
Keluarga Adyatama menjadi heboh karena Hugo tidak kembali dan Kikan menyalahkan semua orang dan mengancam akan memberitahu media tentang kejadian ia dan Hugo. Adyaka menelpon Kirana, mama Hugo menanyakan keberadaan anak mereka.
"Aku tidak tau, Hugo tidak pernah telepon dan datang lagi kesini, pasti kamu yang larangkan?" ujar Kirana di seberang sana.
"Inilah yang membuat aku malas dengan kamu Kirana, kamu selalu saja berburuk sangka padahal Hugo sampai sekarang tidak pulang pulang kamu sibuk dengan asumsi kamu sendiri"
Adyaka mematikan ponselnya lama bicara dengan mantan istrinya bukan menyelesaikan masalah tapi malah akan membuat kepalanya makin pusing.
"Bagaimana? kakak sudah bertemu dimana Hugo?" tanya Adyaksa ikut cemas.
Adyaka menggeleng.
"Hugo tidak lari dari tanggung jawabnya kan?" tanya Vivian mencecar curiga "Pasti dia lari bersama Mey" lanjut nya.
"Hugo tidak bersama Mey" bantah Adyaka
"Jika Hugo lari dari tanggung jawab aku akan menghancurkan nama Adyatama" ujar Vivian meninggi dan emosi. Adyaka tidak menyangka Vivian ikutan juga berkata seperti Kikan padahal dia adalah istrinya. Vivian tidak harusnya berkata seperti itu pada Adyaka karena kehormatan keluarganya adalah kehormatan dirinya juga.
"Kita cari bersama kak, kerahkan orang-orang kita mencarinya" ujar Adyaksa karena percuma berdebat dengan perempuan seperti Vivian yang tidak jauh beda sifat dengan Kikan.
Adyaka dan Adyksa pergi dengan satu buah mobil. Mereka mengerahkan anak buah untuk mencari keberadaan Hugo.
Awalnya mereka ke kantor polisi melaporkan kejadian itu karena kejadiannya sudah dua kali dua puluh empat jam. Disana ia bertemu dengan seorang pengusaha properti yang juga melaporkan kehilangan anak gadisnya. Namanya Herlambang berusia lima puluh tahun sedangkan anak gadisnya berusia tujuh belas tahun. Herlambang sempat berbasa basi dengan Adyaka dan Adyaksa sebelum pergi mencari putrinya itu.
"Terakhir Hugo terekam CCTV masuk kedalam kawasan perumahan rumahnya yang lama tidak lama kemudian ia keluar dari sana" Adyaksa membacakan berita yang di dapat dari anak buahnya.
"Aku pusing Adyksa, dia adalah anak aku satu-satunya tapi kehidupannya banyak drama"
"Kalau dia tidak mau menikah lagi jangan dipaksakan kak"
"Aku gak memaksa Adyaksa, aku rasa Hugo cocok dengan Kikan karena mereka memiliki hubungan di masa lalu hanya karena kecewa sama kami saja mereka akhirnya putus dan Kikan pergi, kamu tau kan? Hugo menikah diam-diam dari kita juga karena permasalahannya dengan Kikan, mungkin dia keewa sama aku dan tidak memberitahu aku permasalahannya"
"Itu kan dulu, bagaimana kalau sekarang Hugo lebih cinta sama Mey dari pada Kikan, apalagi mereka sudah punya Alfi"
"Cucuku....sudah dua hari dia pergi, aku rindu padanya"
__ADS_1
"Kita cari Hugo dulu kak, bahaya kalau ngajak Alfi"
Adyaka mengangguk setuju. Ponselnya bergetar dengan cepat ia mengangkat panggilan itu.
"Kami sudah menekukan jejak Hugo pak"
"Bagus, sherlock lokasinya sekarang"
"Bagaiamana kak?" tanya Adyaksa setelah Adyaka menutup teleponnya.
"Ini petanya" Adyaka memperlihatkan gps pada Adyaksa lalu pada sopir agar ia mengikuti jalan itu.
Tempat Hugo hanya beberapa meter dari sana setiba di depan rumah mewah berhalaman luas itu Adyaka dan Adyaksa turun dari mobil sambil melihat bangunan di depannya. Disana ada lima orang pria berpakaian kaos hitam bertubuh kekar dan anggota polisi yang sudah siaga mengepung tempat itu.
"Ini rumah kosong tidak ada orangnya, apa mungkin Hugo di sekap di dalamnya?" ujar Adyaksa.
