
Celine datang ke rumah Galang dan bertemu dengan Bu Fatma. Celine pikir Galang sudah pulang,tapi ternyata dia belum pulang dari kantor.
" Tante kok Galang lama ya pulangnya?.. " ucap Celine
" Mungkin banyak kerjaan.. "ucap Bu Fatma
" Tante aku ingin cepat kita nikah, lama" perutku akan membesar tan.. " ucap Celine
" Iya Celine,nanti kita bicarakan itu sana Galang.. " ucap Bu Fatma
Bu Fatma sudah tau kalau Celine hamil, tapi Bu Fatma juga tidak percaya dia anaknya Galang.
Saat mereka sedang ngobrol, Galang pulang dan masuk ke rumah. Galang sangat marah ketika melihat Celine dan mendengar omongannya ingin segera dinikahi.
" Galang kamu pulang juga Sayang, aku nungguin kamu dari tadi loh.. " ucap Celine
Galang duduk di kursi dan dia diam saja
" Lang.. kapan kamu akan menikahi Celine? perutnya sudah mulai membesar,kasihan nanti anaknya.. " ucap Bu Fatma
" Aku tidak akan pernah mau nikahin dia Mah, aku tidak sudi.. " ucap Galang
" Sayang.. kamu kenapa,kenapa kamu bilang begitu? perut aku sudah mulai membesar, aku malu Lang.. " ucap Celine
" Apa malu.. kenapa harus aku yang tanggung jawab,cari saja orang yang sudah menghamili kamu... " ucap Galang
" Maksud kamu apa Lang? aku ingin kita menikah,ini anak kamu... " ucap Celine
" Bulshit !! hebat sekali akting kamu.lihat ini, bukankah pria ini yang menghamili kamu Celine.kamu licik sekali.. "ucap Galang
" Galang dari mana kamu dapatkan Vidio ini.. " ucap Celine pucat pasi
" Bukankah aku sudah menyuruh orang untuk menghapusnya, tapi kenapa dia bisa dapatkan rekaman yang asli.. " ucap Celine dalam hati
" Jadi anak yang ada di kandungan Celine bukan anakmu Lang? syukurlah.. Mama juga tidak percaya kamu berbuat begitu sama dia.. " ucap Bu Fatma
"Pergi kamu dari sini !! aku tidak mau melihat kamu lagi,tidak sudi aku menikahi kamu. dasar ular berbisa... " ucap Galang marah
" Tapi Lang, aku tidak mau menikah dengan dia. aku ingin menikah denganmu.. " ucap Celine menangis
" Jangan gila kamu Celine!! pergi kamu dari sini. saya juga tidak sudi punya menantu kaya kamu, wanita licik. Pergi...!! " ucap Bu Fatma
Galang menggeret Celine untuk keluar dari rumahnya, dua sudah tidak ingin melihat mukanya lagi. Celine terus memberontak, dia tetap tidak mau pergi
"Lang kasihan aku Lang, kasihan anakku. aku mohon... " ucap Celine
__ADS_1
" Cuih... dasar wanita murahan, tidak tau diri. pergi kamu, aku benci kamu...!! "ucap Galang sambil mendorong tubuh Celine
Celine pergi sambil menangis, dia tidak Terima diusir oleh Galang
" Aku akan balas perbuatan kamu Lang, awas saja kamu..!! " ucap Celine teriak
Galang masuk ke dalam dan menutup pintunya
" Lang lalu siapa yang ada di Vidio itu?.. "ucap Bu Fatma
" Mah maafin aku,sebenarnya aku sudah menikah siri dulu, dan wanita yang ada di dalam Vidio itu adalah istriku.taoi sekarang aku sudah menceraikan nya.. " ucap Galang
" Apa maksud kamu? coba jelaskan sama Mama.. " ucap Bu Fatma
Galang bercerita semuanya,dari mulai dia menikah sampai dia menceraikan Syafa.
