
"Mey, kamu ada acara tidak malam ini?" dokter Surya menelpon Mey saat Mey sendirian di apartement Hugo.sedangkan Alfi dan Hugo sudah pergi ke acara ulang tahun. Mey tidak tahu acara ulang tahun siapa. Semenjak Mey memaksa ikut sore tadi mereka belum sempat bicara. Hugo mendiamkannya.
"Tidak ada dok"
"Kamu mau tidak pergi bersamaku dan Rhea ke sebuah acara?"
"Jangan ngajak saya dokter, anda kan tau saya tidak pas masuk ke sana"
"Cuma kamu yang dekat dengan kita Mey, mau ya?"
"Dokter gak malu ngajak aku?"
"Kalau malu aku gak bakalan ngajak Mey" dokter Surya tertawa di seberang sana.
"Ya udah deh dok, aku juga sendirian di sini"
"Aku jemput ya"
"Aku ikut suamiku sote tadi dok, sekarang aku di apartement"
"Baiklah"
Panggilan di putuskan. Mey melihat isi kopernya tidak ada pakaiannya yang bagus disana. Ya sudah, ia pergi dengan pakaian apa adanya. Baju panjang dan celana panjang.
Mey menghubungi Hugo minta izin mau pergi tapi Hugo tidak kunjung mengangkat teleponnya.
Mungkin nanti ia akan menghubungi Hugo lagi. Meski Hugo sudah semakin berubah. Tapi sebelum ketuk palu ia dan Hugo masih suami istri.
Mey berdiri di seberang jalanan depan apartement. Tidak lama kemudian dokter Surya dan Rhea datang. Gadis kecil itu memeluk Mey dengan pelukan rindu.
"Tante kemana saja? kenapa gak pulang- pulang? Lhe dan papa gak ada temannya.
"Ntar ya tante pulang, bawa Alfi biar Rhea ada temannya lagi"
"Memangnya Alfi gak mau pulang ya tante? Lhe gak nakal kok"
"Rhea emang gak nakal tapi gemesin" Mey mencubit pipi Rhea lembut.
"Ih tante, jangan cubit ntar bedak Lhe ilang" Rhea cemberut bikin Mey makin gemes pengen narik pipi chaby itu.
"Bagaimana kabar kamu Mey?" tanya dokter Surya sambil mengemudi. Mey sudah tinggal bersama suami dan anaknya.
Mey menggeleng " di ujung tanduk dok"
Dokter Surya mengerti hubungan Mey dan suaminya makin tidak bisa di perbaiki. Pria itu pasti tidak bisa melihat kelebihan Mey sebagai perempuan biasa.
__ADS_1
"Sabar ya Mey"
Mey mengangguk, Dokter Surya adalah tempatnya berbagi cerita. Pria itu menyikapi masalahnya dengan cara berpikir dewasa. Mey lega jika sudah curhat pada dokter itu.
"Mey kita singgah di salon dulu ya?" dokter Surya berbelok ke sebuah butik dan berhenti.
"Dokter mau beli baju?"
"Bukan aku saja Mey tapi kita bertiga"
"Aku gak usah dok"
"Hitung- hitung sebagai hadiah karena telah menamani aku dan Rhea"
"Ayo tante" Rhea menarik tangan Mey jika begitu Mey tidak akan bisa menolak serasa Alfi yang menarik tangannya.
"Carikan mereka baju yang cocok" pinta dokter Surya pada pegawai butik " dan tolong dandani mereka"
Perempuan cantik pegawai butik itu mengangguk dan mempersilahkan Mey dan Rhea untuk masuk ke sebuah ruangan.
Dokter Surya sendiri memilih pakaian yang simpel sesuai warna kesukaannya toksedo hitam dan celana senada. Setelah itu ia duduk di kursi tunggu sambil main ponsel.
"Papa!"
"Tante Mey mana pa?"
"Tunggu bentar lagi ya?"
Setengah jam menunggu Mey akhirnya perempuan itu muncul juga. Dokter Surya melongo seakan tidak percaya dengan penglihatannya. Di depannya berdiri seorang perempuan cantik memakai gaun merah menyala, lipstik senada dan rambutnya di gerai indah.
"Woow tante Mey cantik sekali" puji Rhea takjub.
