Istri Yang Tak Di Rindukan

Istri Yang Tak Di Rindukan
Galang Yang Tersiksa Syafa Juga Menderita


__ADS_3

Galang terus mencari Syafa, dia hidup dalam rasa bersalah. Bahkan dia sering mimpi melihat Syafa dan seorang bayi yang pergi menjauhinya.


" Syafa jangan tinggalkan aku, kembali sayang. jangan bawa anakku.. " ucap Galang dalam mimpi


Galang terbangun dengan nafas yang ngos" an.


" Ya Alloh ternyata aku mimpi itu lagi, Syafa kamu di mana? aku sangat merindukanmu.. " ucap Galang mengusap kasar wajahnya


Galang terus menghubungi anak buahnya, dia kecewa karena mereka belum bisa menemukan Syafa


Galang kini semakin kurus, wajah yang dulu di puja" kaum hawa kini sudah tidak terawat lagi. Dia hanya sibuk memikirkan dan mencari Syafa.


Ibu Fatma yang melihat perbedaan pada anaknya,beliau jadi khawatir takut Galang menjadi tidak terkendali emosinya.


" Pah, Mama takut Galang jadi depresi karena kehilangan Syafa. kita harus bagaimana Pah.. " ucap Bu Fatma


" Mah.. kamu jangan bilang gitu dong. kita sudah berusaha untuk mencari keberadaan Syafa,tapi kita belum juga menemukan dia.. " ucap Pak Pras


Bu Fatma juga khawatir kalau sampai Syafa hamil cucunya, dan tidak bisa bertemu dengannya.


" Bagaimana kalau dia hamil, dan kita tidak boleh mengakui anak Galang cucu kita Pah.. " ucap Bu Fatma


" Jangan kejauhan dulu mikirnya Mah, Papa percaya Syafa tidak sekejam itu.. " ucap Pak Pras


Galang termenung di kamar, dia terus memandangi foto Syafa yang ia dapatkan dari Sosmed nya Syafa dulu.


" Maafkan aku Syafa.. aku sadar sekarang kau sangat berarti bagiku,dan aku ternyata sangat mencintaimu. Istrimu yang dulu aku campakkan sekarang aku merindukanmu.. " ucap Galang mencium foto Syafa


Dia meneteskan air mata, penyesalan yang sangat dalam di hatinya.


Sedangkan Syafa sedang duduk di kasur..dia memijit kakinya yang bengkak,karena berjalan di kebun bahkan hutan untuk mencari sayuran dan daun " an.


Perutnya yang sudah membesar, dia sering merasakan kram pada perutnya. tapi dia berusaha kuat dan tetap berjuang demi sesuap nasi.


" Sayang sebentar lagi kita akan bertemu Ibu harap kamu kuat ya di dalam sana.. " ucap Syafa


Memang kandungan Syafa sekarang sudah memasuki usia 8 bulan, tinggal satu bulan lagi dia akan melahirkan. Syafa kini membatasi aktifitasnya, tidak seperti dulu waktu kandungannya masih kecil. Sekarang dia sudah agak susah berjalan dan gampang capek.

__ADS_1


" Nduk, mulai besok kamu tidak usah ikut nenek mencari sayuran ya. biar kamu di rumah saja, kasihan kandungan kamu.. " ucap Nenek


" Tapi Nek kalau aku tidak ikut mencari, nanti kita tidak dapat makan nek karena tidak dapat banyak... " ucap Syafa


"Kan di belakang masih ada bayam, daun singkong dan kangkung. kamu petik sayuran yang di belakang saja. biar nenek yang cari daun" an dan lainnya di kebun... " ucap Nenek


" Iya Nek tapi nenek hati" ya karena banyak lereng, takutnya terpeleset dan tidak ada yang melihatnya.. " ucap Syafa khawatir


" Iya Nduk, nenek pasti hati".. " ucap Nenek


Malam ini Syafa tidak dapat tidur,karena bayi dalam kandungan nya sangat aktif. baru memejamkan mata dia sudah di buat kaget oleh gerakan anaknya di dalam sana. walaupun jarang periksa ke bidan dan tidak pernah minum susu ibu hamil, tapi kandungannya sehat dan kuat.


" Sayang bobo dulu ya, ibu juga mau tidur. Ibu capek.. " ucap Syafa mengelus perutnya


Syafa tertidur dan bayi dalam kandungannya seakan mengerti perkataan ibunya.


Pagi" Syafa memetik sayuran di belakang dan Neneknya mengikat sayuran tersebut.