" Aku menyesal Mah, aku ingin menemui dia. aku ingin meminta maaf padanya dan ingin kembali padanya.. " ucap Galang menangis
" Kamu sudah kejam sama dia Lang, dia itu sudah baik nolongin kamu. Disini dia juga korban,tapi kenapa kamu tidak menghargai perasaannya... " ucap Bu Fatma ikut meneteskan air mata
" Aku menyesal Mah, aku sudah mendatangi rumah nya. tapi dia sudah tidak ada, lagi di sana.. " ucap Galang
" Kamu harus cari dia,kalau dia hamil bagaimana. pasti akan di hina orang" karena hamil tanpa suami Lang.. " ucap Bu Fatma
Deg..." Ya Alloh aku sudah jahat sama dia, aku harus menemukan dia pokoknya.. " ucap Galang
" Iya Mah, aku akan suruh orang untuk mencari nya.. " ucap Galang
" Jangan cuma nyuruh orang dong, kamu juga harus ikutan nyari... " ucap Bu Fatma
" Iya.. " ucap Galang
Kini Galang masuk ke kamar, dia menghubungi beberapa orang untuk mencari Syafa.
Sedangkan Syafa sedang mencari sayuran, itu hal yang sudah biasa ia lakukan.
Karena perutnya yang sudah membesar, dia terbatas untuk jalan di semak" dan di lereng.
" Nduk hati" jalannya,jangan terlalu ke lereng ya nduk... " ucap Nenek Siti
" Iya Nek, aku akan hati".. " ucap Syafa
Nenek Siti sudah melarang Syafa untuk tidak ikut ke hutan dan kebun", Tetapi Syafa memaksanya. alasannya dia masih kuat dan juga kasihan pada Nenek nya.
Syafa sesekali memegangi perutnya yang keram karena kecapean.
__ADS_1
" Sayang yang kuat ya, kita sama" berjuang. bantu Mama nak, kamu jangan rewel ya di dalam sana.. " ucap Syafa sambil mengelus perutnya
Syafa memakai daster yang sudah robek sana sini, dia tidak mampu untuk membelinya.
Untuk makan berdua saja susah, mereka harus terus berjuang mencari daun" an.
Di belakang rumah dia juga menanam bayam, kangkung dan cabe untuk dijual juga kalau sudah besar".
Sekarang mereka sudah sampai rumah, mereka mengikat sayuran yang akan di bawa ke warung Bu Tuti.
Memang harus pagi" mereka cari sayurannya, karena kalau sore pasti akan layu.
Syafa mengikat semua sayuran dan menghitungnya
" Ada berapa ikat nduk?.. " ucap Nenek
" Sayur pakis ada 5 ikat, bayam 5 ikat, kangkung 4 ikat, dan daun singkong 4 ikat nek.. " ucap Syafa
" Ya sudah kamu antar ke warung Bu Tuti ya.. " ucap Nenek
" Iya Nek.. " ucap Syafa
Syafa berjalan ke warung Bu Tuti.karena ini masih terlalu pagi jadi belum banyak orang" yang melihat nya.
" Bu ini ada beberapa ikat sayuran.kata nenek di tukar dengan beras dan sabun bu. " ucap Syafa
" Iya Syafa.ini berasnya satu liter, minyak setengah liter, sabun mandi dan sabun cucu. ini ibu tambahin sarimi ya.. " ucap Bu Tuti
" Tapi Bu sarimi nya ngga usah, takutnya ngga cukup uangnya.. " ucap Syafa
" Ini Sarimi ibu kasih,kamu tenang saja.dan ini lebihnya.. " ucap Bu Tuti sambil memasukkan semua barang, dan memberikan uang Satu lembar lima ribuan dan dua ribuan.
" Terimakasih Bu, selama ini ibu sudah baik sama kita.. " ucap Syafa
" Iya Syafa, kamu yang sabar ya. semoga bayi dalam kandungan kamu sehat dan kuat.. " ucap Bu Tuti
" Amin Bu.. " ucap Syafa
Syafa pulang sambil membawa belanjaan yang ia tukar tadi.
Nenek Siti berbicara pada Syafa saat dia sudah sampai rumah
" Nduk mulai besok, kita cari sayuran nya sore saja ya,kalau pagi" kasihan kamu.kalau pagi kita petik sayuran yang di belakang rumah saja.. " ucap Nenek
" Iya Nek.. " ucap Syafa
__ADS_1
Kini Syafa mulai memasak dan Nenek Siti membersihkan halaman