Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Duka Dan Luka


__ADS_3

Kinan kini akan di bawa ke rumah duka.selama perjalanan mereka,semua merasakan sedih yang amat sangat.


Celine terus saja memeluk keranda yang membawa Kinan.


" Puluhan tahun kita belum pernah berjumpa, sekali berjumpa kamu sudah tidak bernyawa nak.ini merupakan pertemuan pertama dan terakhir kita sayang... " ucap Mama Celine menangis


" Tante, bukan hanya tante yang sangat kehilangan Kinan.tapi aku juga, aku bahkan sangat kehilangan dia. aku tidak bisa hidup tanpanya. setelah kepergian Kinan, aku tidak tau harus berbuat apa.apakah aku sanggup menjalani hidup ini sendiri... " ucap Sandi dalam hati


Setelah cukup lama, kini mereka sampai di rumah Sandi.Jenazah Kinan dibawa ke dalam dan di baring kan di ruang tamu. disana sudah banyak orang" yang melayat.


Kini Kinan sudah tiada,badannya yang tadi pagi masih segar dan sehat. kini sudah terbujur kaku tak bernyawa.


Celine memandangi wajah Kinan yang tertutup kain putih tipis.dia terus meneteskan air mata.seakan" tidak percaya kalau putrinya kini benar" telah tiada.dulu dia menginginkan kematiannya,tetapi sekarang justru dia menginginkan kehadiran Kinan di sisinya


Sandi dan Rayyan terduduk di dekat Jenazah Kinan, pikiran mereka menerawang entah kemana.menyesali semua perbuatan nya dulu pada Kinan.


Kini Jenazah Kinan sudah dibawa ke pemakaman,dia akan di makamkan segera.


Semua orang mengiringi kepergian Kinan.

__ADS_1


Setelah sampai di pemakaman, Jenazah Kinan mulai diturunkan.hanya gundukan tanah yang bisa mereka lihat, Tubuh Kinan sudah tiada lagi.


" Kinan maafkan Mama nak,maafkan Mama... " ucap Celine sambil memeluk makan Kinan


Sandi juga terduduk di depan pusara Kinan.dia meremas bunga" yang bertaburan di atas makam Kinan


" Ki, kamu istirahat yang tenang ya disana.aku akan selalu mengunjungimu disini.kamu akan selalu ada di hatiku... " ucap Sandi


Kini mereka pulang ke rumah masing".Orangtua Sandi akan meminta penjelasan pada Sandi. bagaimana bisa mereka tinggal di rumah bersama.


Setelah pulang dari pemakaman, Sandi masuk ke kamar Kinan.bau wangi masih menyengat Disana.


" Kinan bahkan wangi parfummu masih tercium di sini.begitu cepat kamu meninggalkan aku.bahkan pernikahan kita baru sehari, tapi kamu sudah pergi dan tak akan pernah kembali... " ucap Sandi mengelus foto Kinan yang berada di meja rias


" San coba jujur pada kami, apa yang sebenarnya terjadi pada kalian.. " ucap Papa Devan


Akhirnya Sandi menceritakan semuanya tanpa ada yang tertinggal sedikitpun.


" Jadi Kinan sedang hamil, dan kalian sudah menikah.sedangkan dia kecelakaan karena menghindari Rayyan.. " ucap Mama Mega

__ADS_1


Sandi menganggukkan kepalanya.


" Rayyan benar" sudah membuat Kinan menderita.bahkan dia sudah membuat dia meninggal.. " ucap Sandi menangis


Deg... Maura yang mendengar semuanya, dia menangis.


" Tidak, tidak mungkin Rayyan tega menghianati aku.dia tidak mungkin melakukan hal serendah itu... " ucap Maura


Maura memang sengaja mendatangi kediaman Sandi dengan Mana Syafa.


" Sayang kamu yang sabar ya... " ucap Mama Syafa memeluk Maura


" Mah, kenapa Rayyan setega itu padaku.kenapa dia jahat mah... " ucap Maura


" Sudah, lebih baik kita pulang saja ya. tidak ada gunanya kita disini.. " ucap Mama Syafa marah


Akhirnya Maura dan Mama Syafa meninggalkan rumah Sandi mereka tidak jadi masuk kesana.


Sedangkan Rayyan, dia pulang ke apartemen nya. dia juga terpukul dengan kepergian Kinan. apalagi dia sedang mengandung anaknya.

__ADS_1


" Hari ini aku kehilangan kamu Ki.kamu pergi dengan membawa calon anakku.bahkan belum sempat dia terlahir ke dunia ini,kamu sudah membawanya dia kembali lagi ke pangkuan illahi.. " ucap Rayyan


" Ya Tuhan,inikah hukuman darimu untukku.aku kehilangan calon anakku dan orang yang sudah aku hancurkan hidupnya.. " ucap Rayyan mengusap kasar wajahnya


__ADS_2