" Nduk biar nenek yang antar ke warung Bu Tuti ya, kamu di rumah saja. kasihan kamu kalau berjalan jauh nanti kecapean. " ucap Nenek


" Nek aku tidak apa", malah aku senang bisa sekalian jalan" .. " ucap Syafa tersenyum


" Baiklah nek, Ayo.. " ucap Syafa


Kini mereka berdua mengantar sayuran ke warung Bu Tuti.keadaan masih pagi sekali. karena masih jam 5 pagi.dulu waktu Syafa masih kecil kandungannya, dia berangkat ke kebun jam 5 pagi dan pulang jam 6.Tapi sekarang mereka mencari sayuran nya pada sore hari dan diantar ke warung jam 5 pagi.


Ibu Tuti akan berangkat ke pasar pukul 6 pagi, semua sayuran titipan Syafa dan neneknya selalu habis karena memang tidak banyak.


Ibu Tuti kadang" membayar dulu dengan beras atau kebutuhan yang lain, yang Syafa dan Nenek Siti butuhkan.


" Syafa, nenek Siti. tumben barengan.. " ucap Bu Tuti


" Iya Bu, sekalian jalan" biar kaki ngga bengkak.. " ucap Syafa tersenyum


" Iya itu wajar Syafa,memang harus di bawa jalan terus. kalau di manja malah semakin bengkak kakinya..." ucap Bu Tuti


" Iya Bu.. " ucap Syafa

__ADS_1


" Ada berapa iket sayurannya nek?.. " ucap Bu Tuti


" Kangkung 5 iket, bayam 5 iket, daun singkong 10 iket, sayur pakis 10 iket.. " ucap Nenek


" Alhamdulillah lumayan banyak ya nek.. " ucap Bu Tuti


" Iya, tapi besok" Syafa sudah tidak ikut mencari lagi bu.mungkin akan sedikit dapatnya.. " ucap Nenek


" Iya seharusnya sudah tidak ikut mencari di kebun",apalagi banyak lereng takutnya jatuh dan berbahaya bagi kandungannya.. "ucap Bu Tuti


"Oh iya Bu, biasa di tukar dengan Beras, minyak goreng, telur.. " ucap Nenek


" Iya Nek... ini beras satu liter, minyak seper empat liter, telur dua. ini lebihnya 20 ribu.. " ucap Bu Tuti


" Alhamdulillah banyak juga ya Bu, lebih nya.. " ucap Syafa tersenyum


" Iya fa, semoga besok" juga dapat banyak ya.. " ucap Bu Tuti


Kini mereka pulang.saat sampai rumah, nenek Siti memberikan uang tadi ke Syafa.


" Nduk, ini uang di tabung lagi. buat biaya nanti kamu lahiran ya.. " ucap Nenek


" Iya Nek, maafin aku nek. aku sudah jadi beban di hidup nenek.. " ucap Syafa menangis


" Hust jangan bicara begitu, itu sudah kewajiban nenek membantu kamu dan merawat kamu. ibumu pergi dan tidak perduli pada mu, mana mungkin nenek tega sana kamu nduk, kamu itu cucu nenek.. " ucap Nenek Siti


" Ya sudah sekarang simpan dulu uangnya, nenek mau masak dulu.. " ucap Nenek


" Iya Nek.. " ucap Syafa


Kini Syafa menyimpan uangnya di kaleng bekas biskuit. sebenarnya Syafa ingin sekali membeli susu ibu hamil,tapi uangnya tidak ada. Bahkan Daster yang ia pakai sudah lusuh, sobek sana sini dan dia cuma punya dua daster saja. bukan dia tidak mau beli, tapi karena tidak mampu beli. Uang yang setiap hari ia dapatkan,hanya cukup untuk membeli beras. bahkan kalau lebih paling 5 ribu sampai 10 ribu, akan ia simpan untung biaya lahiran nanti.


" Sebenarnya aku ingin sekali minum susu ibu hamil, tapi apakah dayaku. aku tidak mampu membelinya, dan daster ini sudah lusuh. jahitan di mana" tapi aku juga tidak punya uang untuk membeli daster lagi.. " ucap Syafa meremas daster nya


" Yang terpenting aku dan bayiku sehat, aku masih bisa mencari sayuran demi sesuap nasi. kalau masalah baju ini, aku masih bisa menjahit nya lagi bagian yang sobek " .. " ucap Syafa


Kini Syafa pergi ke dapur untuk membantu neneknya masak, mereka memang memasak dengan kayu bakar.

__ADS_1


Di rumah yang sudah hampir roboh ini, mereka berteduh dari panas dan hujan, kalau hujan datang akan banyak sekali bocor di mana".Karena tidak ada lelaki di rumah itu, jadi tidak ada yang memperbaiki genteng. paling menyuruh tetangga kalau mau. kalau tidak mau ya, Nenek Siti cuma bisa pasrah dengan keadaan rumah nya.


__ADS_2