Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Petaka Di Malam Ulang Tahun Teman


__ADS_3

Hari ini adalah Ulang tahun Lisa,, semua mahasiswa di undangnya


Bahkan sampai Dosen" pun ikut di undang oleh Lisa


Mega memakai baju sederhana.Mega memakai gamis merah marun dengan jilbab senada


Memang Mega berhijab,, lain dengan Amel yang lebih terbuka tidak menggunakan hijab


Mega terlihat sangat cantik walau hanya dengan baju yang sederhana dan riasan di wajahnya yang natural


Amel menjemput Mega,


" Wah,, lo Cantik banget Me,, pangling gue,, " ucap Amel


" Ah biasa aja Mel,,, cantikan kamu lah Mel,,, baju kamu sangat bagus,, " ucap Mega


" Iya Me,, " ini Baju di kasih Kakak Gue kemarin. dia habis tunangan, jadi ini kado buat gue biar gue ga marah sama dia,, " ucap Amel


" Loh memangnya kamu marah kenapa Mel,, " ucap Mega


" Gue ngga setuju,, Kakak gue mau nikah sama pacarnya,, " ucap Amel


" Ooh iya,, denger" Dosen kita juga ada yang sudah tunangan loh Mel,, kata anak" Dosen killer itu,, Pak Devan,, " ucap Mega


"Memang Pak Devan sudah tunangan Me,, emangnya lo ga tau ya,, " ucap Amel


" Enggak lah Mel,, mana aku tau. aku sibuk bekerja sampai malam. dan habis itu tidur. bangun tidur kuliah. ngga ada waktu buat kepo in hidup orang,, " ucap Mega tertawa


" Iya juga sih,, " ucap Amel


Kini mereka sudah sampai di rumah Lisa


Rumah yang mewah dan besar


Di sana sudah banyak orang,,


Acara di adakan di Taman samping rumah,,


ada juga kolam renang yang di hias di sekelilingnya


Acara akan di mulai,,,


Semua orang berkumpul


Alex mendekati Mega dan memberikan minuman


" Mega,, Ini minum biar fres,, " ucap Alex


" Iya,, terimakasih lex,, " ucap Mega


Mega langsung meminumnya


Amel sedang ke belakang


Tiba" Mega merasakan pusing yang sangat luar biasa dan mengantuk


Alex membawa Mega ke mobilnya


Dia berencana membawa Mega ke Apartemen Kakaknya.memang Alex selama ini sering tidur di Apartemen kakaknya


Amel yang kembali dari toilet mencari" Mega tetapi tidak di temukan


HP nya di hubungi pun tidak aktif


Sementara itu Celine juga sedang bersama Devan, dia ingin malam ini Devan menjadi miliknya


Devan memang pergi ke acara bersama Celine. Tapi Celine minta di antar ke Apartemennya


Di mobil Celine memberikan minuman ke Devan


Tanpa curiga, Devan meminumnya sampai habis


Setelah sampai di Apartemen Kakaknya


Alex membawa Mega ke kamar Kakaknya

__ADS_1


Dia membaringkan tubuh Mega di ranjang


Alex keluar sebentar untuk membeli sesuatu


Dia meninggalkan Mega sendirian di kamar Kakaknya


Sementara Devan kini sudah sampai di Apartemen Celine


Devan sudah merasakan panas menjalar di tubuhnya. Dia ingin segera mandi


" Sayang,,, kok aku gerah gini ya,, panas banget , " ucap Devan, keringat sudah bercucuran


" Ya sudah Beb,, kamu mandi dulu di kamar aku,, aku mau keluar sebentar ya,, beli sesuatu,, " ucap Celine


Kini Devan sudah tidak karuan,, ada hasrat yang menggebu,, entah itu apa.ingin rasanya melakukan hal yang tidak bisa di ungkapkan


Devan berjalan masuk ke kamar Celine, dia langsung membuka seluruh pakaiannya dan menyiramnya dengan air. tetapi rasa itu tidak kunjung reda


Akhirnya Devan keluar kamar dan dia berbaring di kasur


Tetapi Devan merasakan aneh,, seperti ada seseorang yang sedang terbaring di kasur dan Devan melihat ada seorang wanita


Devan sudah tidak bisa menahan rasa yang bergejolak


" Ah,,, apa jangan" Celine sudah memberikan aku Obat perangsang,, " ucap Devan


Devan sudah tidak sabar dia mengunci pintu kamar dan langsung membuka pakaian Mega


Mega yang tidak sadar hanya diam


Devan membuka seluruh pakaiannya dan pakaian Mega


Kini Devan melakukan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi


Devan sadar bahwa, sekarang dia sedang menodai anak gadis orang


" Maafkan aku Mega,, aku sudah tidak kuat lagi,, akh,, " ucap Devan saat senjatanya memasuki area sensitive Mega


Mega perlahan membuka matanya ketika Devan sedang berada di atasnya


Seperti mimpi,, Mega mengumpulkan seluruh nyawanya,, dia berusaha menyadarkan dirinya


