Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Mega melahirkan


__ADS_3

Kini Mega sudah berada di Rumah Sakit


Mega di tangani oleh dokter yang bertugas


" Maaf dengan Keluarga pasien,, " ucap Dokter


" Iya Saya Suaminya Dokter,, " ucap Devan sambil mendekati Dokter


" Begini Pak,,keadaan pasien dan kandungannya saat ini sangat kritis karena mengeluarkan banyak darah,,, kami harus melakukan operasi Cesar,, " ucap Dokter


" Baiklah Dok,, lakukan yang terbaik untuk mereka,, " ucap Devan


Nek ijah yang ikut ke rumah sakit ikut menangis


" Ya Alloh,, ndo,,,, malang benar nasibmu,,, semoga Mereka Selamat ya Tuhan,, " ucap nek ijah


Santi juga ikut sedih dan memeluk nek ijah


" Nek,,, kasihan Mega,,ini semua salah Pak bos,, " ucap Santi


Santi bangun dari duduknya dan mendekati Devan


" Semua ini gara " anda,,, anda sudah menyakiti Mega!!!,,, Anda kejam,, jahat,, " ucap Santi


" Iya,,, Saya memang jahat,,, Saya menyesal,, " ucap Devan duduk di kursi dengan menutupi wajahnya


" Ya Alloh,, selamatkan mereka,, " ucap Devan menangkup wajahnya


Tiba" ada telfon dari Celine


Devan tidak mengangkatnya,, dan Celine mengirim pesan lewat WA


" Sayang,,, kamu lagi di mana sih,, aku sudah mengurus semuanya,," ucap Celine


Devan ingat satu minggu lagi adalah hari pernikahan mereka


Devan sebenarnya sudah tidak ada rasa pada Celine


Entah kenapa, setelah Mega pergi dari hidup Devan,, Devan merasakan hampa dan kehilangan Mega


Devan sudah tidak perduli lagi dengan Celine


Kini Mega sudah selesai di operasi


Bayinya juga sudah di bersihkan,,


Setelah selesai di bersihkan bayi Mega di bawa ke inkubator karena prematur


Dokter keluar menemui Devan dan nek ijah


" Bagaimana keadaan anak dan istri saya Dok,, " ucap Devan


" Alhamdulillah Pak,, anak Bapak sudah di inkubator dia berjenis kelamin laki-laki,, silahkan di adzani dulu,, untuk istri bapak dia masih belum sadar sudah di ruangan,,"ucap Dokter


" Baiklah terimakasih Dok,, " ucap Devan

__ADS_1


Kini Devan berjalan menuju ruangan bayi untuk meng Adzani anaknya


Sedangkan Santi dan nek ijah ke ruangan Mega


Devan melihat bayinya,, dia meneteskan air mata


" Maafkan Papa nak,, Papa tidak tau kalau kamu sudah ada di rahim ibumu,,, Papa tidak bisa mendampingi dan menjagamu selama di kandungan,, " ucap Devan mengusap kaca Inkubator


Terlihat bayi yang mungil dan lucu,, wajahnya seperti Devan,,,


Devan terus menatap anaknya,,,


" Mulai hari ini Papa akan menjaga kamu dan ibumu sayang,,, Papa janji,,,Papa akan memperbaiki semuanya,, " ucap Devan


Setelah Devan meng Adzani putranya,, dia bergegas ke ruangan Mega


Disana terlihat Nek ijah dan Santi


"Terimakasih nek,, selama ini kalian sudah menjaga Istriku dan anaku,, " ucap Devan


" Den,,, nenek mohon jangan sakiti Mega lagi ya,, kasihan dia sudah tidak punya siapa" ,,, Ibunya sudah meninggal, Ayahnya pergi meninggalkan dia dan ibunya dulu. nenek mohon sana aden jaga Mega, sayangi dia,, " ucap Nek ijah


" Iya nek,, saya janji akan menjaga mereka,,, " ucap Devan


"Nenek sama Santi pulang dulu ya den,, sudah sore,, " ucap nek ijah


" Iya Terima kasih nek,, Santi. ini ada sedikit uang untuk ongkos kalian pulang,, " ucap Devan sambil memberikan beberapa lembar uang merah


" tidak usah Pak,, kami ikhlas,, " ucap Santi


Kini tinggal Devan yang berada di ruangan Mega


Devan mendekati Mega


Dia memandangi wajah Mega,, wajah yang pucat,,tapi masih terlihat cantik


" Mega,,, maafkan aku selama ini aku tidak tau kalau kamu hamil,,aku memang sudah kejam padamu. aku akan memperbaiki semuanya sayang,,, aku menyesal,, " ucap Devan menggenggam tangan Mega


