
Amel kini pulang dari Kantor
Ternyata di dalam perjalanan dia melihat Galang merangkul wanita dan mengajaknya masuk ke mobil
" Loh itu bukannya Mas Galang ya, kok dia sama wanita dan mesra lagi..." ucap Amel Sambil mengemudikan Mobilnya dengan pelan
Amel terus memandangi siapa yang bersama Galang
" Astaghfirullah,, itu kan Celine.kok bisa bersama Mas Galang sih,apa jangan" mereka ada hubungan..." ucap Amel
Amel langsung mengambil hp nya dan memfoto kemesraan mereka
" Ini bisa aku jadikan bukti kalau Mas Galang itu bukan laki" yang baik.." ucap Amel tersenyum
Kini Amel melewati mobil Galang,dan dia mengemudikan mobilnya menuju rumah
Amel sampai di rumah, dia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam
" Assalamu'alaikum,, " ucap Amel lirih
Amel berjalan naik ke atas menuju kamarnya,
Dia masuk kamar dan langsung mengunci pintunya.
Bu Dela yang berada di kamarnya keluar. karena mendengar mobil Amel pulang
Beliau menuju kamar Amel, tetapi kecewa karena Amel menguncinya dari dalam
" Sayang, buka pintunya dong. Mama mau bicara..." ucap Bu Dela
Amel yang mendengarnya diam saja, dia tidak ada keinginan untuk membuka pintu kamarnya
Mel, Maafin Mama sayang,Mama tidak memahami perasaan kamu.buka pintunya dong Mel,dengerin penjelasan Mama dulu..." ucap Bu Dela sedih
" Apa yang harus di jelaskan,lagipula aku juga harus nurutin kemauan Kalian kan. kalian itu orang tua yang egois, tidak memikirkan perasaan anaknya. aku benci kalian,,!! " ucap Amel dengan suara yang bergetar
" Sayang coba ngomong sama Mama, apa yang kamu rasakan nak..." ucap Bu Dela
Amel diam saja
" Apa yang aku rasakan tidak akan mungkin kalian mengetahuinya. aku terluka Mah, aku tersiksa dengan pertunangan ini..."ucap Amel lirih sambil menangis
Amel duduk bersandar di ranjang,dia menundukkan kepalanya
Setelah puas menangis, kini Amel membersihkan diri dan melaksanakan sholat ashar karena sudah sore
Bu Dela sedih dan kecewa,karena Amel tidak mau membuka pintu kamarnya
" Maafin Mama sayang, Mama tidak mengerti perasaan kamu pada Dean. Mama pikir kalian tidak ada hubungan apa-apa..." ucap Bu Dela sedih
Bu Dela duduk di kamarnya dan menunggu suaminya pulang
Pak Arya masuk kamar,melihat istrinya termenung Pak Arya mendekati Istrinya
" Mah, apa yang sedang kamu pikirkan.."ucap Pak Arya menggenggam tangan Istrinya
__ADS_1
" Pah,, Amel masih marah sama kita.Masa kita harus batalin pertunangan mereka Pah..." ucap Bu Dela
" Sudahlah Mah, biar nanti Papa yang bicara sama Amel..."ucap Pak Arya
Sekarang sudah jam 7 malam, Amel sudah bersiap" akan pergi.Dia memakai jaket dan celana jins panjang.
