
Hari ini adalah hari bahagia bagi Dean dan Amel. Mereka akan menikah dan pernikahan di adakan di hotel Rama.
Semua orang dan tamu undangan sudah hadir. Dean dan Amel yang memakai pakaian pengantin yang sangat bagus dan cocok buat keduanya.
Kedua mempelai sudah berada di atas panggung yang di hiasi bunga" dan lampu" yang di dekor sangat indah.
" Sayang aku bahagia sekali, ternyata kita sudah sah menjadi suami istri.. " ucap Dean pada Amel
Dean mencium tangan Amel yang terus di genggamnya. Galang yang melihatnya merasakan cemburu.
" Seharusnya aku yang bersanding denganmu Mel, tapi kenapa kamu dulu memutuskan hubungan kita.. " ucap Galang sambil meremas gelas yang di pegangnya
" Sayang... aku juga ingin pernikahan kita di percepat. aku takut kalau sampai aku hamil sayang... " ucap Celine manja
" Itu sedang aku pikirkan Celine, tunggu aku tidak sibuk dengan pekerjaan ku,pasti aku akan memikirkan pernikahan kita.. " ucap Galang
" Baiklah Sayang, tapi jangan lama" ya. aku takut hamil di luar nikah.. " ucap Celine
" Iya.. " icao Galang malas meladeni pertanyaan Celine
Syafa yang saat itu sedang membawa minuman untuk para tamu, dia mendengar pembicaraan Galang dan Celine. Syafa merasakan sakit yang luar biasa di hatinya
Deg... " Apa? jadi mereka sudah Sampai berhubungan suami istri dan mereka akan segera menikah.lalu bagaimana nasibku Tuhan... " ucap Syafa dalam hati
Syafa pergi ke toilet, dia menangis di sana meluapkan rasa sakitnya
" Baiklah aku harus melupakan dia, biarkan aku hidup sendiri lagi. aku harus kuat... " ucap Syafa
Dia menghapus air matanya dan mencuci mukanya.saat Syafa keluar dari toilet, dia berpapasan dengan Galang
__ADS_1
Deg.... Pandangan mereka bertemu. tetapi Syafa langsung pergi begitu saja dari hadapan Galang. Tiba" Galang membuka suara
" Tunggu dulu... " ucap Galang
" Kita kemarin menikah karena terpaksa, dan sekarang aku Talak kamu. sekarang aku bukan lagi suamimu... "ucap Galang pada Syafa
Deg.. Serasa ada batu besar yang menindih dadanya, Syafa berusaha menghirup udara sebanyak" nya dan dia berpegangan di tembok. Syafa meneteskan air matanya. Pernikahan yang tidak di inginkan kini sudah berakhir. diawali dengan tiba" dan di akhiri juga dengan tiba".
Syafa pergi dari situ tanpa sepatah katapun. Dia memilih pergi dari acara mewah tersebut, dia ijin pulang duluan karena sakit.
Syafa berjalan menyusuri jalan sambil menunggu angkutan umum yang lewat.
" Begitu pahit takdir hidupku tuhan, kalau boleh memilih aku lebih baik tidak di lahirkan di dunia ini... " ucap Syafa dalam hati
Syafa meneteskan air mata, dia merasakan sakit yang luar biasa. sudah di nikahi tapi tak di nafkahi,dan mendengar suaminya mau menikahi wanita lain,dan sekarang dia di ceraikan tanpa sebab.
Syafa berjalan di tengah" dan dia hampir saja tertabrak mobil yang melaju sangat cepat. untungnya pengemudi mobil bisa menghindari dan mengerem mendadak mobilnya
Pemilik mobil turun dan mendekati Syafa yang sedang berjalan pelan sambil menangis
" Kamu ingin mati hah...!berjalan tuh di pinggir bukan di tengah. sudah bosan hidup kamu rupanya.. " ucap Seorang pria yang hampir menabraknya
" Iya aku ingin mati. seharusnya kamu tabrak saja aku,aku sudah bosan hidup. lagipula tidak ada orang yang menginginkan aku di dunia ini... " ucap Syafa tersenyum dalam tangisannya
Pria tersebut paham dengan perasaan Syafa, akhirnya dia diam. dia merasa iba pada wanita di depannya.
" Kamu mau kemana? kalau begitu aku antar kamu pulang.." ucap Wildan
" Tidak usah makasih... " ucap Syafa terus berjalan
__ADS_1
Wildan mengejarnya dan memegang tangannya, dia membawa Syafa ke mobilnya.
" Lepaskan aku, aku mau pulang sendiri.. " ucap Syafa menolak
" Tidak.aku akan mengantarkan kamu sampai rumah.. " ucap Wildan
Syafa masuk ke mobil dan dia terdiam saat Wildan masuk ke mobil.
" Perkenalkan saya Wildan,dan nama kamu siapa?.. "ucap Wildan
" Syafa... " ucap Syafa memalingkan wajahnya
" Oke Syafa sekarang aku antar kamu pulang, tunjukkan di mana rumahmu... " ucap Wildan
" Jalan Mawar, berhenti saja di situ. rumahku masuk gang kecil.. " ucap Syafa lirih
" Baiklah.. " ucap Wildan sambil mengemudi kan mobilnya
Sekitar 20 menit Mereka sampai di gang rumah Syafa, dia turun dari mobil Wildan.
" Terimakasih pak Wildan, permisi... " ucap Syafa
" Em... " ucap Wildan
Syafa berjalan ke rumahnya, diam" Wildan turun dan membuntuti Syafa. Syafa masuk ke rumahnya dan kini Wildan tau di mana rumah syafa. Wildan pergi dari situ setelah mengetahui rumah Syafa.
" Sebenarnya apa yang dia rasakan sehingga dia ingin mengakhiri hidupnya..
" ucap Wildan sambil mengemudi ksn mobilnya
__ADS_1
Syafa masuk ke kamar,dan dia masih memikirkan perkataan Galang yang menceraikan nya.
" Ya Alloh... jika ini jalan yang terbaik maka sabarkan aku, kuatkan hatiku... " ucap Syafa menangis