Mega mulai membuka matanya perlahan


Mega melihat ruangan yang serba putih dengan bau obat yang menyengat


Mega meraba perutnya


" Perutku,,, anaku,,, di mana anaku,, " ucap Mega sambil menangis dan berusaha bangun


" Mega,, tenang dulu,,,bayi kita sudah ada di inkubator,,, " ucap Devan memeluk Mega


Mega menatap mata Devan


" Tolong antarkan saya ke sana,, " ucap Mega


Devan mengangguk dan dia mengambil kursi roda untung Mega


Devan mendorong kursi roda yang di duduki Mega menuju ruangan bayi

__ADS_1


Mega melihat Bayinya di dalam sana dia mengusap kaca inkubator sambil menangis


" Sayang,, ini Mama nak,,, cepat sembuh ya. kamu yang kuat,,, Mama tidak punya siapa" lagi selain kamu,,, maafin Mama yang belum bisa memelukmu,, " ucap Mega


" Sayang,,, kita ke ruangan kamu dulu ya,, kamu minum obat dulu,, " ucap Devan


Mega hanya diam,, dia mau menyangkal panggilan dari Devan tetapi rasanya masih lemas


Kini Mega sudah berada di ruangannya


Devan membopong tubuh Mega ke ranjang


Mega memalingkan wajahnya ketika wajah Devan serasa mendekati wajah Mega


" Sayang,, kamu mau makan apa,, biar aku belikan,, " ucap Devan


Mega diam saja tanpa menjawab apapun


mau menjawab rasanya berat


" Mega,, aku mohon maafin aku. selama kamu hamil,aku tidak bisa menjagamu dan anak kita,, beri aku kesempatan Mega,, aku akan menjaga dan menyayangi kalian,, " ucap Devan menggenggam tangan Mega


" Anak kita,,, apa aku ngga salah dengar. selama saya hamil saya berjuang sendiri.anda sudah menceraikan saya, bukankah anda sendiri yang bilang anda tidak akan perduli walaupun saya hamil,bukankah dulu anda tidak menganggap saya sebagai istri,,saya dinikahi hanya status dan saya adalah istri yang tidak di inginkan oleh anda,,lebih baik anda pergi dari sini dan jauhi kami,,, " ucap Mega meneteskan air mata


" Mega,, aku mohon beri aku kesempatan,, kita buka lembaran baru ya,, " ucap Devan


" Tidak,,lebih baik anda urus saja istri anda yang sangat anda cinta,, " ucap Mega


" Saya belum menikah lagi Mega,,, semenjak kamu pergi dari hidupku, aku merasakan hampa dan kehilanganmu. aku berusaha mencarimu kemana" tetapi tidak di temukan juga,, bahkan aku sampai menunda" pernikahanku sama Celine,,, " ucap Devan


" Sekarang sudah ketemu kan,, silahkan anda pergi dari sini,,, " ucap Mega


" Mungkin luka yang aku torehkan di hatimu begitu dalam Mega,,, aku sangat menyesali semuanya,, aku ingin memperbaiki semuanya sayang,,, maafkan aku,,, " ucap Devan menangis


Mega hanya diam dia memalingkan wajahnya


Mega tidak ingin melihat wajah Devan


" Anda adalah orang yang kejam,, dulu menikahi saya karena terpaksa,anda menganggap saya wanita murahan,,belum genap dua bulan pernikahan kita anda menceraikan saya,tanpa memberi kesempatan untuk berbicara,anda meninggalkan saya begitu saja,,, di mana hati nurani anda sebagai seorang suami. selama pernikahan apa pernah anda perduli sama saya,, apa pernah mengerti penderitaan saya,, anda merayakan kebahagiaan sesaat setelah anda menalak saya,,,apakah saya sehina itu di mata anda hah,,, anda kejam,,!!! anda menyakiti hati saya dengan begitu kejamnya,,, " ucap Mega menangis mengeluarkan semua unek" di hatinya


Mega memegang perutnya yang sakit bekas Cesar tadi


" Sayang,,, maafkan aku. aku berjanji akan memperbaiki semuanya,,, maafkan aku aku mohon,, " ucap Devan bersujud di kaki Mega yang duduk di ranjang


Mega hanya diam dia menangis


" Sayang,, jangan menangis terus, ingat luka jahitan di perut kamu itu masih baru,, " ucap Devan


Mega perlahan menghentikan tangisannya


Devan memeluknya


" Maafkan aku,,, " ucap Devan meneteskan air mata,dia memeluk dan mencium puncak kepala Mega


Mega berbaring karena perutnya masih terasa nyeri

__ADS_1


__ADS_2