
Devan tau kalau Amel dan Galang sudah putus bertunangan, dia akan memberi tahukan pada Dean
Devan mengirimkan pesan lewat WA pada Dean
" Dean,kemarin Amel memutuskan pertunangannya dengan Galang.Apakah kamu tidak ingin kembali ke Indonesia demi Amel.. " ucap Devan
Dean yang membaca pesan dari Devan langsung bersemangat. Dia merasakan bahagia, karena ada kesempatan kedua untuknya dengan Amel
Hari ini juga Dean akan kembali ke tanah air,
Dia langsung memesan tiket pesawat.
" Amel, aku akan kembali padamu Mel.. aku yang akan melamar mu.. " ucap Dean bahagia
Amel yang sedang di kantor merasa lesu, dia tidak bersemangat mengerjakan tugasnya
Setelah seharian bekerja, kini waktunya pulang. Amel mampir ke taman kota.
Dia duduk di bangku panjang dan menyandarkan badannya.
Tatapan Amel menerawang ke depan
" Andai kamu ada disini Kak, aku rindu... " ucap Amel menutup wajahnya dengan kedua tangannya
Amel meneteskan air mata, dia sangat rindu pada Dean. walaupun keduanya tidak mempunyai hubungan apapun,tetapi perasaan mereka sama" saling mencintai
Dean yang baru sampai di Indonesia, dia langsung mendatangi kantor Devan untuk menemui Amel.Tetapi Amel sudah pulang dan Devan akan menemui Amel di rumahnya.
Tetapi dalam perjalanan Dean seperti melihat Amel yang sedang duduk di Taman kota. Akhirnya Dean menepikan mobilnya dan turun mendekati Amel.Dean berjalan mendekati Amel, rasa rindu di hatinya semakin membuncah ketika melihat Amel yang duduk sendirian
Amel yang sedang menangis dia tidak melihat Dean di dekatnya. Dean berdiri di dekat Amel
" Ehem... " Dean Berdehem
Amel yang mendengar suara, dia melihat ke sumber suara dan dia langsung memeluk tubuh Dean.
Amel langsung menubruk dan memeluk Dean dengan erat
" Apa aku bermimpi ya Tuhan,kalau ini mimpi aku ingin jangan kau bangunkan aku... " ucap Amel lirih
Dean yang mendengar ocehan Amel menjadi tersenyum
"Ini bukan mimpi Mel, ini memang benar aku ada disini, di hadapan kamu.. " ucap Dean
__ADS_1
" Jadi ini bukan mimpi, ini benar Kak Dean.. " ucap Amel
" Kenapa kamu tega ninggalin aku Ka.aku kehilangan kamu, aku rindu kamu.aku mohon jangan pernah pergi lagi dariku..." ucap Amel
Meneteskan air mata kebahagiaan
Dean memeluk Amel dan mencium pucuk kepalanya, dia juga sangat bahagia bisa bertemu dengan Ame malam ini
" Aku bahagia Mel bisa memeluk mu saat ini.. " ucap Dean
Kini Mereka duduk di kursi taman dan Dean bertanya kepada Amel
" Mel apa benar kamu dan Kak Galang sudah putus bertunangan.? "ucap Dean
" Iya Kak, aku kecewa dengan dia karena sudah membohongi aku. ternyata dia berhubungan dengan Celine,aku tidak suka padanya. apa lagi mereka bermesraan di depanku.. " ucap Amel
" Kamu Cemburu.. " ucap Dean
" Aku tidak cemburu, tapi aku merasa tidak di hargai oleh mereka. walau bagaimana pun aku ini tunangannya Mas Galang, seharusnya dia bisa menghargai perasaan aku Kak.. " ucap Amel
" Terus Orang tua kamu bagaimana, apa mereka setuju kamu memutuskan pertunangan sepihak.. " ucap Dean
" Mereka sih setuju karena aku juga memberikan foto saat Mas Galang dan Celine berduaan. aku juga ngga mau nantinya tersiksa menikah dengan
Mas Galang.. " ucap Amel
" Aku kan bawa mobil sendiri Kak.. " ucap Amel
" Iya aku kawal kamu sampai rumah lah.. " ucap Dean tersenyum
" Oke,,ayo... " ucap Amel bahagia
" Cie sudah bisa tersenyum lagi, padahal tadi aku lihat ada yang nangis deh... " ucap Dean ngeledek
" Iya... kan sekarang sudah ada obatnya.. " ucap Amel bahagia
" Apa obatnya, coba liat dong.. " ucap Dean
Amel mencium pipi Dean
" Ini... " ucap Amel mengelus pipi Dean
Amel berlari menuju mobil, Dean tercengang melihat sikap Amel padanya
__ADS_1
Dean mengelus pipi yang habis di cium Amel, dia tersenyum dan menggeleng kan kepalanya
" Ternyata kamu berani juga ya Mel... " ucap Dean tersenyum
Kini Amel mengemudikan mobilnya ke rumah, Dean mengikutinya dari belakang. Setelah sampai di depan rumah Amel, Dean langsung memutar kan mobilnya. Dia langsung pulang
Amel masuk rumah, dia terlihat sangat bahagia
" Sayang sudah pulang.. " ucap Bu Dela
" Iya Mah, aku ke kamar dulu ya mau mandi dulu... " ucap Amel
Bu Dela mengangguk kan kepalanya
" Amel terlihat sangat bahagia, ada apa ya. Apa karena dia sudah tidak terikat lagi dengan Galang, sehingga dia bahagia seperti itu. Syukurlah kalau dia sudah tidak marah lagi... " ucap Bu Dela pada dirinya sendiri
Kini Amel membersihkan diri, sholat dan habis itu dia makan malam. Karena jam sudah menunjuk kan pukul 7 Malam
Saat Amel dan Orang tuanya sedang makan malam, tiba" ada tamu. Bi Ani yang membuka pintu dan memberitahu pada majikan nya
" Maaf Bu, Pak. di depan ada Den Galang, dia mau bertemu dengan Neng Amel.. " ucap Bi Ani
Amel yang mendengarnya jadi kaget
" Mau apa lagi dia menemui aku Mah, aku sudah tidak ada hubungan apa" lagi.. "ucap Amel
" Kamu temuin saja dulu sayang, takutnya ada sesuatu yang ingin dia sampaikan.. " ucap Bu Dela
Amel melangkah menuju kursi di depan rumah. Galang yang ada di situ langsung mendekati Amel
"Mel, maafkan aku karena kemarin aku tidak bisa menghindar dari Celine. aku tidak mau kalau kamu memutuskan pertunangan kita Mel.. " ucap Galang memegang tangan Amel
" Sudahlah Mas, kita sudah tidak ada hubungan apa" lagi. aku ingin melanjutkan hidupku... " ucap Amel
" Mel aku sadar, aku sudah mencintai kamu. aku ingin tetap menikah denganmu Mel.. " ucap Galang
" Aku tidak bisa, maafkan aku Mas Galang. let baik kamu cari wanita lain yang mencintaimu.. " ucap Amel
Amel melangkah masuk ke dalam rumah, dia tidak mau lagi melihat wajak Galang
"Kenapa kamu menolak ku mel, selama ini tidak ada satupun wanita yang berani menolak ku... " ucap Galang marah
Galang pergi dari rumah Amel, dia sangat marah atas penolakan Amel
__ADS_1
" Aku akan buat kamu bertekuk lutut di hadapan ku Mel,aku tidak akan melepaskan mu.. " ucap Galang
Galang mengendarai mobilnya menuju apartemen miliknya. Dia tidak mau pulang ke rumah saat hatinya sedang terluka