
Devan dan Pak Arya mendatangi rumah Celine
Mereka sudah sampai di rumah Celine
"Sayang,, akhirnya kamu sudah pulang aku kangen sayang,, " ucap Celine bergelayut manja di tangan Devan
Devan yang risih menyingkirkan tangan Celine dari tangannya
" Begini Om, Tante, Saya datang kesini ingin meminta maaf pada kalian. Saya akan membatalkan pernikahanku dan Celine, " ucap Devan
" Apa,,!! apa maksud kamu Dev,, kamu hanya bercanda kan,,kamu tidak serius kan sayang,, " ucap Celine
" Maksud kamu apa Devan,, kamu mau mempermainkan anak Tante,, " ucap Mamanya Celine
" Maafkan saya Celine,,, aku serius aku ingin membatalkan pernikahan kita. aku sudah menikah dengan orang lain,, " ucap Devan
" Kamu menikah dengan siapa Dev,,, bukannya kamu hanya mencintai aku, " ucap Celine
" Itu dulu,, tapi sekarang aku sudah tidak mencintai kamu. aku menikah dengan Mega orang yang aku renggut kehormatannya dulu,, " ucap Devan
" Oo,,, ternyata wanita murahan itu yang merebut kamu dari aku,, akan Ku bunuh dia Dev,,, dia sudah membuat kamu berpaling dari aku,,!! aku tidak Terima,, " ucap Celine menangis
" Saya tidak Terima kamu perlakukan anak saya seperti ini Dev,, Kita harus ketemu sama wanita yang sudah merebut kamu dari Celine,, " ucap Pak Tri
" Kami sekeluarga minta maaf Pak,, saya kira sudah tidak ada lagi yang kita bicarakan dan kami permisi dulu,,, " ucap Pak Arya
Devan dan Pak Arya bangun dan melangkah pergi
Celine mengejar Devan
" Devan,,, jangan putusin aku Dev,, aku tidak mau. aku ingin pernikahan kita tetap terjadi Dev,,, Devan,,,,!!! " ucap Celine berteriak
" Sudahlah nak,,,kita tidak Terima Pah. pokoknya kita harus buat perhitungan sama mereka,, " ucap Mamanya Celine
" Iya Mah,,, Papa juga tidak Terima mereka menghina kita,, " ucap Pak Tri
Kini Devan dan Pak Arya sudah sampai rumah
Devan masuk ke kamar dan melihat Mega dan putranya tidur di kasur miliknya
Devan mendekati Mereka
" Tidur yang lelap ya sayang,,, maafin aku sudah buat kamu kecewa dan sakit hati,, " ucap Devan mencium pipi Mega bergantian menciumi pipi putranya
Devan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Setelah selesai mandi, Devan kini tidur di sofa
__ADS_1
Devan memilih tidur di sofa karena takut Mega dan putranya terganggu kalau tidur di kasur king size nya
Pagi menjelang,, kini Mega bangun karena putranya bangun lebih pagi
Mega melihat Devan yang tidur di sofa
Sebenarnya Mega masih marah tapi Mega harus ikhlas,,
Kecewa sudah pasti, tapi Mega berusaha memaafkan segala kesalahan Devan
Mega turun membawa putranya
Amel yang melihat Mega langsung mendekati dan menciumi bayi Mega
" Namanya siapa ini keponakan Aunty,, " ucap Amel ke Mega
" Belum tau mel,,kita belum membicarakan nya,, " ucap Mega
" Loh kok belum sih,,, memangnya lo belum membicarakan nya sama kak Devan Me,, " ucap Amel
Kini Mereka duduk di taman samping rumah
" Belum,, lagipula aku masih kecewa ke Pak Devan,, " ucap Mega
"Apa,, Pak Devan,, lo masih memanggilnya dengan Pak,,, " ucap Amel tertawa
" Ya kan bisa panggil Ayang, beb, Mas, honey,, atau apa lah yang romantis dikit, masa Pak sih,, "ucap Amel
"Tau ah,, ngeledek mulu deh kamu,, " Ucap Mega
"Eh Me,,, kok lo bisa si ada di apartemen Celine dulu,, " ucap Amel penasaran
