Sepanjang jalan Hugo terus mencaracau tanpa henti menyebut Mey dan dokter Surya. Kikan membiarkan pria itu lelah dengan sendirinya.


Setiba dirumah keluarga Adyatama ia membawa Hugo menyelinap masuk dan menyuruh para pelayan yang melihat untuk diam dan tutup mulut. Ia membawa Hugo kemarnya.


Hugo, jika dengan cara manis tidak bisa mendapatkan dirimu lagi maka akan aku gunakan dengan caraku sendiri. Hal yang membuat kamu tidak pernah akan bisa pergi dariku.


Maafkan aku Hugo, aku akan lakukan apapun demi kamu. Tidak peduli aku menghadapi duniamu yang keras.


Kikan mengikuti pria itu mulai dari keluar rumah tanpa disadari Hugo hingga sampai akhirnya memasuki club. Sebelumnya ia telah menduga Hugo akan kesana dan dugaannya tepat. Rancangan Kikan berjalan dengan mulus dari skenarionya yang telah disusunnya.


***


Memasuki dini hari Mey tersentak dengan degub kencang didadanya. Ketakutan itu muncul entah karena apa yang pasti perasaannya sangat tidak enak. Sudah lewat tengah malam Hugo belum juga pulang, kemana dia?. Apakah Hugo semarah itu pada dirinya?.


Hampir semalaman Hugo mengunci dirinya disini tanpa ada seorangpun yang datang kesana. Mey mencoba membuka pintu dan terbuka, ia lega ternyata ia salah jika Hugo mengurungnya semalaman di dalam kamar.


Tapi dimana dia?.


Ia menghampiri kamar Alfi berharap menemukan Hugo disana namun tidak ada hanya ada Alfi yang sedang lelap tertidur. Mey memperbaiki selimut Alfi setelah itu mencari Hugo.


Mey menuruni tangga dan melihat ke ruangan yang sangat besar di hadapannya berharap Hugo ada disana.


Setiba di lantai bawah ia mendapati seorang pelayan. Mey bertanya padanya "apakah kamu ada melihat Hugo?"


"Tuan Hugo?" perempuan empat puluh tahun itu menunjuk ke arah kamar Kikan.


Dahi Mey berkerut "aku bertanya Hugo bukan Kikan!"

__ADS_1


Pelayan itu tampak gugup dan kembali menunjuk kamar Kikan "tadi aku lihat tuan masuk kesana"


__ADS_2