Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
modus Caleya


__ADS_3

Tanpa sadar tangan dokter Surya meremas surat kabar di tangannya. Ia kesal setelah membaca isi berita headline disana yang menyebutkan seorang cucu Adyatama yang bernama Hugo memiliki istri simpanan dan wajah istinya itu mirip Mey.


Selama ini ia tidak pernah tau siapa suami Mey dan ternyata suami Mey itu adalah seorang artis ternama yang terkenal dengan sensasinya.


Tapi apa benar Mey adalah wanita simpanan?. Dokter Surya benci melihat tulisan itu. Bayang-bayang Mey yang menangis di kamar hotel berputar di kepalanya.


Sejak malam itu ia tidak lagi menemukan Mey semua tentang Mey terputus begitu saja. Ia mencari Mey ke apartement dimana suaminya itu tinggal tapi ia tidak menemukan Mey.


Ia rindu pada perempuan itu dan rindu mendengar suaranya lagi.


Ia meninggalkan ruangan kerjanya dan melihat jam dipergelangan tangan. Sudah waktunya Rhea di jemput dari sekolahnya. Putrinya itu dimasukkan ke PAUD tidak jauh dari rumah sakit tempat ia bekerja. Ia sengaja membagi waktu agar tidak repot dan Rhea tidak bosan menunggunya berlama-lama di rumah sakit.


Baru saja ia keluar dari ruangannya ia di hadapkan dengan Caleya yang bergegas berjalan sambil menggendong Key. Di belakangnya ada teman-temannya sewaktu sekolah dulu, Sarah, Fujhi, Elsa dan Alexa. Mereka membawa anak-anak mereka.


"Key tadi terjatuh!' beritahu Caleya diwajahnya tidak ada kecemasan sama sekali berbanding terbalik dari wajah dokter Surya dan langsung menyongsong Caleya.


"Anak papa kenapa?" tanya dokter Surya cemas tanpa menyapa Caleya.


"Key tidak apa-apa papa, Key tadi hanya terjatuh" jawab Key.


"Periksa anak kamu Surya, takutnya kenapa-napa " usul Sarah.


"Pengasuh Elsa sangat ceroboh masa anak kita dibiarkan jatuh" beritahu Caleya kesal dan menurunkan Key dari bopongannya. Begitu Key di tegakkan anak itu langsung berlari memeluk papanya.


Dokter Surya melihat Caleya tajam karena merasa terbohongi.


"Dia tadi jatuh, lihat lututnya berdarah"


Dokter Surya menghembuskan nafas dan memeriksa lutut Key. Ada memar disana tapi tidak parah.


"Sakit sayang?" tanya dokter Surya lembut.


"Tadi iya papa, sekarang tidak lagi"


"Ya sudah papa obatinya" dokter Surya menggendong Key kedalam ruangannya di ikuti para perempuan itu.


"Menjaga anak itu adalah tugas orang tuanya bukan tugas orang lain, jika kamu tidak keberatan biarkan Key bersama ku, biar Rhea,dan Key tidak kesepian"


"Tidak Sur, ini sudah kita bahas sebelumnya"


'Mereka berada didalam ketimpangan, Key kehilangan kasih sayang papanya dan Rhea kehilangan kamu Caleya"


"Kalau begitu kenapa kalian tidak bersama lagi?" cetus Alexa.


Pertanyaan itu mewakili rasa hati Caleya sendiri dan berharap Dokter Surya menerima masukan itu.


"Kalian dulu kan saling cinta, apa salahnya memaafkan dan mengasih kesempatan yang kedua" sela Fujhi.


"Aku sudah memaafkan seluruh kesalahan Caleya beserta dengan tingkahnya' ujar dokter Surya tersenyum pasti. Wajah Caleya berbinar cerah itu berarti..


"Aku telah memaafkan tapi tidak untuk kembali, aku menghargai Caleya karena dia telah melahirkan Key dan Rhea ke dunia ini, jadi kalian tolong jangan ungkit hal ini lagi" dokter Surya berkata tegas. Air mata Caleya ingin tumpah ternyata cinta itu jika tersakiti beginilah jadinya. Sesal yang tiada guna kadang ia berandai-andai tentang waktu, andai waktu bisa diulang kembali.

__ADS_1


Surya membangun tembok tak kasat mata yang membuat dirinya tersiksa. Mereka bisa bersama tapi tak bisa lagi saling menjangkau. Ini lebih menyakitkan dari saling menjauh dan tidak pernah bertemu lagi. Jika pergi mungkin ada bara rindu tapi jika bersama maka cinta dan rasa bersalah itu saling menghanguskan.


"Papa...!"


Terdengar suar Rhea dipintu, wajah anak itu dipenuhi keringat.


"Anak mama udah pulang?"


Rhea mengabaikan Caleya dan mendekat pada dokter Surya dan memeluknya. Hati Caleya teriris melihat anaknya mengacuhkan dirinya.