" Aku juga ngga tau mel,,waktu aku ada di ultah nya Lisa, Alex memberikan aku minum dan setelah itu aku ngga inget apa", tiba" waktu aku membuka mata aku sudah berada di apartemen Celine dan Pak Devan sudah melakukan hal itu padaku. Alex dan Celine datang dan Celine marah besar. dia menamparku dan menjambak rambutku. aku tidak bisa membalas, aku pergi dari situ. untuk berjalan saja rasanya sakit. keesokkan harinya aku tidak masuk kuliah,,, " ucap Mega
" Kemungkinan Alex yang bawa kamu Me,, dia akan berbuat buruk padamu,, " ucap Amel
" Tak tau juga Mel,,," ucap Mega
" Me,, kok lo ngga cerita sih sama aku waktu itu, kalau cerita kan aku jadi tau. dan kamu ngga menderita seperti ini,, " ucap Amel
" Aku bingung waktu itu Mel,,aku ngga ingin membebani pikiran kamu,dan soal pernikahanku dan Pak Devan,Dia tidak ingin orang" mengetahui pernikahan kita " ucap Mega
" Terus lo pulang ke kampung berati sudah hamil,, " ucap Amel
" Iya,,, waktu aku pingsan di kampus,pulangnya aku membeli tes kehamilan dan hasilnya positif,,keesokan harinya Pak Devan menalak aku, dia pergi tanpa memberikan aku kesempatan bicara dan malam harinya, dia merayakan kebahagiaan nya dengan Celine di cafe tempat aku kerja. aku pergi dari situ, aku putus asa Mel, aku ingin mengakhiri hidup terjun dari jembatan. Andre teman kerjaku menolongku. pagi harinya aku pulang ke kampung halamanku,,, " ucap Mega meneteskan air mata
Mega menarik napas dalam" dan menghempaskan nya
__ADS_1
" Aku disana bekerja menjadi buruh pabrik,, aku bekerja demi untuk menyambung hidup dan biaya buat lahiran. aku hidup sendiri Mel,, seandainya masih ada ibu,, pasti aku tidak akan menderita seperti ini karena masih ada orang yang tulus menyayangiku,, " ucap Mega menangis
" Me,,, aku adalah sahabatmu,, aku ingin menjadi bagian dari hidupmu,, " ucap Amel
Tanpa mereka sadari ada seorang yang mendengarkan cerita Mega
Devan meneteskan air mata mengingat semua perkataan Mega
" Ya Alloh ternyata aku membuat kamu terluka begitu dalamnya Mega,, aku sudah membuat jiwa kamu terguncang. aku adalah orang yang kejam,,Maafkan aku istriku,, " Ucap Devan
Devan mendekati Mega dan Amel
Devan duduk di sisi Mega,, Amel yang tau dia pergi dari situ
"Mega,,, aku benar" minta maaf,, kesalahanku sangat besar,,aku berjanji mulai saat ini aku akan jadi perisai hidupmu,, menjaga kalian dan menyayangi kalian sepenuh hatiku,, " ucap Devan menangis memeluk Mega
Mega hanya menangis sesenggukan
" Aku janji,, aku tidak akan buat kamu sedih lagi,,, " ucap Devan mencium kening Mega
Amel, Bu Dela yang menyaksikan Devan dan Mega ikut meneteskan air mata
" Semoga mereka bahagia ya Ma,,,
aah,,, siapa sih yang naruh bawang disini Mah,,, " ucap Amel memeluk Mamanya
" Kamu ini,,, orang lagi sedih malah diajak bercanda,, " ucap Bu Dela mencubit hidung Amel
Kini Amel dan Bu Dela mendekati Mega dan Devan
" Ehem,,,, " Amel bersuara
Mega dan Devan kaget dan langsung memisahkan diri dari pelukannya
Bu Dela ikut duduk di dekat Mega
"Dev,,, Mama mohon mulai sekarang kamu harus menjaga Anak dan Istrimu,, Sayangi mereka. jangan kau sakiti Mega lagi,, " ucap Bu Dela
"Iya Mah,,, aku janji akan menyayangi mereka. aku tidak bisa hidup tanpa mereka,, merekalah separuh hidupku,,, " ucap Devan
" Semoga kalian menemukan kebahagiaan ya sayang,,, maafin Mama yang tak bisa menjagamu waktu kamu hamil,, " ucap Bu Dela Memeluk Mega
" Iya Tante,, " ucap Mega
" Loh kok Tante,, kan kamu menantu Mama,, masa Tante,, " ucap Bu Dela
" Iya Me,, panggil sama seperti kita dong,, iya Mah,, " ucap Amel
__ADS_1
Mega menganggukkan kepalanya