Amel menuruni anak tangga dan berjalan keluar
" Mel mau kemana kamu Sayang.. " ucap Bu Dela mengejar Amel
" Bukan urusan Mama.." ucap Amel
" Amel,,!! berhenti kamu. jangan kurang ajar kamu sama orang tua..."ucap Pak Arya
Amel yang mendengar teriakan Papa nya berhenti,Dia berhenti dan menoleh ke Orangtuanya
" Papa mau marahin aku,mau tampar aku, tampar Pah..tampar biar puas kalian...!! " ucap Amel
" Kurang ajar kamu,,!! mau jadi anak pembangkang kamu hah,,!! " ucap Pak Arya marah
" Iya, aku jadi anak pembangkang dan kurang ajar karena kalian kan. kalian egois, aku benci kalian,,!!! " ucap Amel berteriak dan menangis
Amel berlari keluar menuju mobilnya
Dia langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi
" Pah,dia mau kemana,, Mama takut Pah Amel kenapa"..."Ucap Bu deka khawatir
Bu Dela menghubungi Devan agar dia mencari Adiknya
" Wangalaikum sallam,, Dev tolong kamu cari Amel ya. dia pergi dari rumah dalam keadaan marah, dia habis berantem sama Papa..." ucap Bu Dela
Apa,,! kok bisa sih Mah,, ya udah aku keluar cari dulu..." ucap Devan langsung menutup telfon nya
Devan berpamitan ke Mega yang sedang menidurkan Putranya
" Sayang, aku keluar dulu ya mau cari Amel..." ucap Devan
" Memangnya Amel kemana Mas..." ucap Mega kaget
" Kata Mama dia pergi.habis bertengkar sana Papa..."ucap Devan
" Ya ampun..kok bisa sih bertengkar..." ucap Mega
" Ya sudah, aku pergi dulu ya..." ucap Devan sambil mencium kening istrinya
" Iya, hati" Mas..."ucap Mega
Devan kini pergi dan mengendarai mobilnya
" Kok bisa sih Mel.kamu pergi kemana..." ucap Mega khawatir
Kini Amel mengemudikan mobilnya menelusuri jalan
" Kalian jahat,,,,egois,,,!!! " ucap Amel sambil menangis
__ADS_1
Amel terus saja menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia sangat emosi, kecewa dan putus asa
Amel menghentikan mobilnya di dekat jalan kereta api
Dia keluar dan berjalan sambil meneteskan air mata
Tiba" ada Kereta yang sudah terlihat dari arah depan
Amel terus melangkah menuju tengah" rel kereta api, dia sudah putus asa
Amel memejamkan matanya
Kereta api semakin mendekat,tiba" ada orang yang menubruk tubuh Amel dan membawanya ke pinggir
Pada saat itu juga kereta api melewati mereka
Tubuh kedua orang tersebut terpelanting ke semak" dekat rel
Dean terus memeluk tubuh Amel
" Kamu gila hah,,!!! kamu bisa mati. aku tidak ingin kehilangan kamu.jangan lakukan itu lagi,aku tidak mau kamu terluka sedikitpun..." ucap Dean memeluk Amel dan menangis
Amel membuka matanya
Dia menangis dalam pukan Dean
" Buat apa aku hidup Kak, mereka egois. aku ingin mati saja,,!! hiks,, hiks. kenapa kamu menolongku Kak, biarkan aku mati biar orangtuaku puas. aku ingin mati...!!" ucap Amel menangis
Dean terus memeluk Amel dengan erat
" Kalau kamu mati aku juga mati.aku tidak bisa hidup tanpa kamu,kamu sangat berarti bagiku.aku juga sakit Mel, aku terluka..." ucap Dean menangis
Devan yang melihat semua nya juga ikut meneteskan air mata
" Begitu besar Cinta kalian...Aku akan bantu kalian..."ucap Devan
Devan menuntun tangan Amel menuju mobil
" Aku antar pulang ya..."ucap Dean
" Tidak Kak, aku tidak mau pulang..." ucap Amel
Devan mendekati Mereka
Devan langsung memeluk adiknya
" Dek,, jangan lakukan itu lagi ya.sekarang kita, pulang ke rumah Kakak..."ucap Devan
" Kakak..." ucap Amel berkaca"
" Mama menghubungi aku, katanya kamu pergi. dan aku menghubungi Dean untuk ikut mencari kamu..."ucap Devan
" Bro, lo yang bawa mobil Amel ya. gua sama Amel. takutnya dia nekat lagi kaya tadi..."' ucap Devan
Amel hanya diam saja,dia masuk ke mobil Devan
__ADS_1