Kini Devan sudah berhasil merenggut keperawanan Mahasiswinya


Sementara itu Celine yang sedang membeli makanan dan minuman bertemu dengan Alex


" Alex,, ngapain kamu disini,, " ucap Celine


" Kak,, aku lagi beli ini,, " ucap Alex sambil menenteng kantong keresek


" Kakak ngapain di sini,, " ucap Alex


" Gue ke sini sama Devan,, dia di kamar,, " ucap Celine


"Apa,,!! Maksud kaka,, mas Devan di kamar kakak,, " ucap Alex


" Ya iya lah,, udah sana kamu pulang. jangan ganggu kakak,, " ucap Celine


Alex langsung berlari ke atas, dia hanya ingin memastikan kalau Mega baik " saja


"Alex,, kamu kenapa,, kenapa kamu panik lex,, " ucap Celine


"Kak,, di kamar kakak ada teman aku,, yang lagi tidak sadar,, " ucap Alex


"Apa,,!!!,, Kurang ajar kamu lex,,, ucap Celine sambil berlari lebih cepat dari Alex


" Lex,, kita harus segera ke kamar. Devan sudah aku beri obat perangsang lex,, " Ucap Celine panik


Kedua orang itu berlari menuju ke kamar Celine


berharap sesuatu yang mereka takutkan tidak terjadi


"Tok,,, tok,, tok,, Devan buka pintunya Dev,, " ucap Celine berteriak


"Mas Devan,,, buka mas,, Mega,, buka pintunya Mega,,, " ucap Alex

__ADS_1


Sementara di dalam Devan sudah ambruk di atas tubuh Mega


Mega yang sudah sadar hanya bisa menangis


" Bapak kurang ajar,,!! tega Bapak sama saya,, Hiks,, hiks,, " ucap Mega


Devan hanya menatap Mega sekilas


ada rasa kasihan tetapi ini sudah terjadi


Devan langsung memakai celananya, dia membuka pintu kamar


Alex dan Celine langsung masuk ke dalam dan kaget melihat Mega yang hanya berbalut selimut dan menangis


Celine mendekati Mega, dia menampar pipi Mega dan menjambak rambutnya


"Plak,, plak,, plak,, "


" Dasar wanita murahan,, kurang ajar,,, P****** ,,,!! Ucap Celine membabi buta


Mega hanya menangis, dia tidak membalasnya


" Mba,, saya tidak tau kenapa saya ada disini. Saya juga tidak tau ini di mana,, " ucap Mega memegangi pipinya


" Bullshit,,, Dasar pelakor,, murahan,,!!! ,, Ucap Celine


" Sudah kak,, sudah. dia bisa mati,, " ucap Alex


" Biar dia mati. akan ku bunuh dia,,!!! Lepaskan,,!! ucap Celine ke Alex


Mega,, lebih baik kamu cepat pergi dari sini,, " ucap Alex


Mega berjalan tertatih menuju kamar mandi,, dia memakai pakaiannya


Sedangkan Devan masih Shock,, kenapa dia bisa menodai mahasiswanya


Mega berjalan keluar kamar dengan mata sembab,, dia berjalan pulang sendiri


" Ya Alloh,,, petaka apa yang terjadi pada diriku,, " ucap Mega sambil berjalan lunglai


" Devan,, pokoknya aku tidak mau tau. kita harus cepat menikah. jangan sampai wanita ****** itu sampai hamil dan meminta pertanggung jawaban kamu,, " ucap Celine


" Diam,,!!! bukankah kamu yang memberikan aku obat perangsang 'Celine,, " ucap Devan


"Iya,, memang benar. tetapi aku tidak tau kalau di kamar ini ada ****** itu Devan,, " ucap Celine menutupi wajahnya dan menangis


Devan mendekati Celine dan memeluknya


" Maafkan aku Sayang,, aku tidak bermaksud menyakiti hati kamu,, " ucap Devan


" Bagaimana kalau dia sampai hamil Dev,, " ucap Celine


Devan hanya diam dengan pertanyaan Celine


Alex bingung ,, dia keluar dari kamar Celine


Rencananya gagal sudah karena Devan


Devan pergi dari kamar Celine,,, Dia juga bingung. kenapa bisa ada Mega di kamar Celine


Mega pulang ke rumah dengan menaiki angkot


Dia sudah sampai di rumah dan masuk kamar


Malam ini adalah Malam yang sangat buruk bagi Mega


" Ibu,, maafkan aku Bu,, aku tidak bisa menjaga kehormatanku,, " hiks,, hiks,,, " ucap Mega menangis


Sepanjang malam Mega menangis.


Dia menangisi nasibnya yang malang


Bahkan Hp nya pun tidak di pegangnya


puluhan panggilan dari Amel tidak di gubris nya oleh Mega

__ADS_1


Sementara Devan dia pulang ke rumah dengan keadaan kacau, dia langsung menuju ke kamar


"Bisa" nya Celine memberikan aku obat dan kenapa gadis itu bisa ada di apartemen Celine,, apa Alex yang membawanya,, " ucap Devan sambil meremas rambutnya


__ADS_2