
Hari ini adalah hari pernikahan bagi Kinan dan Sandi, mereka sudah berada di KUA.Kinan menggunakan kebaya putih, dia terlihat sangat cantik.sedangkan Sandi memakai jas hitam. Kini mereka sudah berada di depan penghulu.
" Saah... " terdengar ucapan dari orang" yang berada di ruangan tersebut.
Kini Sandi dan Kinan sudah resmi menikah. Kinan meneteskan air mata, dia bahagia bisa menikah dengan orang yang dia cintai. namun dia juga sedih,karena ini hanya pernikahan status.demi anak yang di kandungannya. dia tidak bisa memiliki Sandi seutuhnya.
Kinan mencium tangan Sandi, dan Sandi juga mencium kening Kinan.
" Alhamdulillah akhirnya kalian sudah resmi menjadi suami istri, jaga istrimu dan bahagiakan dia Saudara Sandi.. " ucap Pak Penghulu
" Insya Allah Pak, saya akan mencintai, menyayangi dan menjaga istriku... " ucap Sandi
" Pernikahan ini sakral, disaksikan oleh para malaikat. jadi jangan sekali" kamu menyakiti hatinya.. " ucap Pak Penghulu
Deg... " Bukan dia yang menyakitiku Pak, tapi akulah yang telah menyakitinya. aku sudah membawa dia ke lubang dosa,seharusnya aku tanggung dosa ini sendiri. tetapi dia sudah sangat baik padaku, dia mau menutupi aibku.. " ucap Kinan dalam hati
Sandi melirik ke Kinan yang menundukkan wajahnya, dia melihat Kinan meneteskan air mata.
__ADS_1
Sandi menggenggam tangan Kinan,dia tidak ingin ada kesedihan di hari bahagia mereka.
Setelah acara selesai, kini mereka pulang ke apartemen Sandi. Sandi berencana akan pindah rumah, dia sudah membelikan rumah untuk dia dan Kinan tinggal. Dia tidak mau selamanya tinggal disini, karena Rayyan dan orangtuanya sudah tau apartemen Sandi.
" Ki hari ini kita pindah ke rumah yang lain ya, aku tidak mau kalau Rayyan tau kamu disini.lebih baik kita pindah ke tempat yang aman, yang mereka tidak tau.. " ucap Sandi
" Terserah padamu San, aku mengikuti mu... " ucap Kinan
Akhirnya mereka pindah.Sandi membeli rumah yang cukup besar dan mewah, dia ingin Kinan nyaman tinggal di rumahnya.
" Ki ini rumahmu, aku membelinya atas namamu.semoga kamu betah disini ya, aku ingin memberikan yang terbaik untukmu... " ucap Sandi saat sudah sampai di dalam rumah
" Kamu cukup menjadi istri yang baik buatku, dan istri yang selalu bahagia. aku tidak ingin karena pernikahan ini kamu tersiksa... " ucap Sandi
" Boleh aku memelukmu sekali saja San, sebagai tanda terimakasih ku padamu... " ucap Kinan
Sandi kaget dengan permintaan Kinan, akhirnya Sandi menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Kinan langsung memeluk Sandi,dia menangis bersandar di dada bidang milik Sandi. Sandi juga memeluk erat tubuh Kinan,dia mencium pucuk kepala Kinan dan mengelus kepalanya
" Curahkan saja kesedihanmu padaku Ki, aku sekarang sudah berstatus sebagai suami mu.aku siap menjadi sandaran hidupmu, aku sangat mencintai dan menyayangi mu. aku tidak ingin melihat kamu bersedih lagi.. " ucap Sandi
" Andai kamu tau San, aku juga sangat mencintaimu.tapi gara" Kak Rayyan hidupku hancur... " ucap Jinan dalam hati
" Sekarang kamu istirahat, kamarmu di bawah karena aku tidak mau kamu capek naik turun tangga. dan kamarku ada di atas.. " ucap Sandi
Kinan kaget atas ucapan Sandi, dia pikir Sandi jijik tinggal satu kamar dengannya.
" Kenapa kamar kita terpisah San, apa kamu jijik padaku.kamu tidak ingin sekamar denganku karena aku ini bukan gadis yang suci lagi.. " ucap Kinan meneteskan air mata
" Bukan begitu Ki,kita beda kamar karena aku takut khilaf. lagian disini tidak ada siapa" lagi selain kita.aku tidak jijik padamu sedikit pun.sejujurnya aku ingin sekali selalu bersamamu, tapi aku hanya menjaga saja.takit terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kita. walaupun kita sudah sah menjadi suami istri, tapi keadaan mu sekarang sedang mengandung. dan itu tidak mungkin kalau aku menyentuhmu... " ucap Sandi
Kinan paham dengan kata" Sandi, akhirnya dia melangkah masuk ke kamar nya.
Sandi yang melihat Kinan pergi dari hadapan nya, dia merasa ingin mengejarnya dan ikut masuk kedalam kamar.tetapi itu mustahil ia lakukan, karena pernikahan mereka hanya sebatas status.
__ADS_1
Di dalam kamar Kinan menangis. dia bisa menikah dengan pujaan hatinya tapi tidak bisa bersama seutuhnya.