Istri Simpanan Artis

Istri Simpanan Artis
sama-sama kecewa


__ADS_3

Rumah tangga itu sudah lima tahun mereka jalani tampaknya masih jalan di tempat dan masih terkesan biasa.


Sebenarnya bukan hambar kalau dilihat dari dalam hati masing-masing. Meski banyak kekurangan Mey dalam segi penampilan tidak membuat hati Hugo berubah malah ia makin sering merindukan Mey. Baginya Mey adalah yang terhebat bisa membimbing dan menjaga Alfi dengan sepenuh hati.


Sejak kasus dengan Kimy waktu itu Hugo tidak pernah lagi mendekati perempuan baik settingan maupun sekedar ingin.


Akhir-akhir ini Hugo jarang pulang karena sibuk dengan single terbarunya dan menyiapkan konser tunggal perdananya. Seperti hari-hari sebelumnya ia akan jarang mengabari Mey bahkan tidak sama sekali. Biasanya Mey sabar menunggu dan separah apapun perbuatannya Mey akan menyambutnya dengan senyuman. Kadang kalau bertengkar hanya pertengkaran kecil setelah ia membungkam mulut Mey dengan bibir maka perempuan itu akan diam.


Kali ini Ia ingin Mey dan Alfi datang menyaksikannya di atas panggung. Ia akan tunjukkan pada seseorang. Sengaja sebelum pergi ia pulang kerumah dan meletakkan tiket di meja untuk kejutan. Untungnya Mey tidak ada di rumah jadi semua itu berjalan dengan lancar. Ia juga sudah menyiapkan segala keperluan Mey dan Alfi mulai dari pakaian, penata rias dan sopir yang akan menjemputnya nanti.


Hugo sudah bertekad ia akan mengenalkan Mey dan Alfi kepublik malam ini di atas panggungnya.


***


Stadion penuh dan riuh oleh penonton yang berdesakan. Lampu-lampu berkelap-kelip di kegelapan. Wajah Hugo menghiasi tempat itu dengan poster yang di bawa para fans nya. Semuanya tidak sabar menunggu idola mereka yang akan meluncurkan lagu pertamanya di konsernya yang perdana ini.


"Hugo!"


'Hugo!"


"Hugoooooo!"


Teriakan itu makin riuh ketika lampu di matikan dan di atas panggung muncul seorang pria memakai jaket putih di lapisi kaos berwarna hitam. Ia membawa sekuntum mawar merah dan kado. Lampu menyoroti Hugo yang menuju sebuah piano yang telah di siapkan.


"Lagu ini aku persembahkan untuk seseorang yang sudah mengiringi langkahku dalam suka dan duka, terima kasih telah menjadi yang terbaik untukku dan menungguku dalam hari yang sulit, i love you" Mata Hugo sejenak mencari keberadaan Mey dan Alfi di kursi yang sudah di tentukannya namun tidak ada Mey dan Alfi disana. Malah matanya menangkap kehadiran seorang pria dengan istrinya. Perempuan itu bergelayut manja pada tangan pria itu sedangkan di kursi VIP ada sang mama. Jarak mereka tidak jauh sang mama di pastikan bisa melihat adegan itu.


Suasana kembali riuh mendengar ucapan Hugo yang manis bahkan ada di antara penonton yang baper.


"Lagu ini aku ciptakan untuknya, untuk perjalanan kisah kami yang tak sempurna"


"Hugoooo, I LOVE YOU!!"


"I love too buat para Hugo lovers"


Suasana makin riuh para cewek menjerit histeris.


Dengan tenang jari jemari Hugo menekan tuts piano. Suasana hening sejenak lalu mulailah ia menyanyi. Para penonton mengiringi lagunya yang sahdu dengan gerakan tangan.


Lagu itu mengandung makna ungkapan dari lubuk hati terdalam.

__ADS_1


Bibir ku berat mengucapkan kata cinta,


Tapi bukan aku tak cinta


Namun jauh di lubuk hati terdalam


Hanyalah dirimu yang bertahta


Tak ada cinta selain dirimu


Percayalah... tak usah meragu...


Para penonton ada yang baper sampai menangis menyanyikan bait lagu itu.


