
Syafa sudah sampai di kampung neneknya, dia berjalan menuju rumah sederhana. Syafa mengetok pintu dengan pelan
Tok... tok.. tok.. " Assalamu'alaikum nek... " ucap Syafa
" Wangalaikum sallam.. " ucap Nenek Siti membuka pintu
" Ya Alloh Syafa... " ucap Nenek Siti kaget saat melihat cucunya datang ke rumahnya
" Iya Nek.. " ucap Syafa memeluk neneknya
" Masuknya nduk ayo.. " ucap Nenek
Kini Syafa masuk dan duduk di kursi kayu yang sudah rapuh
" Nduk ibumu mana? kok kamu pulang sendirian... " ucap Nenek
" Nek... Ibu pergi entah kemana.saat aku masih sekolah, Ibu katanya mau cari kerja tapi sampai sekarang tidak kembali. aku di kota berjuang sendiri nek sampai lulus Sekolah... " ucap Syafa berkaca"
" Pergi..lalu kamu selama ini hidup sama siapa?... " tanya nenek
" Aku hidup sendiri nek setelah ibu pergi, aku kerja untuk memenuhi kebutuhanku sendiri. dan sekarang aku kembali ke sini, aku ingin hidup dengan nenek.. " ucap Syafa
" Masya Alloh Nduk, malang benar nasibmu. sudah di tinggal ayahmu.kini ibumu juga pergi meninggalkan kamu.. " ucap Nenek
" Nek sebenarnya aku sudah menikah siri,tapi aku sudah bercerai. dan sekarang aku hamil.. " ucap Syafa meneteskan air mata
" Ya Alloh... jadi kamu sudah menikah?.. "ucap Nenek
" Iya Nek, aku menolong seseorang yang kecelakaan. tapi warga mengira kami melakukan hal yang buruk dan akhirnya aku dinikahkan secara agama. tapi dia sudah menalak aku nek... " ucap Syafa
" Sabar ya nduk jaga kandunganmu, kita berjuang sama" untuk membesarkan dia.. " ucap Nenek memeluk cucunya
Kini Syafa beristirahat di kamar, dia merebahkan badannya di ranjang bambu. Dia bersyukur mesti dengan keadaan seperti ini.
Setelah pagi menjelang, Nenek siti akan mencari Daun" an di kebun dan akan di titipkan di warung.
Syafa yang melihat Neneknya pergi pun mengikutinya
__ADS_1
" Nek, nenek mau kemana?... " ucap Syafa
" Nenek mau cari daun singkong, daun pakis, salam, bahkan daun pisang nduk. Itu semua akan nenek titipkan di warung bu tuti.. " uap Nenek
" Masya Alloh nek, jadi selama ini Nenek mencari daun" an di kebun bahkan hutan untuk di jadikan uang?.. " ucap Syafa
" Iya nduk bagaimana lagi, hanya itu yang nenek bisa untuk memenuhi kebutuhan nenek.. " ucap Nenek
Syafa yang mendengar nya menjadi iba. ternyata neneknya juga selama ini berjuang sendirian
" Oke nek mari aku akan ikut mencarinya.. " ucap Syafa
" Kamu ngga malu nduk ikut nenek mencari itu semua.. " ucap Nenek
"Enggak Nek malu kenapa... kan kita tidak mencuri.. " ucap Syafa
" Ya sudah ayo.. nanti kalau ada daun" yang bisa kita jual, kamu petik saja ya.. " ucap Nenek
" Iya nek.. " ucap Syafa
Sementara itu di rumah Galang, Saat bangun tidur dia merasakan pusing dan mual.
" Aku kenapa sih,kok bisa sakit begini ya. apa aku salah makan kemarin malam.. " ucap Galang
Setelah membersihkan diri dan berdandan rapi, kini dia turun ke bawah untuk sarapan.
Pak Pras, Bu Fatma dan Galang sudah ada di meja makan. Tiba" Galang mual ketika akan menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.
Galang lari ke kamar mandi dapur untuk memuntahkan sesuatu, tetapi sama seperti tadi.dia tidak mengeluarkan apapun dari mulutnya
" Lang.. kamu kenapa? apa kamu sakit.. " ucap Bu Fatma
" Ngga tau Mah, mungkin cuma masuk angin.. " ucap Galang
" Ya sudah makan dulu, nanti minum obat.. " ucap Bu Fatma
Galang tidak bisa menelan makanannya, tapi dia malah melihat jeruk dan ingin memakan buah tersebut.
__ADS_1
Galang mengambil jeruk dan memakan nya, Bu Fatma heran padahal Galang tidak suka jeruk dari kecil. tapi sekarang dia malah makan dengan lahap.
" Lang kamu makan jeruk, dari kapan kamu suka makan buah itu... " ucap Bu Fatma
" Iya Mah, ternyata sangat enak.. " ucap Galang
Bu Fatma tidak curiga, beliau melihat Galang makan pastinya senang.
"Syukurlah kamu sudah suka sana buah itu.. " ucap Bu Fatma tersenyum
"Iya Mah, biasanya kan dia paling anti kalau sana jeruk.. " ucap Pak Pras
" Mungkin sekarang alerginya sudah sembuh Pah.. " ucap Bu Fatma
Kini Galang pergi ke kantor, setelah sampai di sana banyak sekali mencium aroma parfum dari semua karyawan. aroma parfum tersebut membuat nya pusing dan mual.
" Aku kenapa sih, bau parfum mereka kok jadi bikin pusing gini.. " ucap Galang
Leo datang ke ruangan Galang dan melihat Bosnya sedang memijit kepalanya
" Pagi Bos..anda kenapa Bos? masih pagi sudah lemes gitu.. " ucap Leo
" Pusing Le, bau parfum kalian semua bikin aku mual dan sakit kepala.. " ucap Galang
" Ciri" anda itu seperti orang ngidam Bos, padahal kan menikah juga belum... iya kan?.. " ucap Leo
Deg.. " Menikah, aku sudah pernah menikah Le. tapi aku rasa aku tidak pernah berhubungan dengan dia. akan mungkin ini benar Celine mengandung anakku.. " ucap Galang dalam hati
"Ya sudah Bos, aku mau mengecek semua kerjaan dulu.. " ucap Leo pergi
Galang masih termenung, tiba" dia ingat kemarin malam Rama mengirim sebuah vidio. tetapi dia belum sempat membukanya
Galang membuka hp nya, dia membuka Vidio dari Rama. Tetapi dalam vidio itu terlihat saat Galang keluar dan di ikuti oleh Celine di belakangnya.Akhirnya Galang Menghubungi Rama
" Ram, ini benar Kejadian waktu itu. apa tidak ada lagi rekaman waktu aku masuk ke kamar.. " ucap Galang
" Maaf Lang, itu mungkin sudah di hapus sebagian rekamannya. aku sedang menyelidiki siapa orang yang berani melakukan ini. " ucap Rama
__ADS_1
" Oke Ram terimakasih, aku berharap kamu menemukan rekaman yang utuh.. " ucap Galang
Galang pusing, dia ingin mencari bukti untuk mengetahui semuanya. tetapi malah rekaman CCTV-nya sudah di hapus