
Roy dan Kikan menyeret dengan paksa Mey untuk masuk kemobil. Mey meronta karena tidak mau pergi dari sana tapi tenaga Roy sangat kuat sekali Mey tidak bisa berkutik saat ia mendorong untuk duduk di dekat kemudi.
"Kalian mau bawa aku kemana sih? kalian mau nyulik aku? tapi setidaknya biarkan aku bertemu dengan Hugo dulu, aku mohon" Mey menangis pada Roy dan Kikan.
"Gak usah dengerin Roy, bawa saja dia" ujar Kikan di bangku belakang.
"Roy, turunkan aku, aku mohon...aku mau bertemu dengan Hugo!!"
"Diam!!' hardik Kikan.
"Kikan! kamu jahat bangat sih, kamu kan hamil anaknya Hugo tapai kenapa kamu tega?"
"Yang tega itu kamu Mey"
"Kamu kenapa mikirin Hugo? kamu kan honeynya si dokter itu jadi kamu tidak punya hak untuk peduli pada Hugo" Roy ikut bicara akhirnya.
"Kalian apa-apan sih, putar balik sekarang"
"Gak bakal Mey, kenapa kamu cemaskan Hugo, kamu kan gak cinta sama dia"
"Kata siapa aku gak cinta sama dia tapi dianya yang gak cinta sama aku, aku bisa apa?" Mey bicara blak-blakan tapi sukses membuat Roy dan Kikan diam.
"Jadi kamu cinta dia?" tanya Kikan kemudian dengan suara datar "bukannya kamu cintanya sama dokter itu?"
"Aku belum mencintainya tapi dokter itu berjanji akan membuat aku jatuh cinta padanya setelah kami menikah"
"Kamu sangat bodoh atau naif sih Mey" Kikan menghembuskan nafas tapi emosinya sudah turun dan stabil begitu juga dengan Roy.
"Lalu kenapa kamu gak mau sama Hugo Mey?" tanya Roy dengan nada yang bersahabat gak seperti tadi yang seperti mau menelan Mey.
"Aku gak percaya lagi sama dia, aku melihat dengan mata kepala aku sendiri dia tidur bareng Kikan dan bercumbu di kamar kami"
Roy melihat ke Kikan lewat kaca pengintai "kamu nih biangnya, kamulah yang bersalah dalam hal ini Kikan"
__ADS_1
Kikan diam, ia juga ikut andil dalam perpecahan rumah tangga Hugo dan Mey.
"Kalian mau ajak aku kemana? aku mau bertemu Hugo"
"Sabar ya Mey, aku mau membawa kamu ke suatu tempat" suara Roy rendah dan dia juga mengemudi dengan tenang.
"Tapi bagaimana dengan Hugo?"
"Sebelum jam besuk datang aku berjanji kita akan sampai disana" jawab Roy.
"Aku minta maaf deh Mey, ini bukan anaknya Hugo tapi adalah anak pria Belanda campuran yang tidak sengaja aku kandung" Kikan mengusap perutnya yang sudah mulai buncit.
Mey kaget sambil melihat ke Kikan "tapi kenapa kamu bilang itu anaknya Hugo?"
"Nyari bapak biat anak ini Mey tapi kemudian aku sadar kalau anakku tanpa identitas keluarga lengkap aku juga bisa mengasih dia kehidupan"
"Ngeles aja kamu Kan?" celetuk Roy karena ia tau jika Hugolah yang membongkar kebohongan Kikan.
"Kamu cemburu sama aku ya Mey?"
"Aku benar-benar minta maaf deh Mey, maafkan aku ya! waktu kita ketemu di taman aku juga sudah minta maaf sama Hugo"
Mey ingat beberapa hari yang lalu Kikan dan Hugo bertemu dengannya di taman ternyata mereka membicarakan itu. Mey merasa bersalah sudah buruk sangka pada Hugo.
Mobil Roy berhenti di depan sebuah cafe yang bernama 'merah' Mey tidak tau kenapa cafe itu dinamakan merah kenapa bukan kuning atau biru atau warna yang lainnya padahal cat cafe itu berwarna putih dan terdiri dari dua lantai. Dan sepertinya cafe itu baru dan belum di buka sama sekali dan di depan pintunya ada pita.
