Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Kesedihan Kinan


__ADS_3

Rayyan yang terbangun dari tidurnya,setelah mendengar suara adzan subuh. dia kaget saat meraba tubuhnya tidak memakai pakaian sehelai pun.Dia coba mengingat" apa yang terjadi padanya tadi malam. Dia teringat, saat pulang dari acara dan masuk ke marah mandi melihat Kinan.


" Kinan, iya.. tapi kenapa dia ada disini... " ucap Rayyan sambil mencari bajunya


Saat dia membuka selimut nya, di seprei nya terlihat ada bercak darah yang sudah mengering, Rayyan terpaku melihat noda darah tersebut.


"Darah... itu artinya benar terjadi semalam. aku telah merenggut kesucian Kinan.aakkh apa yang harus aku lakukan, sedangkan Maura terus mendesak aku untuk segera menikahinya... " ucap Rayyan sambil menjambak rambutnya kasar


" Tapi kalau sampai dia hamil bagaimana... ah bikin pusing. ini semua gara" Karin.. " ucap Rayyan


Sementara itu, Kinan yang semalaman menangis. dia tidak bisa keluar kamar untuk membantu Bibi.


" Kok Neng Kinan jam segini belum keluar kamar ya.. " ucap Bi Minah


Bi Minah mencoba mengetok pintu kamar Kinan.


Tok... tok.. tok.. " Neng... " ucap Bi Minah


" Masuk Bi.. " ucap Kinan lemas


Bi Minah masuk,dia terkejut melihat mata Kinan yang sembab dan wajahnya yang pucat.


" Neng kamu kenapa? apa kamu sakit.. " ucap Bi Minah sambil meraba kening Kinan


" Enggak kok Bi, cuma pusing sedikit.. " ucap Kinan


" Neng, kamu habis nangis ya.cerita saja sana Bibi Neng.. " ucap Bi Minah

__ADS_1


" Enggak kok Bi, aku cuma kepikiran aja. kenapa Ibu bisa membuang ku dulu,tidak adakah rasa kasihan padaku waktu bayi Bi... " ucap Kinan menangis


" Neng... kamu yang sabar ya. mungkin Ibumu terpaksa melakukan itu.tidak ada seorang ibu yang tega membuang anaknya kalau bukan karena terpaksa neng.. " ucap Bi Minah


" Bibi tidak tau Bi,aku anak hasil hubungan diluar nikah.dan sekarang aku benar" sudah hina dan kotor.orang" akan mencap aku wanita murahan sama seperti mereka memandang ibuku.aku sudah tidak punya harga diri lagi.. " ucap Kinan dalam hati


" Loh Neng kok kamu nangis lagi,ada Bibi disini yang sudah menganggap kamu anak Bibi.kamu yang sabar ya.. " ucap Bi Minah memeluk Kinan


"Ternyata begini rasanya di peluk seorang Ibu,seumur" aku tidak pernah merasakan kehangatan seorang ibu.pada saat masih bersama Mama Syafa pun,aku tidak pernah merasakan pelukannya... " ucap Kinan dalam hati


" Terimakasih ya Bi, sudah mau memeluk Kinan,aku sangat bersyukur masih bisa merasakan kehangatan pelukan seorang Ibu. pasti sama rasanya seperti ini... " ucap Kinan menangis


" Sama" Neng, Bibi juga senang bisa memeluk Neng Kinan.karena seumur" Bibi juga belum pernah merasakan memeluk anak, karena Bibi tidak punya anak... " ucap Bi Minah


Setelah mereka puas mencurahkan perasaan mereka masing", Bi Minah keluar dari kamar Kinan.Dia menyuruh Kinan beristirahat, biar dia yang meminta ijin pada Bu Mega.


Pada saat Mega dan keluarga nya sarapan. Bi Minah berbicara pada Mega


Deg.." Kinan sakit? apa dia sakit karena perlakuan ku semalam ya.aku harus bagaimana, tidak mungkin aku jujur pada Mama dan Papa.. " ucap Rayyan dalam hati


" Sakit...dia sakit apa Bi? Ya sudah suruh dia istirahat dulu Bi,nanti berikan obat padanya ya.. " ucap Bu Mega


" Badannya panas Bu, dan wajahnya juga keliatan pucat.. " ucap Bi Minah


" Ya sudah nanti kasih dia obat dan Vitamin ya Bi.. " ucap Mega


" Baik Bu.. " ucap Bi Minah

__ADS_1


Setelah sarapan kini Rayyan kembali lagi ke kamar,dia sudah mengganti sprei dengan yang baru.Dia termenung di balkon kamarnya


" Apa yang harus aku lakukan,apa aku harus menikah dengannya. tapi bagaimana dengan Maura. tapi kalau aku tidak bertanggung jawab, bagaimana kalau dia sampai hamil anakku... " ucap Rayyan mengusap wajahnya kasar


" Dia pasti akan di cap sebagai wanita murahan, dan anaknya pasti akan dihina seperti dia terhina selama ini.aakkhhh.... " ucap Rayyan frustasi


Kinan yang berada di kamarnya, dia juga memikirkan hal yang sama dengan Rayyan.


"Bagaimana kalau aku sampai hamil.pasti anakku akan dihina oleh orang",sama seperti aku yang selama ini dihina oleh mereka.rasanya sakit,dan aku tidak ingin anakku kelak merasakan apa yang aku rasakan selama ini. tapi aku harus bagaimana, tidak mungkin aku akan meminta Kak Rayyan tanggungjawab.dia kan pacarnya Kak Maura... " ucap Kinan


" Kalau aku sampai menikah dengannya, mereka, pasti akan tambah menghinaku dan membenci ku.semoga saja aku tidak hamil... " ucap Kinan


Hari sudah siang, kini mereka sedang makan siang bersama. Rayyan berbicara sesuatu pada Mega


" Mah,aku mau ngomong sesuatu sama Mamah.. " ucap Rayyan


" Mau ngomong apa Ray?.. "ucap Mega


" Maura ingin kita segera menikah Mah,katanya Tante Syafa dan Om Galang sudah menginginkan kita menikah.. " ucap Rayyan


Deg... " Menikah, jadi Kak Maura dan Kak Rayyan akan segera menikah... " ucap Kinan


Kinan yang sedang mengambil air minum di dapur, tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


" Ya sudah nanti Mama bicarakan ini sama Papa... " ucap Mega


" Oh iya Mah, kok Sandi ngga pulang ya minggu ini?.. "tanya Rayyan

__ADS_1


" Sandi ada tugas kuliah yang terlalu banyak katanya,jadi dia tidak pulang ndra. paling minggu depan dia pulangnya.. " ucap Bu Mega


Kinan langsung masuk ke kamar, dia menangis.Dia bingung harus apa.


__ADS_2