
Hari ini adalah hari dimana seluruh Karyawan di Perusahaan milik Devan berliburan bersama
Mereka sudah kumpul di depan Kantor
Ada dua bus pariwisata yang akan membawa mereka semua
Devan mendekati Dean yang baru sampai
" Dean lo ikut bis yang di depan dan gue ikut yang di belakang yaya ..." ucap Devan
" Baik Bos..." ucap Dean
Dean celingukan mencari Amel, dia datang terlambat jadi tidak melihat Amel naik di bisa yang mana
Amel yang sudah naik di bis depan duduk di kursi pinggir
Dia memandangi luar kaca
" Kak Dean ikut nggak ya, kok aku ngga lihat dia dari tadi.." ucap Amel dalam hati
Dean yang masuk ke bis, dia melihat Amel yang sudah duduk dan memandang keluar.
Dean mendekati dan menyuruh karyawan lain untuk pindah tempat
Dean mengisyaratkan agar orang tersebut pindah ke kursi belakangnya,dan dia yang duduk di sisi Amel
Amel yang terus melihat keluar,tidak tau kalau Dean sudah duduk di dekatnya
Bis mulai berjalan perlahan
Amel mulai khawatir di hatinya
" kok aku ngga lihat Kak Dean sih, atau jangan" dia ngga ikut ya.."ucap Amel dalam hati sambil meremas kedua tangannya
Amel memejamkan matanya, dia bersandar di kursi.
Dia terlihat tidak bersemangat
" Kak, andai kamu ada disini. tanpamu aku sepi..." ucap Amel dalam hati
Dean terus menatap wajah Amel, dia merasakan getaran yang berbeda kala berdekatan dengan Amel
" Mel,, masih ngantuk ya?..." ucap Dean
Amel yang mendengar suara Dean langsung membuka matanya
" Kak Dean, kapan kamu naik..." ucap Amel senang
" Dari tadi lah sebelum bis berangkat..." ucap Dean tersenyum
__ADS_1
" Kok aku ngga lihat sih,aku kira Kamu ngga ikut.."ucap Amel
" Iya, aku datang terlambat. untung bis belum jalan... " ucap Dean
" Alhamdulillah ya Alloh,akhirnya Kak Dean ikut juga..." ucap Amel dalam hati
Kini Amel merasa bahagia karena Dean ikut serta juga duduk di sisi nya
Dean terus menatap wajah Amel, ada ketenangan tersendiri ketika di dekatnya dan melihat wajahnya
" Mel, andai kamu belum bertunangan dengan Kak Galang, pasti aku akan cepat" melamar mu.Tapi sayang itu mustahil terjadi,karena kamu sekarang sudah jadi milik orang lain..." ucap Dean dalam hati
Amel terus menatap ke luar kaca tapi sesekali melihat ke Dean yang berada di sisinya
Mereka sesekali mengobrol untuk mencairkan suasana
" Mel, apakah kamu sudah pernah jalan berdua dengan Kak Galang..." ucap Dean
" Belum, kami bahkan tidak pernah chat ataupun telponan..." ucap Amel
" What..kalian belum sedekat itu..." ucap Dean kaget
" Iya,,, mau dekat bagaimana ketemu aja ngga. aku si ogah menghubungi dia atau ngajakin ketemuan duluan..." ucap Amel
" Lalu bagaimana kalau benar" kalian akan menikah..." ucap Dean
" Semoga saja ngga jadi nikah sama Kak Galang deh, biar aku aja yang jadi suami kamu..." ucap Dean keceplosan
" Eh,,,, apa Kak. coba ulangi lagi kurang jelas ngomongnya..." ucap Amel tersenyum kecil
" Apa sih enggak kok, itu tadi ada semit bawa galon..." ucap Dean tersenyum
" Mana..." ucap Amel
" Udah lewat tadi..." ucap Dean tertawa
"Hhha,, hha,,,kamu bisa aja ya Kak buat aku tertawa..."ucap Amel
" Apanya yang lucu..."ucap Dean tersenyum
" Aku kejebak omongan Kakak deh, mana ada sih semut bawa galon. yang ada semutnya penyet dong.."ucap Amel tertawa
Dean menatap Amel yang ceria
Dalam hati dia bersyukur, Amel bisa kembali ceria lagi
" Aku bahagia Mel, melihat kamu bisa tertawa lagi seperti ini..."ucap Dean
Sedetik kemudian Amel menghentikan tawanya
__ADS_1
" Iya Kak, makasih ya udah buat aku bahagia..." ucap Amel memegang tangan Dean
Dean melihat tangannya yang di pegang Amel
Amel langsung mengangkat tangannya
" Maaf refleks..." ucap Amel tersenyum kikuk
"Enggak apa" kok, aku juga bahagia jika kamu bahagia..." ucap Dean
Kini perjalanan mereka sudah setengah perjalanan
Amel memejamkan matanya. Dean terus saja menatap wajah Amel
" Amel, seandainya dulu aku jujur padamu lebih cepat. pasti perasaan kita tidak akan tersiksa seperti ini..." ucap Dean dalam hati
Dean ikut bersandar di kursi, dia juga memejamkan matanya
Setelah agak lama Amel bangun dan dia kaget,Amel bersandar di dada Dean dan tangan Dean menggenggam tangan Amel
Amel tersenyum dan merasakan jantungnya berpacu lebih cepat
" Andai waktu bisa berputar, aku ingin kamu yang jadi tunangan ku Kak. aku akan jujur tentang perasaan ku yang selama ini terpendam. tapi sayang itu hanya khayalan.." ucap Amel
Dean sebenarnya tidak tidur, dia hanya memejamkan matanya, ketika Amel menyandarkan kepalanya ke dadanya,dia membiarkannya karena tidak mau mengganggu Amel.
Dean tetap pura" memejamkan matanya,saat Amel bangun dan berbicara
" Ya Tuhan, aku ingin seperti ini seterusnya. bila waktu bisa berhenti. aku akan menghentikan waktu sekarang juga agar kita bisa berdekatan seperti ini terus Mel..." ucap Dean dalam hati
Amel menarik tangannya dan menjauh dari tubuh Dean,Amel mengusap wajahnya dan melihat ke Dean
Dean membuka matanya dia pura" bertanya pada Amel
" Mel kita sudah sampai mana..." ucap Dean
Wajah Amel bersemu merah, dia ingat tadi bersandar di dada Dean
" Em,, mungkin sebentar lagi sampai Kak... " ucap Amel tersenyum kecil
" Untung Kak Dean tidak tau aku memeluknya tadi, bisa turun harga diri gue..." ucap Amel dalam hati
Kini rombongan mereka sudah sampai di tempat tujuan,Satu persatu orang turun dari bis dan berkumpul dulu untuk mendengarkan panduan
Amel berjalan turun di depan Dean,dia terus menjaga Amel.
Kini mereka turun dan berkumpul
Mereka semua menuju ke penginapan, dan nantinya akan langsung berkeliling ke wisata di puncak
__ADS_1