Mey tersenyum gigi putihnya yang selama ini biasa saja malam ini sangat jelas tertata rapi.
"Um, kita bisa pergi sekarang" dokter Surya mengasihkan kartu debitnya pada pegawai butik matanya tidak lepas dari sosok Mey yang sedang membimbing tangan Rhea ke mobil.
***
Parkiran gedung hotel bintang lima stars mulai di penuhi oleh kendaraan pribadi. Para tamu undangan sebagian besar terdiri dari rekan bisnis, para artis dan para karyawan yang bekerja di stars yang tidak sedikit jumlahnya. Mulai dari stars enetertainment, stars mall dan stars hotel.
Memasuki pintu hotel para di sambut oleh lampu blitz kamera dan sorotan wartawan yang mewawancarai para artis yang datang kesana.
" Hugo datang bersama anak kecil!!"
Tiba- tiba ruangan itu menjadi heboh Hugo menjadi bahan perhatian. Para wartawan yang tadinya mewawancarai tamu penting dan para artis beralih memburu Hugo.
__ADS_1
"Anak siapa yang datang bersama anda Hugo?" tanya beberapa orang wartawan berebutan.
Hugo tersenyum dengan tenang ia berjalan membimbing tangan Alfi melewati orang- orang yang penasaran akan dirinya. Vino yang berjalan di belakang Hugo dan Alfi berubah jadi model dadakan. Tubuh Vino berjalan gemulai menyapa semuanya seperti Miss universe di atas panggung.
"Hugo!!"
Kikan memangil Hugo ia menerobos kerumunan untuk menghampiri Hugo. Orang- orang yang masih penasaran karena tanya mereka belum di jawab Hugo.
"Apa mereka anak kalian?" tanya seorang wartawan pada Kikan. Kikan gugup tidak menyangka akan di kasih pertanyaan demikian. Hugo menarik tangan Kikan agar tidak menjawab pertanyaan itu.
"Biarkan saja"
Kikan menurut ia membiarkan Hugo menggengagam tangannya melewati puluhan pasang curiga.
"Hugo cowok play boy ternyata sudah memiliki anak dengan Kikan mantan pacarnya"
"Fans Hugo pasti jantungan dengan hal ini"
" Apakah Hugo diam- diam sudah menikah?"
Hugo menjadi topik perbincangan hangat. Di depan sana berdiri seorang pria yang tidak kalah kagetnya melihat Hugo membawa seorang anak kecil. Di sebelahnya juga ada anak kecil seusia Alfi sedang berdiri jenuh melihat orang- orang yang datang. Di sebelahnya lagi ada Perempuan cantik memegang tangan pria itu erat. Mereka adalah keluarga Adyaksa dan istrinya Elsa
Hugo menghampiri pria itu "selamat malam paman! " sapa Hugo.
"Malam" ujarnya dengan seringai malas.
"Mana papa dan kakek?"
Perempuan di sebelah Adyaksa mencibir " kamu punya anak dari anak tirinya kak Adyka? sunguh tidak tau malu!"
Mata Elsa melihat ke tangan Hugo yang tidak sadar masih menggengam tangan Kikan. Hugo melepaskan tangan Kikan pelan.
"Hugo!!!"
"Kakek!"
Seorang pria berusia enam puluh tahun berjalan gagah menghampiri Hugo. Dia adalah Adyatama pemilik stars. Hugo memeluk kakeknya erat.
Saat itulah ruangan makin riuh. Orang- orang tidak percaya bahwa Hugo adalah cucu dari stars. Baik rekan bisnis maupun sesama artis semuanya melongo. Hugo banyak mengasih kejutan malam ini.
Hugo tersenyum pada pria di belakang kakeknya yang sedang menggandeng seorang perempuan cantik memakai dres hitam. Senyuman sekarang adah senyuman mengejek tidak peduli sengan wajah pria itu yang menegang. Pria itu adalah papanya Adyaka dan perempuan itu adalah mama tirinya, mama dari Kikan. Pantas saja Hugo selalu menolak apapaun dari nya ternyata anaknya sangat pintar.
Adyksa dan Adyaka sama- sama kaget dengan hal ini. Malam ini mereka pasti akan tamat.
"Kenalkan kek, cucu kakek! Alfi!"
__ADS_1