Lagu pertama selesai di lanjutkan lagu berikutnya namun Mey dan Alfi tidak pernah terlihat. Mata Hugo mencari-cari mereka ke segala arah saat ia menyanyi menyapa fansnya.


Mey tidak mungkin tidak melihat apa yang telah di persiapkannya. Sepanjang acara itu Hugo terus mencari wajah Mey dan Alfi namun sampai acara selesai wajah kedua orang itu tidak pernah kelihatan.


Belum pernah dalam hidup Hugo sekecewa malam ini. Ia mengganti pakaiannya di ruang ganti dan memakai pakaian biasa sebuah kaos hitam dan celana jeans hitam.


"Hugo!"


"Kikan?"


Perempuan dua puluh delapan tahun itu tersenyum "aku maksa Vino membawaku kesini, kalau gak aku gak bakal di izinin body guard kamu"


Hugo tersenyum masam, detak jantungnya makin tidak terkendali apalagi saat Kikan makin dekat dengannya.


"Selamat Hugo, konser perdanamu berjalan sukses"


"Terima kasih"


Kikan salah tingkah begitu juga dengan Hugo yang tidak bisa membenci Kikan. Masih ada rasa untuknya?.


"Aku sengaja datang dari Belanda untuk mu"


Hugo tersenyum "makasih"


Makasih lagi? Hugo kehilangan kosa kata saat melihat Kikan kembali.

__ADS_1


"Aku rindu kamu" ujar Kikan setetes air mata jatuh dipipinya "aku sudah pergi jauh agar bisa melupakan kamu, melupakan masalah tentang kita tapi aku tidak bisa bee"


Hugo menghembuskan nafas yang terasa sesak di dadanya. Mengapa Kikan datang disaat ia berusaha untuk melupakan.


Perempuan cantik bak model itu berlari memeluk Hugo menumpahkan segala kerinduannya. Perlahan tangan Hugo terangkat dan balas memeluk Kikan.


"Masih hanya kamu di hatiku Hugo, aku akan melupakan masalahku dengan papa kamu demi kamu, demi kita.


***


Alfi di larikan kerumah sakit, Surya lah yang membawanya dengan sigap ia membopong Alfi dan memasukkan Rhea ke mobilnya.


Alfi berlumuran darah sedangkan pemotor itu melarikan diri.


"Alfi hanya luka ringan Mey tidak usah cemas" ujar Surya menenangkan perempuan itu.


Mey tidak mau mendengar ia terus saja menangis karena sudah sangat cemas dengan keadaan Alfi yang pingsan di pangkuannya.


"Bapak tau dimana letak rumah sakit kan? ayo cepetan pak"


"Iya Mey ini saya sudah ngebut"


Surya memang sudah mengebut mengemudikan mobilnya bahkan ia menerobos lampu merah namun itu masih sangat lambat bagi Mey.


Setiba di rumah sakit Surya melarikan Alfi ke unit gawat darurat, ia melarang Mey untuk masuk dan menyuruh menjaga Rhea didepan ruangan. Mey ingin marah seharusnya yang menjaga Alfi itu dirinya karena ia adalah ibu Alfi tapi kok malah Surya yang masuk kedalam. Mey menangis di depan ruangan itu sambil memeluk Rhea. Bocah kecil itu hanya diam saat Mey memperlakukan dirinya demikian.


Ia ingat, ia harus memberitahu Hugo tentang Alfi. Ia mencari ponsel di saku dasternya lalu dengan cepat menghubungi pria itu. Ponsel Hugo mati. Dengan kecewa Mey kembali memasukkan ponselnya ke saku.


Pintu terbuka dan Mey dengan cepat bangkit bertanya pada dokter itu. Namun kemudian mata Mey terbelalak saat melihat siapa yang berdiri memakai jas warna putih itu.


"Pak Surya!"


Surya tersenyum "sudah kubilang Mey, Alfi tidak parah ia hanya luka bagian luar, dia sudah sadar tapi biarkan dia istirahat dulu"


"Terima kasih pak, eh ..dokter"


"Suami kamu tidak di beritahu?"


Mey tersenyum hambar lalu pergi kedalam menemui Alfi. Hugo selalu sibuk dengan dunianya bahkan untuk sekedar mengasih kabar saja tidak ada waktu.

__ADS_1


__ADS_2