"Maaf papa telat menjemput Rhe"


"Tidak apa pa Lhe bisa kesini sendiri kok"


"Anak mama pintar" puji Caleya hendak memeluk Rhea namun gadis kecil itu menjauh, Celya menjadi kecele, sedih.


" Ada kak Key, ...ada Sean dan tante juga" sapa Rhea.


"Iya sayang, semuanya bareng mama "


Lagi Rhea mengacuhkannya. Anak itu mengadu tinju dengan Sean.


"Kak Key" Rhea mendekat pada Key yang berjarak tidak hampir dua tahun darinya. Key memundurkan langkah kebelakang "jangan mendekat!"


"Key, ada apa sayang" tanya dokter Surya. Key terlihat marah pada Rhea dan tidak suka melihat adiknya itu.


"Aku benci Rhe, papa sayang padanya!!!" teriak Key.


"Rhe, mama sayang sama Rhe dan kakak" tepis Caleya sedih.


Rhea menggeleng 'Lhe hanya anak papa, saat Lhe sakit papa yang nemani Lhe"


Caleya menghapus air matanya ucapan Rhea menyayat hatinya.


"Papa punya kakak bukan milik Rhe" sanggah Key marah.


"Sudah, sudah ya..! papa milik Key dan Rhe kok, papa sayang kalian berdua, nanti akhir pekan papa boleh jemput Key ya? kita pergi bareng kemana yang Rhe dan Key mau" dokter Surya beralih pada Caleya 'maaf, ini adalah rumah sakit lebih baik kita selesaikan lain waktu sekarang aku harus mengantar Rhe pulang ganti baju"


"Aku nebeng dengan kamu saja ya Surya, aku tidak bawa mobil, sopir juga kayaknya lagi kantor mas Adyaksa" pinta Elsa.


"Tak masalah, ayo!"


Sebelum pergi dokter Surya mencium kepala Key "kasih lutut Key obat ya biar cepat sembuh"


Key mengangguk "baik papa, ini tidak apa-apa" Key memeluk dokter Surya erat.


Anak kecil itu enggan berpisah dengan papanya. Caleya menarik tangan Key menjauh dari sana. Bukan hanya Key yang enggan berpisah dirinya juga. Perlahan air mata Caleya jatuh dipipinya.


Sementara itu Fujhi, Sarah dan Alexa sudah ke mobil mereka masing-masing dengan pikiran mereka sendiri-sendiri.


Didalam mobil dokter Surya dua anak kecil, Rhea dan Sean sudah heboh di kursi belakang. Elsa dan dokter Surya membiarkan mereka sesukanya bercanda dan bernyanyi.

__ADS_1


"Aku turut prihatin dengan hubungan kamu dan Caleya" ujar Elsa jujur.


"Sudah lewat Els, aku sudah ikhlas menerima semua ini"


"Apa karena perempuan yang kamu ajak ke pesta waktu itu?"


"Entahlah"


"Hm kamu jangan bohong, kalau boleh tau siapa sih orangnya?"


"Hanya teman"


"Masa?"


Dokter Surya terkekeh "kamu kepo"


"Ih udah tua juga, lebay!"


Elsa dan dokter Surya sama-sama tertawa karena menirukan ucapan anak muda jaman now.


"Aku penasaran deh Sur siapa orangnya"


"Jangan penasaran lah"


"Kenalkan pada kita dong!"


Dokter Surya tersenyum " nanti, kalau hilalnya sudah tampak"


Mereka sampai di rumah keluarga Adyatama. Elsa dan Sean turun. Anak laki-laki itu menarik Rhea untuk ikut bersamanya untuk masuk "sebentar saja Lhe"


"Pa, Lhe ketempat Sean sebentar ya, sebentar saja!"


"Baiklah papa tunggu sini"


"Tunggu didalam saja Sur, bisa minum" ajak Elsa.


"Makasih saja Els, lain kali saja"


"Kamu mah sok an" cibir Elsa.


Niat Dokter Surya tidak akan turun dan menunggu Rhea dalam mobil sambil memesan makanan tapi ketika melihat seseorang yang beberapa hari ini dipikirannya semua atensinya terarah pada orang yang lewat dekat mobilnya hendak masuk kedalam rumah.


"Mey?"


Dengan cepat dokter Surya turun dari mobilnya dan memanggil Mey.


Mey yang mendengar ada orang memanggilnya berhenti dan menoleh lalu tersenyum lebar "dokter?"


Dokter Surya menghampiri Mey dengan tatapan yang tidak lepas darinya "kemana saja kamu Mey?" ada rasa gejolak kebahagiaan didada dokter Surya saat melihat Mey kembali.


Ada detak- detak aneh yang merasuk di jiwanya.

__ADS_1


Mey, bolehkah aku memelukmu?.


__ADS_2