"Ini adalah rumah salah seorang pengusaha pak, kemungkinan memang begitu" jawab salah seorang anak buah mereka.
"Apa kita pernah berurusan dengan pemilik rumah ini sebelumnya?" tanya Adyaka pada Adyaksa. Adiknya itu menggeleng "aku rasa tidak"
"Ini aneh mengapa Hugo disekap disini?"
Sebuah mobil masuk kepelataran dan pemiliknya turun dengan sigap. Dia adalah Herlambang.
"Pak Adyaka dan Adyaksa juga ada disini?" tanyanya "apa putra bapak sudah ditemukan?"
Adyaka menggeleng "kamu?"
"Menurut laporan putriku berada di sini, dirumah kami tapi mengapa bapak berdua juga ada disini?"
"Oh jadi rumah ini milik bapak Herlambang?" tanya Adyaka "tapi mengapa rumah ini sepi?"
"Kami sekeluarga akan pindah ke LA siang tadi tapi belum jadi karena putri kami hilang begitu saja, aku heran kenapa anak bapak juga ada disini"
***
__ADS_1
Ara memperlakukan Hugo dengan sangat baik dan istimewa segala sesuatunya di persiapkannya dengan sangat lengkap seperti memang mau hidup dalam rumah itu selamanya, berdua.
Mulai dari stok makanan, pakaian untuk Hugo dan jadwal mereka mulai dari makan, happy dan menonton bersama. Semua sudah tersusun oleh gadis tujuh belas tahun itu. Dua hari Hugo terkurung disana tidak tau harus apa. Gadis itu sangat manja dan suka menangis kalau di bentak. Ia selalu mengintilin Hugo kemana pun ia pergi dalam rumah itu bahkan tidur saja ia tidak mau pisah kamar dengan alasan takut. Tapi untungnya gadis itu tidak macam-macam hanya sekedar tidur sambil senyum-senyum sebelum memejamkan mata. Hugo merasakan hidup di goa siang dan terkurung disana. Rasanya sangat pengab meskipun rumah itu sangat besar.
Semua tentang Hugo dikumpulkan Ara mulai dari album, film , dan foto - foto yang di curinya di medsos lalu di pajang di dinding di jadikan walpaper. Hugo hanya bisa meringis melihat hal itu dan tidak tau harus apa. Harus senang atau sedih.
Hugo tidak tau sampai kapan ia disana. Semoga saja pihak dari keluarga gadis itu mencari kesana agar ia terbebas dari tempat itu karena kepalanya mau meledak memikirkan kemungkinan-kemungkinan di luar sana terutama pada Mey.
"Kak, ayo kakak makan, Ara sudah siap memasak untuk kakak"
Hugo menurut karena perutnya sangat lapar, sebelumnya ia menolak apapun makanan yang di sodorkan Ara tapi sekarang rasanya sudah tidak tahan ia bisa pingsan disana jika pingsan ia tidak bisa menemui Mey.
Ara tampak senang melihat Hugo memakan masakannya. Ia menyendokkan makanan untuk hugo dan menyodorkan banyak makanan ke hadapannya.
"Ara udah lihatkan? kakak gak kayak apa yang Ara pikirkan, kakak juga manusia biasa, gak ganteng, gak baik dan juga gak pintar jadi stop terlalu fanatik terhadap kakak" ujar Hugo pada Ara.
"Aku suka kakak dari dulu, aku pergi kesetiap acara konser kakak, nonton film yang kakak bintangi, aku suka kakak dan jadi pacar kakak, buat Ara kakak sempurna kok dan Ara juga mau menjadi seperti yang kakak mau"
"Lepasin kakak Ra, Aran pasti punya orang tua yang sekarang panik nyariin Ara" Hugo berkata lembut agar gadis labil itu tersentuh hatinya.
Ara menggeleng "mama, papa Ara jahat masa mereka bawa Ara jauh dari kakak"
"Jauh kemana?"
"LA" jawab Ara pendek.
Hugo tidak tau apa yang dipikiran gadis itu yang terlalu mengidolakan dirinya.
"Ara boleh kok anggap kakak sebagai kakak Ara tapi bukan seperti ini caranya"
"Emang kalau Ara deket-deket kakak, mereka biarin? gak kak Ara sering di marahi oleh asisten kakak yang gemuk itu"
"Vino?"
"Ara gak tau namannya padahal Ara kan pengen peluk kakak"
__ADS_1
Gadis itu manyun dan pengen nangis.
Baru saja mereka selesai makan terdengar pintu di klik dan di buka dari luar. Mereka serentak menoleh ke pintu itu.