"Jadi ini cafe barunya dia?" tanya Kikan pada Roy. Roy mengangguk "tuh anak sudah mulai gila kalii, dia akan menjadikan caef ini cafe pribadi, gila gak tuh?"
"Diakan memang gila, kamunya saja yang terlambat"
Wajah Kikan berubah, sepertinya ia menyesal tapi entah karena apa.
Mey tidak mengerti arah pembicaraan Roy dan Kikan ia melihat ke arah Barat di sana ada mansion keluarga Adyatama berdiri kokoh. Jaraknya tidak jauh dari sana hanya beberapa meter saja dan masih termasuk dalam kawasan mansion.
__ADS_1
"Kenapa Mey? rindu rumah itu? aku sudah lama meninggalkan tempat itu, ya karena aku tidak tau diri sih"
"Tante Vivian?"
"Udah pisah sama om Adyaka"
Mey melongo ternyata sepeninggalnya mansion itu mengalami banyak goncangan.
DI Belakang cafe itu terdapat sebuah taman tertata rapi dan juga banyak terdapat banyak macam bunga disana, ada juga kolam, jalanan kecil berhiaskan bebatuan dan tempat itu di hias sebagus mungkin seperti akan mengadakan acara romantis. Ada juga sebuah meja dengan bunga di atasnya. Lampu-lampu taman juga sudah di pasang. Tapi kenapa banyak untaian foto di sekeliling taman itu.
"Tempat apa sih?" Mey melihat banyak foto-foto disana dan ketika ia mendekat ternyata itu adalah foto-foto dirinya. Sewaktu ia berada didesa. Ada juga foto dirinya berkubang lumpur sewaktu mendorong motor dengan dokter Surya tapi dokter Suryanya di cut.
"Kenapa foto-foto aku ada di sini?"
"Itu si gila Hugo yang menyiapkan semua ini untukmu, rencananya dia akan mengajak kamu malam ini kesini" terang Roy "dia akan melamar kamu untuk kedua kalinya di sini dengan konsep taman seperti yang kamu suka"
Bibir Mey bergetar dan ia kembali menangis sambil menyentuh foto-foto hitam putih itu. Jadi Hugo melakukan ini semua untuknya.
"Tiap hari dia kedesa kamu hanya untuk menyiapkan itu, dia seperti orang kurang waras Mey"
Mey ingat ada fotografer waktu itu yang sering datang, itu Hugo? kenapa dia bodoh bangat sih?.
"Aku temannya Hugo Mey, aku tau siapa dia, dia mencintai kamu, memang iya di waktu belakangan dia sering menyakiti kamu tapi dia berubah karena sadar dia hanya cinta kamu Mey"
Kilatan wajah Hugo dengan wajah memelasnya hadir di ingatan Mey makin lama makin miris rasanya. Canda dan perhatiannya sederhananya kembali hadir menyeruak tapi sayang Mey tidak mempercayainya. Sekarang ia menyesali semua itu.
"Dia mencemaskan kamu Mey dan tidak mau kamu bersama Surya, ia kesal sama dokter itu karena dia sendiri yang bilang cinta sama kamu di depan Hugo makanya ia kesal dan memukul dokter itu sampai masuk rumah sakit"
Mey baru dengar hal itu sekarang jadi karena itu Hugo memukul dokter itu dan waktu itu dia malah membela dokter Surya. Kaki Mey terasa goyah ia tidak kuat untuk berdiri dan akhirnya ia terduduk di atas rerumputan sambil terisak. Ia merasa kerdil dengan semua itu. Ia buta tentang Hugo.
"Waktu kamu di sana Hugo juga berusaha membawa kamu pulangkan? tapi dia datang lebih dua hari kemudian kamu tau kenapa dia seperti itu?"
Mey menggeleng.
__ADS_1
Roy membuka ponselnya dan memperlihatkan berita yang meliput Hugo waktu di sekap oleh seorang fansnya "ini kamu lihat Mey"