Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Mega pulang kampung


__ADS_3

Pagi" sekali Mega sudah bersiap" , dia akan pergi dari kota ini.


Sebelum pergi Mega mendatangi makam Ibunya


" Bu,,, hari ini aku akan pulang ke kampungnya Ibu,,, Ibu aku tinggal di sini ya,,, Ibu selalu ada di hatiku bu,,, aku tidak akan ke sini lagi,,, Ibu jangan khawatir,, aku akan selalu mendoakan Ibu. Bu sekarang aku lagi hamil cucu Ibu,, doakan kami ya bu agar kami kuat menjalani hidup ini,, aku pamit bu,, Assalamu'alaikum,,, " ucap Mega sambil menangis


Rindu yang sangat menyiksa adalah rindu pada orang yang sudah tidak ada lagi di dunia ini


Kini Mega pulang ke rumah dan dia langsung mengambil barang" nya.


Mega memberikan kunci rumahnya pada pemilik kontrakan dan berpamitan


Mega juga berpamitan pada Bu Asih,, tetangga yang selama ini baik padanya


" Bu,,, Saya pamit ya Bu,,, titip makam Ibu kalau ada waktu tolong tengokin ya bu,, " ucap Mega


"Nak Mega mau kemana,,, " ucap Bu Asih


" Saya ingin pulang kampung Bu,,, saya ingin melanjutkan hidup di kampung Ibu,, " ucap Mega


" Ya sudah hati " ya nak,,, Semoga kamu bahagia di sana ya nak,, " ucap Bu Asih meneteskan air mata dan memeluk Mega


Mega menganggukan kepalanya,, dan ikut memeluk Bu Asih


" Terimakasih ya Bu,, selama ini Ibu sudah baik padaku dan Ibu,, " ucap Mega


" Iya Nak,,, jaga diri kamu baik" ya,, " ucap Ibu Asih


" Assalamu'alaikum,, " ucap Mega


"Wa'alaikum salam,, " ucap Bu Asih sambil menatap kepergian Mega


Kini Mega akan menuju Stasiun,,


Dia akan menggunakan kereta


Kampung Ibunya berada di Solo,,


Kini Mega sudah berada di kereta


Perlahan kereta sudah mulai jalan


" Selamat tinggal Ibu,,, selamat tinggal kota jakarta,," ucap Mega dalam hati


Mega terus memandangi luar jendela kereta


perlahan air matanya menetes


" Aku kembali ke kampung dengan membawa janin dalam kandungan ku,,dulu aku ke Jakarta waktu masih kecil bersama Ibu,, kini aku kembali pulang sendiri dan dengan menyandang Status Janda,, " ucap Mega


Sementara Andre datang ke rumah Mega


Dia mengetok pintu rumah, tetapi sepi tidak ada tanda" Mega mau keluar

__ADS_1


" Mas,,, cari Neng Mega ya,, " ucap Bu Asih


" Iya Bu,,, " ucap Andre


" Neng Mega sudah pergi Mas,,,baru saja,, " ucap Bu Asih


" Pergi kemana ya Bu,, " ucap Andre


" Katanya sih pulang kampung Mas,,, " ucap Bu Asih


" Kampungnya di mana ya Bu,, kalo boleh tau,, " ucap Andre


" Solo sih kalau ga salah Mas,, "ucap Bu Asih


" Ya sudah terimakasih ya Bu,,, permisi,, " ucap Andre


Andre langsung menjalankan motornya mengejar Mega, berharap masih bisa bertemu dengannya


" Ya Alloh Mega,, lo tega banget sih ngga ngabarin gue,, " ucap Andre


Amel yang di kampus tidak melihat Mega menjadi khawatir


Setelah jam kuliah selesai, Amel mendatangi rumah Mega


Amel juga bertanya ke pemilik kontrakan,, Bu imah.


