Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Kinan Yang Kuat


__ADS_3

Kini Kinan sudah boleh pulang. Maura mengantar kan Kinan pulang.


"Kamu jangan pergi kemana" dulu Dek,kaki kamu itu harus di obati sampai sembuh.ada tulang yang bergeser.. " ucap Maura


" Iya Kak... " ucap Kinan


Kini mereka sampai di rumah,Maura memapah Kinan masuk ke dalam.


Syafa yang sedang duduk di ruang keluarga kaget,melihat kedua putrinya pulang


" Loh Kinan, kamu kenapa?.. " ucap Syafa


" Ini Mah, Kinan menabrak trotoar dan dia terluka di tangan dan kakinya. untuk Rayyan yang menolong nya tadi.. " ucap Maura


" Ooh jadi Rayyan yang menolong Kinan.makannya kalau bawa motor itu hati" jangan meleng... " ucap Syafa


Kinan hanya dian saja,bukannya bertanya pada Kinan mana yang sakit. eh malah ngobrol tentang Rayyan sama Maura.


Maura duduk di sofa sedangkan Kinan tetap berjalan naik ke atas menuju kamarnya.


Kinan langsung masuk ke kamar,dia naik ke ranjang dan membaringkan badannya.


" Bahkan di saat aku sakit pun, kalian tidak ada rasa khawatir sedikitpun padaku Mah.. " ucap Kinan meneteskan air mata


" Sebenarnya aku ini anak kandung kalian apa bukan sih,apa aku hanya anak pungut.. " ucap Kinan


Kinan mencoba tidak perduli dengan sikap Mamanya,tetapi setiap hari bahkan setiap saat harus melihat sikap yang berbeda dari orangtuanya.Sebenarnya Kinan ingin pergi jauh dari keluarga nya.dia capek setiap hati harus menahan cemburu pada Kakak nya.


Tidak lama kemudian, Oma nya masuk ke kamar Kinan.


" Sayang,kamu kenapa nak? kok kamu bisa begini.. " ucap Oma Murni


" Enggak kok Oma,aku cuma lagi apes aja.. " ucap Kinan


" Apa Mamamu tidak kesini nak menengok keadaan kamu?.. " ucap Oma Murni


Kinan menggeleng kan kepalanya dan dia menunduk menyembunyikan air matanya.


Oma Murni yang paham dengan perasaan cucunya, dia langsung menarik Kinan ke dalam pelukan nya.


" Maafkan Oma Sayang yang tidak bisa mendidik Ibumu menjadi orang yang bersikap adil.kamu yang sabar ya sayang,semoga suatu saat nanti mamamu akan membuka hatinya padamu nak.. " ucap Oma Murni

__ADS_1


Kinan hanya menangis, dia tidak bisa berkata apapun.


" Oma apa aku boleh bertanya padamu?.. " ucap Kinan


" Iya Sayang, kamu mau bertanya apa?.. " ucap Oma Murni


" Tolong ceritakan kenapa mereka membedakan aku dengan Kak Maura Oma, apa aku bukan anak kandung mereka.. " ucap Kinan


" Sayang kamu jangan berpikir yang tidak",kamu anak kandung mereka.cuma waktu Maura kecil, dia sering sakit" an bahkan dia pernah sakit parah sampai tidak bisa berjalan.sehingga Orangtua mu memberikan kasih sayangnya lebih pada Kakakmu. mereka tidak ingin kehilangan Maura nak. beda dengan kamu,anak yang ceria dan sehat. dari kecil bahkan kamu tidak pernah sakit parah,kamu itu anak yang kuat. mungkin dalam pikiran mereka kamu tidak butuh kasih sayang dari mereka yang berlebihan.yang terpenting kamu harus sabar dan kuat sayang... " ucap Oma Murni


Ada rasa nyeri di hati Kinan,Kinan memang tidak pernah sakit parah, tetapi dia juga ingin kasih sayang yang adil dari kedua orang tuanya.


" Kamu makan dulu ya, biar Oma bawakan makan. nanti minum obatnya agar cepat sembuh.. " ucap Oma Murni


" Tadi aku sudah minum obat kok Oma du rumah sakit, sekarang aku ingin istirahat saja... " ucap Kinan


" Ya sudah, kamu istirahat.Oma tinggal dulu.. " ucap Oma sambil keluar dari kamar Kinan


Bu Murni mendekati Syafa yang sedang menikmati cemilan sambil nonton tivi.sedangkan Maura, dia sudah pergi ke Rumah Sakit lagi.