Bu Imah mengatakan kalau Mega sudah tidak mengontrak lagi di rumah itu dan dia sudah pergi kembali ke kampungnya


Amel masuk mobil dan menangis di sana


Amel pulang dan dia langsung masuk ke kamar


Ibu Dela yang melihat Amel sedih jadi bertanya


" Mel,,, ada apa Sayang,, kok kamu kelihatan sedih,, " ucap Bu Dela


" Mah,,,,Mega ninggalin aku mah,,, dia pergi jauh dari kota ini,, " ucap Amel menangis


" Apa,,, dia pergi ke mana Sayang,," ucap Bu Dela


" Kata pemilik kontrakan sih dia pulang kampung Mah,, tapi aku tidak tau di mana kampungnya,, " ucap Amel sedih


Devan yang kebetulan mendengar obrolan Mama dan Adiknya kaget


" Apa,,, dia pergi jauh dari kota ini,, " ucap Devan


Ada rasa sesak di hati Devan mengingat Mega


Memang Devan sudah menalak nya,,, tapi sebenarnya ada rasa kehilangan di hati Devan


Andre mencari di setiap terminal,, stasiun tapi tidak ada


Mega tidak terlihat

__ADS_1


Andre duduk di bangku taman tempat Mega suka menyendiri


" Mega,,, kenapa kamu tega tidak berpamitan padaku,,, aku kehilangan kamu Meg,, " ucap Andre meneteskan air mata


Andre mengelus bangku dimana Mega sering duduk di situ


Andre benar" merasa kehilangan


Devan duduk dan bersandar di tepi ranjang,, dia terbayang saat membopong tubuh Mega saat pingsan,, dan terbayang saat Devan menalaknya,,,


" Ya Tuhan,,, kenapa aku terbayang wajahnya,apa aku terlalu kejam sehingga dia pergi dari kota ini,aku sudah menorehkan luka yang terlalu dalam padanya,, " ucap Devan


Tiba-tiba Celine menghubunginya


" Halo Sayang,, temani aku ya malam ini,, aku ingin keluar,, " ucap Celine


" Maaf Sayang,, aku tidak bisa. aku sibuk harus mengecek pekerjaan,, " ucap Devan


" Iih Sayang kok gitu sih,,, aku kan pengin jalan sama kamu,, " ucap Celine


" Lain kali aja ya,,, aku sibuk,, dah,, " ucap Devan sambil mematikan telfon nya


Devan langsung ke kamar Amel,,


" Dek,,, kamu tau kampung Mega ada di mana,, " ucap Devan


" Ngapain Kakak tanya kampung Mega,, " ucap Amel


" Ya kan aku mantan Dosennya,,, ingin tau aja sih,, " ucap Devan


" Lebih tepatnya Suami Mega Dek,, karena baru talak satu,, belum resmi cerai,, " ucap Devan dalam hati


" Kepoin aja tuh sosmed nya,,, siapa tau ada alamatnya,, " ucap Amel


" Sosmed nya apa dong,, " ucap Devan


" Mega Aulia,, " ucap Amel


Kini Devan langsung mencari info dari Sosmed Mega


Disana terdapat postingan foto Ibunya dan Mega


Deg,,, " Ini ksn Ibu penjual nasi uduk yang aku tabrak dulu,, Ya Alloh ternyata benar dia Ibunya Mega,, " ucap Devan


Devan yang dulu terburu" karena akan menjemput Celine di Bandara,,, dia menjalankan mobilnya sangat cepat sehingga tidak melihat ada orang yang nyebrang dan Devan juga tidak bisa menghindari


Devan menabraknya,, dia tidak berhenti karena sudah telat, takut Celine marah


"Ya Alloh,,, aku sudah membuat Mega menjadi piatu dan aku juga sudah merenggut kesuciannya. sekarang aku membuat dia menjadi janda,,, " ucap Devan


Devan sadar kalau dia sudah membuat hidup Mega menderita


Devan akan mencari informasi mengenai Mega

__ADS_1


Sedangkan Mega kini dia sudah di perjalanan menuju kampung halamannya


__ADS_2