"Syafaat apa kamu tidak khawatir dengan keadaan Kinan nak?.. "ucap Bu Murni


" Memangnya apa yang harus di khawatir kan Bu,dia baik" saja kan.. " ucap Syafa


" Perhatian apa lagi yang dia butuhkan,selama ini aku tidak pernah membedakan dia dan Maura.dia bisa makan di rumah ini, tidur di kamar mewah sama dengan Maura.apalagi yang kurang Bu, aku sudah memenuhi kebutuhannya dan pendidikan nya.." ucap Syafa


" Kasih Sayang.dia butuhkan kasih sayang dari kalian.Ibu lihat selama ini kalian membedakan dia dengan Maura.. " ucap Bu Murni


"Bu... Maura itu butuh kasih sayang kita,dia itu lemah.beda dengan Kinan,dia kuat dia sehat. beda dengan Maura... " ucap Syafa


Tanpa mereka ketahui, Kinan mendengar perdebatan mereka.Kinan tadinya ingin mengambil minum karena haus.tetapi pada saat sampai di bawah, dia mendengar pembicaraan Mama dan Oma nya.


Kinan tidak jadi mengambil air munu.dia kembali naik ke atas dengan jalan terpincang-pincang menaiki tangga.


Kinan masuk ke kamar dan dia mengunci kamarnya.


" Tuhan,aku tidak minta di lahirkan ke dunia ini. tapi kenapa orang tuaku bersikap demikian padaku.aku tidak menuntut apapun pada mereka, yang aku inginkan hanya kasih sayang yang tulus untukku.. " ucap Kinan menangis


Kini Papa Galang pulang ke rumah karena hati sudah sore, dia tidak tau kalau Kinan sakit.


Pada saat mereka makan malam,Bu Murni membawakan makanan untuk Kinan ke kamar nya.

__ADS_1


" Ibu mau antar makanan buat Kinan bu,biarin aja dia turun sendiri lah. kalau lapar nanti juga dia makan ke sini.. " ucap Syafa


" Loh memang kenapa Kinan Mah,kok manja sekali dia. makan saja harus di antar.. " ucap Galang


" Iya Bu biarin aja deh dia turun sendiri, ngga usah di manja nanti kebiasaan.. " ucap Syafa


" Syafa, Galang.kalian itu bukannya menengok keadaan Kinan malah mengolok" dia. kalian itu orang tuanya loh.dia itu lagi sakit, apa kalian tidak khawatir padanya.. " ucap Bu Murni


" Sakit, dia sakit apa Bu? tadi pagi saja dia sehat kan. dia berangkat kuliah.. " ucap Galang


" Galang anakmu itu jatuh dari motor. dia terluka di tangan dan kakinya.buat jalan aja dia susah,apalagi harus naik turun tangga.apa kalian tidak khawatir padanya kalau dia turun dan jatuh.apa kalian tidak kasihan padanya.. "ucap Bu Murni marah


" Bu... ibu jangan lebay deh.lagian cuma lecet sedikit kok.mana mungkin dia ngga bisa jalan.iya kan Pah.. " ucap Syafa


Bu Murni kenal dengan sikap mereka,beliau menggeleng kan kepalanya sambil membawa makanan untuk Kinan.


Kinan dengar semua perkataan mereka dari atas. Dia hanya bisa mengusap dadanya, sabar.


" Ya Alloh sabarkanlah aku, kuatkan aku.. " ucap Kinan


Ceklek... suara kenop pintu yang di buka


Bu Murni mendekati Kinan yang sedang duduk bersandar di ranjang.


" Sayang, kamu makan dulu ya.biar Oma suapin.. " ucap Oma Murni


" Aku belum lapar Oma,nanti saja makannya.. " ucap Kinan menolak


" Sayang kamu harus makan yang banyak, biar cepat sembuh dan sehat lagi.. " ucap Oma Murni


" Iya Oma, nanti aku makan kok.. " ucap Kinan


"Kinan besok Oma akan pergi ke Singapore menyusul Opa.Dia di sana sedang sakit sayang, jadi Oma harus ke sana. kamu ngga apa" kan ngga ada Oma.. " ucap Oma murni


" Iya Oma, aku ngga apa" kok. lagian kan sebentar lagi juga sembuh.. "ucap Kinan


" Ya sudah, Oma turun dulu.kamu makan ya yang banyak.. "ucap Oma Murni


Kinan menganggukkan kepalanya.


Oma Murni keluar dari kamar Kinan, beliau akan membereskan barang" nya untuk di bawa besok pagi" sekali.

__ADS_1


Kinan merasakan sedih atas kepergian Oma nya,sebenarnya dia tidak rela di tinggal Oma nya, tetapi dia tidak berhak melarangnya pergi


" Kalau Oma pergi, siapa yang akan menyayangi aku lagi Oma... " ucap Kinan meneteskan air mata


__ADS_2